Senin, 02 November 2026
10:23 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare

Poliembrioni

Bagikan:

Poliembrioni ialah sebuah fenomena biologis di mana satu sel telur yang telah dibuahi atau satu zigot berkembang dan membelah diri menjadi dua atau lebih embrio yang terpisah. Peristiwa ini berbeda dengan kehamilan kembar pada umumnya yang berasal dari dua sel telur yang berbeda, karena pada poliembrioni semua embrio yang dihasilkan berasal dari satu asal genetik yang sama, sehingga memiliki materi genetik yang identik. Fenomena ini tidak direncanakan dan terjadi secara alami akibat pembelahan awal sel yang tidak biasa setelah proses fertilisasi.[1]

Fenomena poliembrioni dapat ditemukan pada berbagai kelompok makhluk hidup, baik pada manusia, hewan, maupun tumbuhan. Pada manusia, contoh yang paling dikenal adalah kembar identik atau kembar monozigot. Pada hewan seperti armadillo beralur sembilan, poliembrioni bahkan terjadi secara wajib di mana satu zigot selalu menghasilkan empat anak yang identik. Sementara pada dunia tumbuhan, poliembrioni sangat umum terjadi pada tanaman seperti jeruk, mangga, dan bawang, di mana dalam satu biji dapat ditemukan beberapa embrio yang salah satunya berasal dari hasil pembuahan dan yang lainnya berasal dari jaringan induk.

Secara umum, poliembrioni memiliki peran dan makna yang berbeda tergantung pada konteksnya. Dari sudut pandang evolusi, ini dapat menjadi strategi reproduksi untuk meningkatkan jumlah keturunan dari satu kali pembuahan dengan efisien. Namun dalam pertanian, poliembrioni kadang menguntungkan karena dapat menghasilkan bibit klonal yang identik dengan induknya tanpa perlu pencangkokan, tetapi juga bisa merugikan jika embrio yang tidak diinginkan bersaing dengan embrio utama sehingga pertumbuhan bibit menjadi tidak optimal.

Referensi

  1. ↑ "Polyembryony and Apomixis". Reproductive Biology of Angiosperms: 357–389. 2023-01-05. doi:10.1017/9781009160414.013.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan