Rabu, 23 September 2026
09:11 WIB
TERKINI
Regional Solo Safari Bantah Larang Hijab, Akui Ada Kesalahan Komunikasi Berita Banjir Bandang Landa Kompleks Pemkab Solok, Peralatan Kantor Hanyut dan Warga Mengungsi Berita Mengungkap Jaringan Video Asusila "A Day in My Life": Dua Pelaku Raup Jutaan Rupiah Berita Nusron Wahid Mundur dari Golkar, Serahkan Detail ke Bahlil Lahadalia Wawancara Tragedi 1965: Oka Rusmini Soroti Perampasan Hak Hidup Perempuan Prelude Dua Mantan Menteri Keuangan: Riwayat Berbeda di Kursi Kasir Negara Politik Kepala BGN Gencar Beriklan di Medsos, Benahi Citra Program Makan Bergizi Gratis Bisnis Jerat Pungli Ancam UMKM Indonesia: Kisah Bolosego dan Solusi Mendesak Hukum & Kriminal Empat Eks Pejabat LPEI Divonis 6 Tahun Penjara dalam Skandal Korupsi Pembiayaan Ekspor Hukum & Kriminal Mantan Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor Bebas Bersyarat Usai Dua Tahun Dipenjara Regional Solo Safari Bantah Larang Hijab, Akui Ada Kesalahan Komunikasi Berita Banjir Bandang Landa Kompleks Pemkab Solok, Peralatan Kantor Hanyut dan Warga Mengungsi Berita Mengungkap Jaringan Video Asusila "A Day in My Life": Dua Pelaku Raup Jutaan Rupiah Berita Nusron Wahid Mundur dari Golkar, Serahkan Detail ke Bahlil Lahadalia Wawancara Tragedi 1965: Oka Rusmini Soroti Perampasan Hak Hidup Perempuan Prelude Dua Mantan Menteri Keuangan: Riwayat Berbeda di Kursi Kasir Negara Politik Kepala BGN Gencar Beriklan di Medsos, Benahi Citra Program Makan Bergizi Gratis Bisnis Jerat Pungli Ancam UMKM Indonesia: Kisah Bolosego dan Solusi Mendesak Hukum & Kriminal Empat Eks Pejabat LPEI Divonis 6 Tahun Penjara dalam Skandal Korupsi Pembiayaan Ekspor Hukum & Kriminal Mantan Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor Bebas Bersyarat Usai Dua Tahun Dipenjara

Pozzolan

Pozzolan merupakan bahan yang mengandung senyawa silika. Senyawa ini memiliki karakteristik seperti semen dan akan berhidrasi ketika dicampur dengan air lalu menghasilkan karbon hidroksida (CaOH2).[1]

Pozzolan alami berasal dari sedimentasi lava gunung berapi yang mengandung Oksida Silica (SiO2). Selain dari alam, Pozzolan dengan kandungan CaO lebih tinggi bisa didapatkan dari hasil pembakaran kerak tanur tinggi atau tungku sisa pembakaran batubara (PLTU), atau hasil pembakaran limbah yang diolah menjadi abu melalui proses pembakaran.[1] Hasil pembakaran batubara ini menghasilkan Abu Terbang (Fly Ash) yang mengandung pozzolan dan dikategorikan sebagai limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun).[2]

Dunia konstruksi dan industri beton mengenal Abu Terbang yang mengandung Pozzolan sebagai pengganti semen. Langkah ini merupakan antisipasi untuk menekan angka pelepasan gas rumah kaca yang dihasilkan dari pembuatan semen. Untuk memproduksi satu ton semen Portland, Gas karbon dioksida yang harus dilepaskan ke atmosfer mencapai satu ton gas karbon dioksida (Co2).[2]

Standar mutu pozzolan diatur sedemikian rupa dan digolongkan untuk mempermudah penggunaan dan pengendalian. Perusahaan konstruksi menjadikan penggunaan Abu Terbang, Slag, maupun Ground Granulated Blast Furnace Slag (GGBFS)/Kerak Tanur Tinggi Granulasi Giling sebagai indikator untuk menghitung nilai Sustainable Development Goals (SDGs).[3]

Referensi

40px-Wiki_letter_w.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini tidak memiliki konten kategori. Bantulah dengan menambah kategori yang sesuai sehingga artikel ini terkategori dengan artikel lain yang sejenis.
  1. 1 2 Nindyapuspa, Ayu (2017-7-18). "Pozzolan Sebagai Bahan Pengganti Sebagian Semen". ITSTC. Diakses tanggal 2025-10-31.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=
  2. 1 2 Dyah S, Et All, Nana (2018). "Karakterisasi Komponen Aktif Pozzolan untuk Pengembangan Portland Pozzoland Cement (PPC)" (PDF). Teknik Kimia. 12 (2): 52–53.
  3. Asria Nanda, Sarifah (2018). "Pengaruh Substitusi Pasir Pozzolan Sebagai Agregat Halus Terhadap Kuat Tekan Beton Pasca Bakar dengan tanpa Perendaman". Teras Jurnal. 8: 392.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan