Kamis, 29 Oktober 2026
16:12 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Propagul

Propagul

Bagikan:
250px-Pelargonien_peltatum_Steckling_2005-11-30.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pemotongan Pelargonium peltatum

Pada biologi, propagul adalah material apapun yang berfungsi untuk menyebarluaskan suatu organisme ke tahapan selanjutnya pada siklus hidupnya, seperti dengan penyebaran. Umumnya propagul berbeda bentuknya dengan organisme induknya. Propagul dihasilkan oleh organisme-organisme seperti tumbuhan (dalam wujud biji atau spora), fungi (dalam wujud spora) dan bakteri (berbagai jenis, sebagai contoh, endospora atau kista mikroba).[1]

Sementara itu pada biologi penyakit, propagul menular adalah sesuatu yang dihasilakan oleh patogen (bakteri, virus, protista, dan sebagainya), yang dapat tertahan pada material inang (liur, lendir, darah, dan sebagainya).[2][3][4]

Wiktionary logo
Lihat entri Propagul di kamus bebas Wikikamus.

Referensi

  1. ↑ Chuang, T. Y.; Ko, W. H. (1981-01-01). "Propagule size: Its relation to population density of microorganisms in soil". Soil Biology and Biochemistry (dalam bahasa Inggris). 13 (3): 185–190. doi:10.1016/0038-0717(81)90018-3. ISSN 0038-0717.
  2. ↑ Ellis, David; Pfeiffer, Tania (1990-10-13). "Ecology, life cycle, and infectious propagule of Cryptococcus neoformans". The Lancet (dalam bahasa English). 336 (8720): 923–925. doi:10.1016/0140-6736(90)92283-N. ISSN 0140-6736. PMID 1976940. S2CID 33263237.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  3. ↑ Sasaki, A.; Iwasa, Y. (1991). "Optimal growth schedule of pathogens within a host: switching between lytic and latent cycles". Theoretical Population Biology. 39 (2): 201–239. doi:10.1016/0040-5809(91)90036-f. ISSN 0040-5809. PMID 2057912.
  4. ↑ Vega, Fernando E. (2012). Insect pathology. Harry K. Kaya, Yoshinori Tanada (Edisi 2nd). Amsterdam: Elsevier/Academic Press. ISBN 978-0-12-384984-7. OCLC 778786616.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan