Rabu, 23 September 2026
11:45 WIB
TERKINI
Berita Terkuak: Modus Dua Pria Raup Jutaan dari Konten Mesum 'A Day in My Life' Berita Fenomena Bau Tak Sedap Malam Hari di Transjakarta Koridor 8 Jadi Sorotan Berita Bupati Boltara Sirajudin Lasena Terjaring OTT KPK, Proyek Jalan Disorot Regional Solo Safari Bantah Larang Hijab, Akui Ada Kesalahan Komunikasi Berita Banjir Bandang Landa Kompleks Pemkab Solok, Peralatan Kantor Hanyut dan Warga Mengungsi Berita Mengungkap Jaringan Video Asusila "A Day in My Life": Dua Pelaku Raup Jutaan Rupiah Berita Nusron Wahid Mundur dari Golkar, Serahkan Detail ke Bahlil Lahadalia Wawancara Tragedi 1965: Oka Rusmini Soroti Perampasan Hak Hidup Perempuan Prelude Dua Mantan Menteri Keuangan: Riwayat Berbeda di Kursi Kasir Negara Politik Kepala BGN Gencar Beriklan di Medsos, Benahi Citra Program Makan Bergizi Gratis Berita Terkuak: Modus Dua Pria Raup Jutaan dari Konten Mesum 'A Day in My Life' Berita Fenomena Bau Tak Sedap Malam Hari di Transjakarta Koridor 8 Jadi Sorotan Berita Bupati Boltara Sirajudin Lasena Terjaring OTT KPK, Proyek Jalan Disorot Regional Solo Safari Bantah Larang Hijab, Akui Ada Kesalahan Komunikasi Berita Banjir Bandang Landa Kompleks Pemkab Solok, Peralatan Kantor Hanyut dan Warga Mengungsi Berita Mengungkap Jaringan Video Asusila "A Day in My Life": Dua Pelaku Raup Jutaan Rupiah Berita Nusron Wahid Mundur dari Golkar, Serahkan Detail ke Bahlil Lahadalia Wawancara Tragedi 1965: Oka Rusmini Soroti Perampasan Hak Hidup Perempuan Prelude Dua Mantan Menteri Keuangan: Riwayat Berbeda di Kursi Kasir Negara Politik Kepala BGN Gencar Beriklan di Medsos, Benahi Citra Program Makan Bergizi Gratis
Plutonisme

Plutonisme

Pendapat dalam petrologi yang menyatakan bahwa semua batu-batuan adalah akibat dari kegiatan panas perut bumi

250px-Sir_Henry_Raeburn_-_James_Hutton%2C_1726_-_1797._Geologist_-_Google_Art_Project.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
James Hutton: Pemimin plutonisme

Plutonisme adalah pendapat dalam petrologi yang menyatakan bahwa semua batu-batuan adalah akibat dari kegiatan panas perut bumi, termasuk segala peristiwa penyusupan magma di antara lapisan-lapisan kulit bumi dan hal-hal yang mengenai intrusi serta prosesnya.[1] Hal ini berlawanan dengan neptunisme yang menyatakan bahwa batuan terbentuk melalui sedimentasi.[2] Plutonisme awalnya dikemukakan oleh Abbe Anton Moro (1687-1750) berdasarkan studi pulau vulkanik dan dikembangkan oleh James Hutton (ilmuwan Skotlandia dan pemimpin plutonisme).[3][4] Hutton memandang bumi sebagai tubuh yang dinamis yang berfungsi sebagai mesin pemanas.[4] Panas tersebut mengalir ke bawah benua dan meninggalkan sedimen di laut.[4] Panas menyebabkan bagian terluar dari bumi meluas dan mengangkat sedimen di laut untuk membentuk benua baru.[4]

Perbedaan plutonisme dengan neptunisme

Perbedaan paling signifikan antara plutonisme dan neptunisme adalah mengenai asumsi awal.[3] Abrahan Werner (neptunis) percaya pada pemahaman sejarah bumi dan gagasan proses transformasi bertahap serta uniformitarianisme.[3] Akan tetapi, ia tidak secara penuh menerima prinsip uniformitarianisme.[3] Bagi para neptunis, masa sekarang adalah kunci dari masa lalu.[3] Sementara itu, James Hutton (plutonis) menyatakan bahwa masa sekarang harus bisa menjelaskan semua proses pada masa lalu.[3]

Referensi

  1. Ichtiar Baru Van Hoeve; Hassan Shadily. Ensiklopedia Indonesia, Jilid 7 (edisi khusus). Jakarta: PT Ichtiar Baru van Hoeve.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Lokasi penerbit (link)
  2. "Plutonism". Diarsipkan dari asli tanggal 2014-09-06. Diakses tanggal 25 Juni 2014.
  3. 1 2 3 4 5 6 "Section Two: The Early Development of Modern Geology". Diarsipkan dari asli tanggal 2008-07-01. Diakses tanggal 25 Juni 2014.
  4. 1 2 3 4 "Plutonism". Diakses tanggal 25 Juni 2014.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan