Sabtu, 10 Oktober 2026
12:10 WIB
TERKINI
Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Hukum Pujianto Divonis 8 Bulan Penjara: Perdagangan Ajinomoto Palsu Merugikan Konsumen Lampung Lampung Diprediksi Cerah Berawan, Hujan Lokal Sambangi Beberapa Wilayah Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Hukum Pujianto Divonis 8 Bulan Penjara: Perdagangan Ajinomoto Palsu Merugikan Konsumen Lampung Lampung Diprediksi Cerah Berawan, Hujan Lokal Sambangi Beberapa Wilayah

Program Kali Bersih

Bagikan:

Program Kali Bersih adalah program pengurangan tingkat pencemaran pada sungai-sungai di Indonesia yang telah diadakan sejak tahun 1988 oleh Badan Pengendalian Dampak Lingkungan.[1][2][3] Kegiatan di dalam Program Kali Bersih berupa pengerukan lumpur dan sampah yang mengendap di dasar sungai dan pelaksanaannya diikuti oleh perusahaan-perusahaan yang melakukan pengolahan dan pembuangan limbah ke sungai-sungai di Indonesia.[3][2] Pada tahun 1994, Program Kali Bersih telah diterapkan pada 27 sungai besar yang tersebar di 13 provinsi di Indonesia.[2]

Pengadaan

Program Kali Bersih pertama kali diadakan pada tahun 1988.[2] Pengadaan Program Kali Bersih dilakukan oleh Badan Pengendalian Dampak Lingkungan sebagai salah satu program Pemerintah Indonesia.[3] Tujuan dari pengadaan Program Kali Bersih adalah mengurangi tingkat pencemaran terhadap perairan sungai di Indonesia.[1]

Kegiatan

Dalam Program Kali Bersih diadakan kegiatan pengerukan lumpur dan sampah yang mengendap di dasar sungai.[3] Program Kali Bersih mengutamakan pengurangan tingkat pencemaran sungai di Indonesia terutama bahan kimia beracun yang terkandung dalam limbah industri.[4] Program Kali Bersih diadakan bersamaan dengan kegiatan penataan lingkungan dan penataan bangunan pada kawasan sungai di Indonesia dengan menjadikan aliran sungai sebagai halaman depan bangunan.[5]

Badan Pengendalian Dampak Lingkungan juga mengikutsertakan perusahaan-perusahaan yang melakukan pembuangan limbah ke sungai-sungai di Indonesia dalam Program Kali Bersih. Para perusahaan diwajibkan menandatangani Surat Pernyataan Mengikuti Program Kali Bersih yang kemudian disampaikan kepada Badan Pengendalian Dampak Lingkungan. Dalam surat pernyataan tersebut, masing-masing perusahaan diwajibkan melakukan pengolahan limbah sebelum melakukan pembuangan limbah ke sungai.[2]

Capaian

Pada tahun 1994, Program Kali Bersih telah diterapkan pada 27 sungai besar yang telah mengalami pencemaran. Sungai-sungai tersebut tersebar di 13 provinsi di Indonesia. Persentase pengurangan pencemaran akibat limbah pada ke-27 sungai tersebut sebesar 50%.[2] Program Kali Bersih juga telah berhasil mengadakan penataan lingkungan dan bangunan pada beberapa lokasi pada 13 sungai di Indonesia. Salah satu penataan yang berhasil ialah penataan sungai Ciliwung dengan beberapa bangunan pada beberapa lokasi di sepanjang sungai sebagai halaman depan.[5]

Lihat pula

Referensi

  1. 1 2 Lembaga Penelitian, Universitas Gadjah Mada (1993). Proyek Kali Bersih Sungai Gadjahwong Kodya Yogyakarta. Lembaga Penelitian, Universitas Gadjah Mada. hlm. 12.{{cite book}}: Parameter tidak dikenal |lay-url= diabaikanPemeliharaan CS1: Status URL (link)
  2. 1 2 3 4 5 6 Atmakusumah, Iskandar, M., dan Basorie, W. D., ed. (1996). Mengangkat Masalah Lingkungan ke Media Massa. Jakarta: Lembaga Pers Dr. Soetomo & Yayasan Obor Indonesia. hlm. 114. ISBN 979-461-250-2.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penyunting (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  3. 1 2 3 4 Susi (November 1996). "Mungkinkah Jakarta Bebas Banjir?". Dharmasena (Edisi November 1996): 91.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ Siregar, Pariang Sonang (Agustus 2017). Pembelajaran IPA Sekolah Dasar. Sleman: Penerbit Deepublish. hlm. 276. ISBN 978-602-475-979-7.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  5. 1 2 Soedirdja, Soerjadi (1997). Mengemban Tugas Kepamongan: Antara Keinginan dan Keterbatasan. Jakarta: Pemerintah Daerah Khusus Ibukota Jakarta. hlm. 217. ISBN 979-9106-00-1.{{cite book}}: Parameter tidak dikenal |lay-url= diabaikanPemeliharaan CS1: Status URL (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan