Rabu, 07 Oktober 2026
05:05 WIB
TERKINI
Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Direktur RSUDAM Imam Ghozali Tanggapi Isu Mutasi: Siap Mengabdi Sesuai Kompetensi Lampung Timur Ceceran Minyak Misterius Kembali Cemari Pantai Cemara Lampung Timur Bandar Lampung Mendiktisaintek Brian Yuliarto Optimis Itera Jadi Institut Teknologi Terbaik Asia Tenggara Hukum Pengiriman 1,68 Juta Batang Rokok Ilegal Terbongkar di Tol Tulang Bawang Hiburan No Na Kibarkan Merah Putih: Video Musik 'Work' Tembus UK Music Video Awards 2026 Regional Duel Sengit Barito Putera dan Tira Persikabo Ramaikan Panggung Liga 1 Regional Barito Putera Taklukkan Persebaya Surabaya dengan Skor Tipis 1-0 Regional Evakuasi Korban Tabrakan Speedboat Paspampres di Palangkaraya Dilakukan Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Direktur RSUDAM Imam Ghozali Tanggapi Isu Mutasi: Siap Mengabdi Sesuai Kompetensi Lampung Timur Ceceran Minyak Misterius Kembali Cemari Pantai Cemara Lampung Timur Bandar Lampung Mendiktisaintek Brian Yuliarto Optimis Itera Jadi Institut Teknologi Terbaik Asia Tenggara Hukum Pengiriman 1,68 Juta Batang Rokok Ilegal Terbongkar di Tol Tulang Bawang Hiburan No Na Kibarkan Merah Putih: Video Musik 'Work' Tembus UK Music Video Awards 2026 Regional Duel Sengit Barito Putera dan Tira Persikabo Ramaikan Panggung Liga 1 Regional Barito Putera Taklukkan Persebaya Surabaya dengan Skor Tipis 1-0 Regional Evakuasi Korban Tabrakan Speedboat Paspampres di Palangkaraya Dilakukan
Porthos

Porthos

Bagikan:
Porthos
Jaringan pengangkutan dan penyimpanan CO₂ di Rotterdam
Foto udara kawasan industri Maasvlakte di Pelabuhan Rotterdam
Kawasan Maasvlakte di Pelabuhan Rotterdam, tempat stasiun kompresor Porthos dibangun. Foto tahun 2019 ini tidak memperlihatkan fasilitas Porthos yang belum dibangun saat itu.[1]
Identitas
JenisInfrastruktur pengangkutan dan penyimpanan geologis karbon dioksida[2]
Lokasi sumber CO₂Industri di Pelabuhan Rotterdam, Belanda[2]
Lokasi penyimpananBekas lapangan gas P18 di bawah Laut Utara[2]
Mitra pengembangOtoritas Pelabuhan Rotterdam, Gasunie, dan EBN[3]
Rancangan
Kapasitas tahunan yang direncanakanSekitar 2,5 juta ton CO₂[2]
Volume sepanjang proyek yang direncanakanSekitar 37 juta ton dalam kurang lebih 15 tahun[2]
Kedalaman reservoirSekitar 3-4 km di bawah dasar laut[2]
Perkiraan investasi saat keputusan 2023€1,3 miliar[2]
Pelaksanaan
Keputusan investasi akhirOktober 2023[2]
Status pada 2026Dalam pembangunan; injeksi CO₂ belum dimulai[4]
Operasi paling awal menurut jadwal 2026Paruh kedua 2027[4]
Situs resmiporthosco2.nl
Porthos menangani CO₂ yang ditangkap dari industri; penyimpanannya tidak sama dengan pengambilan CO₂ langsung dari atmosfer.

Porthos (singkatan dari Port of Rotterdam CO₂ Transport Hub and Offshore Storage) adalah proyek jaringan pipa, kompresi, dan penyimpanan karbon dioksida (CO₂) dari industri di Pelabuhan Rotterdam, Belanda. CO₂ yang ditangkap oleh perusahaan pelanggan akan dibawa ke bekas lapangan gas alam di bawah Laut Utara untuk disimpan secara geologis. Porthos dikembangkan bersama oleh Otoritas Pelabuhan Rotterdam, Gasunie, dan EBN. Rancangannya menargetkan penyimpanan sekitar 2,5 juta ton CO₂ per tahun. Pada Oktober 2026 sistem masih dibangun dan belum mulai menginjeksi CO₂; jadwal yang diperbarui pada April 2026 memperkirakan permulaan paling cepat pada paruh kedua 2027.[5][3][2][4]

Porthos adalah contoh penangkapan dan penyimpanan karbon atau CCS. Dalam susunan proyek ini, perusahaan industri membangun sarana penangkapan di lokasi emisinya masing-masing, sedangkan Porthos menyediakan pengangkutan serta penyimpanan bersama. Pemisahan tanggung jawab itu penting karena tersambungnya sebuah pabrik ke pipa tidak berarti fasilitas penangkapannya telah siap atau CO₂ sudah masuk ke reservoir. Karbon yang ditangani berasal dari kegiatan industri dan ditujukan agar tidak memasuki atmosfer. Proses ini berbeda dari teknologi yang mengambil CO₂ yang sudah ada di udara; penyimpanan emisi fosil tidak otomatis menghasilkan emisi negatif.[2][3]

Rancangan jaringan

Pipa darat dirancang melintasi kawasan industri Pelabuhan Rotterdam, menerima CO₂ dari beberapa pelanggan, lalu membawanya ke stasiun kompresor di Maasvlakte. Sesudah dimampatkan, CO₂ bergerak melalui pipa lepas pantai menuju anjungan P18-A yang diubah dari fasilitas produksi gas menjadi tempat injeksi. Informasi proyek pada 2026 menyebut sekitar 30 kilometer pipa darat telah diletakkan dan lebih dari 20 kilometer pipa di laut telah dipasang. Ruas darat berfungsi mengumpulkan aliran dari beberapa industri, sedangkan ruas laut menghubungkannya ke lokasi geologis yang sesuai untuk penyimpanan.[3][6]

Bekas lapangan gas P18 terletak sekitar 20 kilometer dari pantai. Rancangan 2023 menempatkan CO₂ pada kedalaman sekitar tiga sampai empat kilometer di bawah dasar laut dan menyebut kemampuan total sekitar 37 juta ton dalam kurang lebih 15 tahun. Angka tahunan 2,5 juta ton dan total 37 juta ton merupakan sasaran desain yang dibulatkan, bukan ukuran CO₂ yang telah tersimpan. Penggunaan bekas reservoir gas memerlukan pemeriksaan sifat batuan penutup, sumur, tekanan, dan pemantauan selama maupun setelah injeksi. Kapasitas ruang bawah tanah saja tidak membuktikan bahwa penyimpanan memenuhi persyaratan keselamatan sepanjang masa proyek.[2][7][8]

Porthos menawarkan layanan kepada beberapa penghasil emisi, bukan membangun satu fasilitas penangkapan tunggal. Pada keputusan investasi akhir 2023, pelanggan yang disebut meliputi Air Liquide, Air Products, ExxonMobil, dan Shell. Mereka menyiapkan investasi penangkapan pada fasilitas masing-masing agar aliran CO₂ dapat diserahkan kepada jaringan. Kebutuhan mutu aliran, sambungan pipa, dan kesiapan instalasi pelanggan ikut menentukan kapan sistem dapat mulai beroperasi. Pembangunan anjungan serta jalur bersama saja belum cukup bila sumber CO₂ yang akan diterima belum tersambung dan memenuhi syarat teknis pengangkutan.[2][9]

Keputusan investasi dan pembangunan

Mitra Porthos mengambil keputusan investasi akhir pada Oktober 2023. Pengumuman waktu itu memperkirakan investasi infrastruktur sebesar 1,3 miliar euro dan operasi mulai 2026. Biaya tersebut mengacu pada sistem pengangkutan dan penyimpanan yang mereka bangun, sedangkan pelanggan berinvestasi dalam fasilitas penangkapannya sendiri. Tahun 2026 pada pengumuman 2023 merupakan jadwal lama yang kemudian berubah. Penyajian kronologi perlu mempertahankan kedua pernyataan tersebut pada tanggalnya masing-masing, bukan memakai perkiraan awal seolah-olah sudah menjadi kenyataan.[2][4]

Konstruksi dimulai pada awal 2024. Pada April 2026 Porthos menyatakan pipa di wilayah pelabuhan dan bawah laut telah diletakkan, sumur injeksi telah diubah, serta pembangunan bangunan kompresor telah maju. Namun, berbagai komponen saling bergantung dan pengiriman material memerlukan waktu lebih lama daripada perkiraan awal. Pengelola kemudian menyatakan pengoperasian sebelum paruh kedua 2027 tidak lagi diharapkan. Penundaan itu tidak berarti semua pekerjaan terhenti; laporan kemajuan fisik dan perkiraan mulai injeksi menjelaskan dua aspek berbeda dari status proyek.[4][3]

Pada September 2026, Porthos mengumumkan sambungan pipa bagi Air Liquide telah dilas ke jaringan utama. Pengumuman yang sama menyebut fasilitas penangkapan CO₂ milik perusahaan itu masih dikerjakan. Penyambungan satu pelanggan ialah langkah penting dalam infrastruktur pengumpulan, tetapi belum menunjukkan adanya aliran CO₂ ke laut. Porthos juga melaporkan perubahan pada anjungan P18-A dan sumur yang sebelumnya dipakai untuk gas. Setiap bagian masih memerlukan integrasi, pengujian, dan izin operasi sebelum angka kapasitas tahunan dapat dibandingkan dengan volume yang benar-benar tersimpan.[10][3]

Pendanaan dan perizinan

Uni Eropa memberi dukungan melalui Connecting Europe Facility untuk kajian dan pembangunan jaringan. Badan pelaksana CINEA pada 2025 menyebut hibah kajian sebesar 6,5 juta euro dan hibah pekerjaan infrastruktur lebih dari 102 juta euro. Dukungan tersebut berkaitan dengan prasarana transportasi CO₂, bukan penilaian bahwa seluruh emisi industri Rotterdam telah ditangkap. Komisi Eropa menempatkan jaringan pengangkutan sebagai bagian dari kerja sama kawasan yang dapat melayani kegiatan industri lebih luas. Namun, perluasan ke wilayah lain memerlukan proyek, kontrak, dan izin tersendiri; kapasitas Porthos tahap awal terutama dikaitkan dengan pelanggan di Rotterdam.[6][2]

Izin ruang dan lingkungan proyek pernah disengketakan atas dampak emisi nitrogen saat pembangunan. Pada November 2022, Dewan Negara Belanda menilai pengecualian umum untuk emisi konstruksi tidak dapat digunakan, sehingga diperlukan penilaian tersendiri. Putusan akhir pada 16 Agustus 2023 menerima penilaian khusus yang diajukan pemerintah dan mempertahankan izin proyek. Pengadilan menjelaskan bahwa kenaikan deposisi nitrogen yang dinilai bersifat sementara dan terbatas pada kawasan tertentu, serta menegaskan perlunya analisis ekologis bagi proyek lain secara individual. Putusan ini menyangkut dampak dan izin konstruksi, bukan pembuktian kinerja penyimpanan CO₂ kelak.[11]

Otoritas Emisi Belanda pada Maret 2025 mengeluarkan izin emisi pertama bagi penyimpanan CO₂. Izin semacam itu mengatur pemantauan dan pelaporan dalam kerangka perdagangan emisi Eropa, sehingga volume yang disimpan dapat dipertanggungjawabkan. Di sisi bawah tanah, pengawas pertambangan Belanda telah memberi nasihat mengenai izin penyimpanan, termasuk perlunya pengelolaan risiko reservoir dan sumur. Adanya izin tidak menghapus kewajiban pengawasan selama injeksi maupun setelah lapangan ditutup. Keduanya adalah dasar hukum dan teknis untuk pekerjaan yang direncanakan, bukan bukti bahwa penyimpanan telah berlangsung sejak izin dikeluarkan.[12][8]

Penilaian ekonomi dan iklim

Netherlands Court of Audit menilai proyek pada 2024 dari sudut biaya dan pembagian risiko negara. Lembaga itu menganggap penyimpanan karbon dapat menjadi cara efisien untuk mengurangi emisi yang dihitung pemerintah, tetapi memperingatkan bahwa keuntungan pelanggan industri dapat jauh lebih besar daripada bagian keuntungan publik. Audit juga menyebut risiko jangka panjang setelah lapangan ditutup dan merekomendasikan pembagian manfaat serta risiko yang lebih adil pada proyek berikutnya. Penilaian ini dibuat dengan data dan jadwal yang tersedia pada 2024; proyeksi hasil finansialnya tidak sama dengan laba yang sudah direalisasikan.[9]

Dari sisi iklim, CO₂ yang berhasil ditangkap dan tetap berada dalam reservoir dapat mencegah emisi industri tertentu memasuki atmosfer. Akan tetapi, kapasitas rancangan 2,5 juta ton per tahun belum merupakan pengurangan yang sudah terjadi karena injeksi belum dimulai. Penilaian bersih juga harus memperhitungkan energi bagi penangkapan, kompresi, dan pengangkutan, serta pemantauan kemungkinan kebocoran. Proyek ini tidak menggantikan kebutuhan mengurangi emisi pada sumbernya melalui perubahan proses atau energi. Karena itu, angka penyimpanan kelak perlu dibandingkan dengan emisi asal dan operasi seluruh rantai CCS.[2][9][12]

Keadaan per Oktober 2026 menunjukkan jaringan pipa, sambungan industri, sumur, dan bangunan terkait telah mencapai tahap pembangunan lanjut, tetapi sistem belum memberikan layanan penyimpanan komersial. Jadwal mulai paling cepat pada paruh kedua 2027 berasal dari pembaruan pengelola dan masih merupakan perkiraan. Kelayakan Porthos sebagai pengurangan emisi akan lebih dapat diuji setelah tersedia catatan CO₂ yang ditangkap, dikirim, diinjeksi, dan dipantau dari waktu ke waktu. Hingga saat itu, informasi tentang kapasitas dan manfaat harus dibaca sebagai rancangan yang didukung keputusan investasi, izin, serta pekerjaan fisik yang tengah berlangsung.[4][10][12]

Laporan keuangan Pelabuhan Rotterdam untuk paruh pertama 2026 juga mencatat peninjauan jadwal Porthos dan memperkirakan sistem tidak beroperasi sebelum paruh kedua 2027. Pencatatan oleh salah satu mitra pemilik itu sejalan dengan pengumuman pengelola proyek pada April tahun yang sama. Kedua dokumen menunjukkan bahwa target operasi 2026 dalam keputusan investasi 2023 sudah diganti, meskipun pembangunan pipa serta anjungan berjalan. Pengukuran kemajuan sebaiknya menyebut jenis fasilitas yang selesai, sebab tanggal operasi membutuhkan kesiapan seluruh rangkaian dari penangkapan pada pelanggan hingga injeksi di laut.[13][4]

Pemantauan setelah injeksi menjadi bagian dari penilaian proyek karena CO₂ ditujukan tetap berada di bawah tanah dalam jangka panjang. Audit Belanda menerangkan bahwa tanggung jawab serta kemungkinan biaya bagi pemerintah dapat muncul setelah fasilitas ditutup dan kewajiban pengawasan berpindah sesuai aturan yang berlaku. Risiko itu merupakan salah satu alasan mengapa kelayakan ekonomi tidak cukup diukur dengan biaya membangun pipa atau pendapatan pelanggan saat awal operasi. Pengawasan reservoir, keadaan sumur, dan ketentuan penutupan perlu terus dibandingkan dengan volume yang benar-benar disimpan serta pembayaran antara operator, industri, dan negara.[9][8]

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ "File:Maasvlakte - luchtfoto 20191024-02.jpg". Wikimedia Commons. Diakses tanggal 2026-10-04.
  2. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 "First CO2 storage project in the Netherlands is launched". Porthos. 2023-10-18. Diakses tanggal 2026-10-04.
  3. 1 2 3 4 5 6 "Porthos CO2 infrastructure becomes a reality". Porthos. Diakses tanggal 2026-10-04.
  4. 1 2 3 4 5 6 7 "Schedule for the Porthos CO₂ transport and storage project revised". Porthos. 2026-04-16. Diakses tanggal 2026-10-04.
  5. ↑ Rotterdam CCUS project Porthos (PDF) (Laporan). Porthos. 2019. Diakses tanggal 2026-10-04.
  6. 1 2 "CEF Energy: visiting Porthos, the CO2 transport backbone in the port of Rotterdam area". CINEA, Komisi Eropa. 2025-03-19. Diakses tanggal 2026-10-04.
  7. ↑ "In which fields will the CO2 be stored? Who owns those fields?". Porthos. Diakses tanggal 2026-10-04.
  8. 1 2 3 "Adviezen SodM CO2-opslagvergunningen Porthos". Staatstoezicht op de Mijnen. 2021-12-17. Diakses tanggal 2026-10-04.
  9. 1 2 3 4 Carbon storage under the North Sea (Laporan). Netherlands Court of Audit. 2024-03-28. Diakses tanggal 2026-10-04.
  10. 1 2 "Golden weld connects Air Liquide to Porthos pipeline". Porthos. 2026-09-24. Diakses tanggal 2026-10-04.
  11. ↑ "Porthos-project mag doorgaan". Raad van State. 2023-08-16. Diakses tanggal 2026-10-04.
  12. 1 2 3 "NEa verleent eerste emissievergunning voor CO₂-opslag". Nederlandse Emissieautoriteit. 2025-03-17. Diakses tanggal 2026-10-04.
  13. ↑ Financiële vaste activa, halfjaarbericht 2026 (Laporan). Havenbedrijf Rotterdam. 2026. Diakses tanggal 2026-10-04.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan