Kamis, 01 Oktober 2026
19:49 WIB
TERKINI
Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri Berita Jalan Mulus Komjen Suyudi: Komisi III DPR Setujui Pimpin Polri Berita DPR RI Resmi Lantik Komjen Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri Baru Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 1 Oktober 2026: Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 1 Oktober 2026 Turun, Cek Rincian Lengkapnya Sekarang Cuaca Waspada! 325 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Ancaman Karhutla Meningkat Regional Menko PMK Muhadjir Effendy Kunjungi Anjir Batola, Perkuat Sinergi Pembangunan Wilayah Editorial Macan Kemayoran Raih Poin Penuh di Kandang Laskar Antasari Bandar Lampung Buaya Coki Menjalani Adaptasi di Sumsel Usai Perjalanan Panjang dari Lampung Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri Berita Jalan Mulus Komjen Suyudi: Komisi III DPR Setujui Pimpin Polri Berita DPR RI Resmi Lantik Komjen Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri Baru Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 1 Oktober 2026: Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 1 Oktober 2026 Turun, Cek Rincian Lengkapnya Sekarang Cuaca Waspada! 325 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Ancaman Karhutla Meningkat Regional Menko PMK Muhadjir Effendy Kunjungi Anjir Batola, Perkuat Sinergi Pembangunan Wilayah Editorial Macan Kemayoran Raih Poin Penuh di Kandang Laskar Antasari Bandar Lampung Buaya Coki Menjalani Adaptasi di Sumsel Usai Perjalanan Panjang dari Lampung Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti
Priskos

Priskos

Bagikan:
PriscusofPanium.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
Priskos (kiri) dengan kedutaan Romawi di istana Attila, memegang ΙΣΤΟΡΙΑ (Sejarah, dimana pelukis keliru dengan ejaan ΙΣΤΩΡΙΑ). (Detail dari Mór Than Feast of Attila.)

Priskos dari Panium (//; Bahasa Yunani: Πρίσκος) merupakan seorang diplomat abad ke-5 asal Romawi, sejarawan Yunani dan retorika (atau sofis).[1][2][3][4]

Biografi

Priskos dilahirkan di Panion (terletak di Trakia) antara tahun 410-420 M.[1][2] Pada tahun 448/449 M, ia menemani Maximinus, kepala kedutaan Bizantium yang mewakili Kaisar Theodosius Muda (bertakhta 408-450), pada misi diplomatik ke istana Attila.[1][2][4] Sementara di sana, ia bertemu dan berbicara dengan seorang pedagang Yunani, mengenakan busana "Skit" (atau Hunnik), yang ditangkap delapan tahun sebelumnya (sekitar tahun 441-442) ketika kota Viminacium (terletak di Danube timur, sekarang Beograd) dijarah oleh Hun.[5][6] Pedagang itu menjelaskan kepada Priskos bahwa setelah penjarahan Viminacium, dia adalah budak Onegesius, seorang bangsawan Hunnik, tetapi memperoleh kebebasannya dan memilih untuk menetap di antara suku Hun.[6][7] Priskos akhirnya terlibat dalam perdebatan dengan pembelot Yunani mengenai kualitas kehidupan dan keadilan baik di Kekaisaran Bizantium dan kerajaan barbar.[1]

Setelah beristirahat di Roma, Priskos melakukan perjalanan ke Iskandariyah dan Tebais di Mesir.[1][2] Dia terakhir muncul di Timur pada sekitar tahun 456, bekerja di staf Eufemios sebagai magister officiorum Kaisar Marcianus (bertakhta 450-457).[1] Dia meninggal setelah tahun 472 M.[1]

Sejarah Bizantium

Priskos adalah penulis dari delapan volume karya sejarah, yang ditulis dalam bahasa Yunani, berjudul Sejarah Bizantium (bahasa yunani: Ἱστορία Βυζαντιακή), yang mungkin bukan nama judul aslinya.[1][2] Sejarah mungkin mencakup periode dari aksesi Attila ke aksesi Kaisar Zeno (bertakhta 474-475), atau dari 433 sampai 474 M.[2] Karya Priskos saat ini bertahan dalam fragmen dan sangat berpengaruh dalam Kekaisaran Bizantium.[1] Sejarah digunakan dalam Excerpta de Legationibus Kaisar Konstantinus VII Porphyrogenitus (bertakhta 913-959), serta oleh pengarang seperti Evagrios Scholastikos, Cassiodorus, Jordanes, dan penulis Suda.[1] Gaya penulisan Priskos sangat lugas dan karyanya dianggap sebagai kisah kontemporer yang andal dari Attila, istananya, dan penerimaan duta besar Romawi. Dia dianggap sebagai sejarawan "klasik" sejauh bahwa karyanya, meskipun ditulis selama era Kristen, hampir sepenuhnya sekuler dan bergantung pada gaya dan pilihan kata yang merupakan bagian dari tradisi historiografis yang berasal dari abad ke-5 SM.[8]

Priskos menceritakan makan malam bersama Attila

Priskos menceritakan tentang jamuan makan malam bersama Attila, salah satu dari sekian banyak rumah Attila. Namun, yang satu ini dikatakan lebih besar dari yang lainnya. Dibuat untuk perayaan karena dibangun dari kayu yang dipoles dekoratif, dengan sedikit pemikiran untuk membuat setiap aspek dari tempat untuk pertahanan. Priskos memasuki rumah pada hari berikutnya dengan membawa hadiah untuk istri Attila. Namanya Kreka yang memiliki tiga putra. Makan malam berlangsung pada jam tiga; Priskos dan kedutaan Romawi Barat ditempatkan di ujung meja paling jauh dari Attila tetapi masih di hadapannya, ini untuk menunjukkan Attila lebih hebat daripada tamu Romawi. Bagi Priskos, Attila menganggap rakyatnya lebih penting daripada Prius dan kedutaan Romawi. Ketika Priskos dan kedutaan Romawi Barat berdiri, mereka mengikuti tradisi budaya diberi teh dari para pembawa cangkir. Mereka harus berdoa dan minum sebelum duduk di meja. Attila duduk di tengah sofa, dengan kursi-kursi diatur lurus ke dinding. Karena pengaturan tempat duduk di sisi kanan Attila dipegang untuk para Kepala kehormatan. Dengan orang lain termasuk Priskos dan kedutaan Romawi di sebelah kiri. Setelah duduk, semua orang mengangkat gelas untuk saling berjanji dengan anggur. Setelah pembawa cangkir pergi petugas lain datang dengan sepiring daging, diikuti oleh makanan-makanan lainnya seperti roti dan lain sebagainya. Semua makanan disajikan di piring perak dan emas. Prius juga mencatat bahwa Attila tidak menggunakan piring perak atau emas, melainkan menggunakan cangkir yang terbuat dari kayu, dan pakaiannya sangat sederhana. Begitu ronde pertama selesai, mereka berdiri dan kemudian minum lagi untuk kesehatan Attila. Begitu malam tiba obor dinyalakan dan lagu-lagu yang terdiri dari kemenangan Attila dinyanyikan.[7][9][10]

Karyanya yang tersisa

Karya-karya Priskos yang tersisa saat ini diterbitkan dalam empat koleksi:

Referensi

Kutipan

  1. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Kazhdan 1991, "Priskos", p. 1721.
  2. 1 2 3 4 5 6 Chisholm 1911, hlm. 361.
  3. ↑ Toynbee & Myers 1948, hlm. 14: "The renegade Greek business man from Viminacium whom the Greek historian and Roman diplomatist Priscus encountered in Attila's ordu on the Alföld in A.D. 449 has already come to our notice."
  4. 1 2 Christophilopoulou 1986, hlm. 209: "For information about Attila, his court and the organization of life generally in his realm we have the authentic and reliable evidence of contemporary Greek historian Priscus, who accompanied Maximinus, the head of the Byzantine embassy, in 448."
  5. ↑ Halsall 1996; Kelly 2004, hlm. 176; Toynbee & Myers 1948, hlm. 14.
  6. 1 2 Jones 1964, hlm. 866: "Priscus of Panium met one of these in Attila's camp. He was, he said, a Greek who had settled at Viminacium on the Danube and prospered in trade and married a rich wife. He was wealthy enough to be allotted as a special prize to Onegesius, one of the Hunnic nobles, when the town was captured."
  7. 1 2 Halsall 1996.
  8. ↑ Given 2014, hlm. xvii harvnb error: banyak target (2×): CITEREFGiven2014 (bantuan).
  9. ↑ Boston, Ginn; Halsall, Paul (1905). "Medieval Sourcebook: Pricus on Attila the Hun (Readings in European History)". hlm. 46-49. Diakses tanggal Desember 2, 2016.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  10. ↑ Ase Berit, Rolf Strandskogen (Desember 2, 2016). "Lifelines in World History". Routledge.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Sumber

Bacaan selanjutnya

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan