Selasa, 03 November 2026
22:43 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare
Presiden Jerman Timur

Presiden Jerman Timur

Bagikan:
Presiden Republik Demokratik Jerman
(Präsident der Deutschen Demokratischen Republik)
120px-Flag_of_the_President_of_East_Germany_%281955%E2%80%931960%29.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bendera Presiden
(1955–1960)
KediamanMajakowskiring 29, Pankow, Berlin Timur
KantorSchönhausen Palace, Pankow, Berlin Timur
Ditunjuk olehVolkskammer
Kamar Negara
PendahuluReichspräsident
Dibentuk11 Oktober 1949
Pejabat pertamaWilhelm Pieck
Pejabat terakhirWilhelm Pieck
Jabatan dihapus12 September 1960
SuksesiKetua Dewan Negara Republik Demokratik Jerman
WakilPresiden Kamar Rakyat

Presiden Jerman Timur atau dengan nama resminya Presiden Republik Demokratik Jerman adalah jabatan kepala negara di Republik Demokratik Jerman (RDJ) atau Jerman Timur yang berlaku dari tahun 1949 hingga 1960. Jabatan ini bersifat seremonial, sementara kekuasaan politik yang sesungguhnya berada di tangan Partai Persatuan Sosialis Jerman (SED). Setelah wafatnya presiden pertama dan satu-satunya, Wilhelm Pieck, jabatan ini dihapus dan digantikan oleh Dewan Negara Republik Demokratik Jerman.[1][2]

Sejarah

Republik Demokratik Jerman didirikan pada 7 Oktober 1949 di wilayah pendudukan Uni Soviet setelah berakhirnya Perang Dunia II.[3] Berdasarkan Konstitusi RDJ 1949, negara menganut bentuk republik dengan presiden sebagai kepala negara.

Wilhelm Pieck menjabat sebagai presiden sejak 11 Oktober 1949 hingga wafat pada 7 September 1960. Setelah kematiannya, Volkskammer mengesahkan amendemen konstitusi yang menghapus jabatan presiden dan menggantinya dengan Dewan Negara sebagai lembaga kepala negara kolektif.[2]

Kedudukan dan wewenang

Secara konstitusional, presiden memiliki wewenang sebagai berikut:

  • Mewakili negara dalam hubungan internasional
  • Menandatangani undang-undang
  • Mengangkat pejabat tinggi negara
  • Menerima duta besar asing
  • Memberikan grasi

Dalam praktik politik, kekuasaan presiden sangat terbatas karena seluruh kebijakan strategis dikendalikan oleh Politbiro SED dan Sekretaris Jenderal partai.[4]

Pemilihan

Presiden dipilih oleh Volkskammer untuk masa jabatan empat tahun dan dapat dipilih kembali. Namun, pemilihan presiden berlangsung tanpa kompetisi nyata karena seluruh fraksi Volkskammer berada dalam Front Nasional yang dikendalikan oleh SED.[5]

Daftar Presiden

No Potret Nama Mulai Jabatan Akhir Jabatan Keterangan
1 120px-Wilhelm_Pieck.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Wilhelm Pieck 11 Oktober 1949 7 September 1960 Presiden pertama dan satu-satunya RDJ

Penghapusan jabatan

Setelah wafatnya Wilhelm Pieck pada September 1960, Volkskammer memutuskan untuk tidak menunjuk presiden baru. Sebagai gantinya dibentuk Dewan Negara Republik Demokratik Jerman sebagai kepala negara kolektif, sesuai dengan prinsip kepemimpinan kolektif dalam sistem negara sosialis.[6]

Lihat pula

Catatan

  1. ↑ Encyclopaedia Britannica, "Wilhelm Pieck".
  2. 1 2 Constitution of the German Democratic Republic (1960 Amendment).
  3. ↑ Mary Fulbrook, The People's State: East German Society from Hitler to Honecker, Yale University Press, 2005.
  4. ↑ Hermann Weber, DDR 1945–1990, Oldenbourg Verlag, 1999.
  5. ↑ David Childs, The GDR: Moscow's German Ally, Routledge, 1983.
  6. ↑ Stefan Berger & Norman LaPorte, Friendly Enemies: Britain and the GDR, Berghahn Books, 2010.

Referensi

  • Fulbrook, Mary. The People's State: East German Society from Hitler to Honecker. Yale University Press, 2005.
  • Weber, Hermann. DDR 1945–1990. Oldenbourg Verlag, 1999.
  • Childs, David. The GDR: Moscow's German Ally. Routledge, 1983.
  • Constitution of the German Democratic Republic, 1949 & 1960 Amendments.
  • Encyclopaedia Britannica – Wilhelm Pieck.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan