Jumat, 09 Oktober 2026
16:23 WIB
TERKINI
Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Hukum Pujianto Divonis 8 Bulan Penjara: Perdagangan Ajinomoto Palsu Merugikan Konsumen Lampung Lampung Diprediksi Cerah Berawan, Hujan Lokal Sambangi Beberapa Wilayah Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Hukum Pujianto Divonis 8 Bulan Penjara: Perdagangan Ajinomoto Palsu Merugikan Konsumen Lampung Lampung Diprediksi Cerah Berawan, Hujan Lokal Sambangi Beberapa Wilayah
Plaosan, Magetan

Plaosan, Magetan

kecamatan di Kabupaten Magetan, Jawa Timur

Bagikan:
Plaosan
330px-Lake_Sarangan.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
330px-DSC00213_Java_Centre_Tawangmangu_Sarangan_Hill_of_vegetable_fields_in_terrace_%286220109354%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Dari atas ke bawah: Telaga Sarangan;
Kebun sayuran di Sarangan
Koordinat: 7°40′12″S 111°13′52″E / 7.67°S 111.2311°E / -7.67; 111.2311
Negara Indonesia
ProvinsiJawa Timur
KabupatenMagetan
Pemerintahan
 • CamatAyudya Primasmoro, S.STP., M.Si.
Populasi
 (2024)
 • Total52.995 jiwa
Kode pos
63361
Kode Kemendagri35.20.07 Suntingan nilai di Wikidata
Kode BPS3520070 Suntingan nilai di Wikidata
Luas66,09 km²
Desa/kelurahan15
Peta interaktif
osm-intl,10,a,a,270x200.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Plaosan%2C_Magetan&revid=29178521&groups=_d0b34ef51f3a0187e45dbc56483ff0f53ca38de0&parser=parsoid

Plaosan adalah salah satu kecamatan di Kabupaten Magetan yang terletak di lereng Gunung Lawu. Plaosan merupakan ikon pariwisata Magetan yang terletak di dataran tinggi dengan hawa yang sejuk dan pemandangan yang hijau. Destinasi wisata paling ikonik dari Magetan berada di kecamatan ini yaitu Telaga Sarangan, sebuah danau alami berukuran besar yang dikunjungi ribuan wisatawan dari berbagai daerah setiap tahunnya. Sarangan dikenal dengan kulinernya yaitu sate kelinci, serta dilengkapi fasilitas seperti persewaan kuda dan speedboat serta pasar wisata.[1] Plaosan juga memiliki banyak tempat wisata lain yang tidak kalah populer seperti Kebun Refugia, Mojosemi Forest Park, dan Lawu Green Forest.[2]

Plaosan berada di jalan provinsi strategis yang menghubungkan ibu kota Magetan di timur dengan Provinsi Jawa Tengah (Kabupaten Karanganyar) di barat. Perbatasan dengan Jawa Tengah dipisahkan oleh Gunung Lawu dengan jalur yang menanjak dan berkelok kelok serta dikelilingi oleh hutan pinus. Jalur tersebut merupakan jalan baru sebagai pengganti jalur lama yang lebih menanjak tetapi lebih sedikit berkelok.[3] Perkampungan paling ujung di perbatasan adalah Cemorosewu yang berbatasan dengan Tawangmangu di Jawa Tengah.[4] Cemorosewu adalah salah satu jalur resmi untuk mendaki puncak Gunung Lawu.[5]

Selain pariwisata, Plaosan juga dikenal sebagai sentra pertanian dan peternakan. Letaknya di dataran tinggi yang subur menjadikan kecamatan ini sebagai sentra sayur mayur di Magetan. Beberapa sayuran yang ditanam di Plaosan di antaranya kubis, wortel, sawi, tomat, dan lainnya. Sayuran tersebut dijual di Pasar Wisata Plaosan yang merupakan pusat agrobisnis terbesar di Madiun Raya.[6] Selain itu, Plaosan juga banyak ditanami buah-buahan seperti stroberi dan durian.[7] Sedangkan dari sektor peternakan, Plaosan merupakan pusat peternakan sapi perah di Magetan dengan salah satu sentranya dijadikan obyek wisata yaitu Kampung Susu Singolangu.[8]

Geografi

250px-Peta_Kecamatan_di_Magetan.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Peta lokasi Kecamatan Plaosan

Plaosan adalah kecamatan di barat Kabupaten Magetan yang berada di lereng Gunung Lawu dan berbatasan langsung dengan Provinsi Jawa Tengah. Plaosan memiliki geografi berupa dataran tinggi yang subur dan banyak ditanami komoditas sayur mayur. Sedangkan bagian baratnya masih banyak ditemui hutan yang asri. Jalur penghubung Magetan dengan Jawa Tengah diapit oleh Puncak Lawu di utara dan Gunung Mongkrang di selatan.

Jalur pendakian utama menuju puncak Gunung Lawu atau Hargo Dumilah (3.265 mdpl) adalah via Cemoro Sewu. Cemoro Sewu merupakan kampung paling barat dari Magetan dan berbatasan dengan Cemoro Kandang di Tawangmangu. Selain itu juga ada jalur lainnya untuk menuju Lawu, yaitu via Singolangu. Plaosan terdapat Telaga Sarangan yang merupakan danau terbesar di Magetan dengan luas sekitar 30 ha dan kedalaman 28 ha. Namun, juga terdapat danau lainnya yang lebih kecil yaitu Telaga Wahyu. Wilayah Plaosan merupakan hulu dari berbagai sungai penting di Magetan, salah satunya Sungai Gandong yang merupakan sungai terpanjang.

Batas wilayah Kecamatan Plaosan adalah sebagai berikut:[9]

Utara Kecamatan Sidorejo
Timur Kecamatan Ngariboyo
Selatan Kecamatan Poncol
Barat 20px-Seal_of_Karanganyar_Regency.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Kabupaten Karanganyar (Kecamatan Tawangmangu)

Daftar kelurahan, desa, dan dusun

Kecamatan Plaosan terdiri dari 2 kelurahan dan 13 desa yang dibagi menjadi beberapa dusun / dukuh / lingkungan. Namun sebelumnya juga terdapat 4 desa yang sejak tahun 2007 menjadi bagian dari kecamatan baru bernama Sidorejo, terdiri dari: Desa Sidorejo, Sidomulyo, Durenan, dan Getasanyar.

Desa dan kelurahan di Plaosan yakni sebagai berikut:

No. Nama Kelurahan / Desa Tipe Nama Dusun atau Dukuh Ref
1 Bogoarum Desa Bogosari, Dompong, Garum, Karanglo, Pandean, Tukbibis [9]
2 Bulugunung Desa Babar, Buket, Claket, Geneng, Sedran, Sepring, Tawang [9]
3 Buluharjo Desa Banyuputih, Dele, Demangharjo, Dungan, Maron, Pait, Suweru, Widoro [9]
4 Dadi Desa Dadi, Compok, Gemutri, Gupakan, Kuren, Ngerong, Ngwolo, Pakel [9]
5 Ngancar Desa Ngancar, Cemoro Sewu, Geyong [9]
6 Nitikan Desa Nitikan Barat, Nitikan Timur, Selonggono [9]
7 Pacalan Desa Pacalan, Dokingkin, Geneng, Sangeng [9]
8 Plaosan Kelurahan Plaosan 1, Plaosan 2, Duwet, Gulun, Kandenan, Kauman, Sale [9][10]
9 Plumpung Desa Plumpung, Dengkeng, Dukuh, Grombong, Legok, Mireng, Tawing [9]
10 Puntukdoro Desa Puntukdoro, Klaten, Ngelo, Ngrejeng, Prendetan [9]
11 Randugede Desa Bulu, Genggong, Karangbulu, Ndoyo, Sentul [9]
12 Sarangan Kelurahan Sarangan, Mandoran, Ngluweng, Singolangu [9][11]
13 Sendangagung Desa Durak, Jiwir, Kramat, Muning, Sengon [9]
14 Sidomukti Desa Carat, Dawuhan, Dayah, Dungan, Galuh, Guritan, Kalitengah, Nongkodandang, Papringan, Tonggoiro [9]
15 Sumberagung Desa Banaran, Mesih, Muwuh, Nitikan Kidul, Ngrandu [9]

Sejarah

lossy-page1-250px-Helling_van_de_Lawoe%2C_4500_voet_boven_de_zee%2C_bij_Sarangan%2C_Midden-Java%2C_KITLV_26040.tiff.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Telaga Sarangan di tahun 1935

Ikon dari Kecamatan Plaosan adalah Telaga Sarangan yang sudah populer sejak zaman kolonial Belanda. Pada akhir abad ke-19, warga Eropa mulai mengembangkan sektor pariwisata di Hindia Belanda. Salah satu lokasi yang populer adalah Telaga Sarangan di lereng Gunung Lawu. Terdapat fasilitas berupa penginapan, dengan salah satu yang terkenal adalah Grand Hotel Sarangan. Akses menuju Sarangan adalah melalui stasiun kereta di Madiun kemudian dilanjutkan naik mobil. Namun, jalur untuk naik ke telaga sebelum tahun 1937 masih belum memadai sehingga untuk mencapainya harus berjalan kaki, jasa tandu, atau sewa kuda. Warga pribumi dipekerjakan sebagai pengangkut barang, kusir kuda, pelayan akomodasi, dan sebagainya. Pariwisata di Sarangan terdampak dengan adanya Perang Dunia 2 di tahun 1940. Asosiasi pemilik hotel di Sarangan (ABHINI) mencabut keanggotaan warga Jerman. Hotel yang sepi akibat perang kemudian digunakan untuk menampung orang Jerman yang ditahan.[12]

  • Penginapan di Sarangan
    Penginapan di Sarangan
  • Jasa tandu menuju Sarangan
    Jasa tandu menuju Sarangan
  • Wisatawan Eropa di Sarangan
    Wisatawan Eropa di Sarangan
  • Jamuan makan di Hotel Sarangan
    Jamuan makan di Hotel Sarangan
  • Jasa sewa kuda di Sarangan
    Jasa sewa kuda di Sarangan
  • Sekelompok warga Eropa dan pribumi di sekitar Sarangan
    Sekelompok warga Eropa dan pribumi di sekitar Sarangan
  • Pemandangan sawah di lereng Lawu
    Pemandangan sawah di lereng Lawu
  • Pemandangan di sekitar Sarangan
    Pemandangan di sekitar Sarangan
  • Sebuah air terjun di sekitar Sarangan
    Sebuah air terjun di sekitar Sarangan
  • Pemandian di Ngerong
    Pemandian di Ngerong

Kebudayaan

250px-Labuhan_Sarangan_Magetan.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Labuhan Sarangan

Labuhan Sarangan

Labuhan Sarangan adalah tradisi yang diselenggarakan tiap tahunnya di Telaga Sarangan. Tradisi ini dilaksanakan setiap Jumat Pon di bulan Ruwah dalam kalender Jawa, untuk menyambut datangnya bulan Ramadhan setiap tahunnya. Labuhan Sarangan dilaksanakan oleh masyarakat Kelurahan Sarangan dan menjadi salah satu ikon budaya dari Magetan. Puncak acara dari tradisi tersebut adalah kirab atau arak-arakan tumpeng yang dimulai dari kantor Kelurahan Sarangan menuju telaga. Setelah berdoa, tumpeng sesaji kemudian diarak mengelilingi Telaga Sarangan menggunakan kapal motor. Setelah sampai di tengah telaga, tumpeng lalu dilarung atau ditenggelamkan. Tradisi ini adalah ungkapan rasa syukur terhadap Tuhan Yang Maha Esa atas melimpahnya hasil panen dan hasil bumi masyarakat Sarangan.[13] Tradisi Labuhan Sarangan dipadati ribuan wisatawan yang menonton tiap tahunnya, dan sekarang telah diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTB) Kementerian Kebudayaan.[14]

Tempat terkenal

250px-Sarangan_2009_Bennylin_09.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Berkuda di Sarangan
500px-DAMRI_Ponorogo%E2%80%93Sarangan_di_Terminal_Plaosan_%282022%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Terminal dan Pasar Plaosan
250px-Jalan-jalan_Ke_Telaga_Sarangan-1.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pasar wisata di Sarangan
  • Pasar Wisata Plaosan dan Terminal Plaosan - pusat agrobisnis se-Madiun Raya
  • Pasar Sapi Plaosan
  • Telaga Sarangan
  • Telaga Wahyu
  • Kebun Refugia Magetan
  • Mojosemi Forest Park
  • Lawu Green Forest
  • Mbah Djoe Resort
  • Kampung Batik Sidomukti[15]
  • Randugede Hidden Paradise
  • Pendakian Gunung Lawu via Cemoro Sewu
  • Kampung Susu Singolangu

Peristiwa

Pada tanggal 5 Januari 2013, Menteri BUMN Dahlan Iskan mengalami kecelakaan di wilayah Plaosan. Beliau melakukan uji coba mobil listrik produksi Indonesia Tucuxi dari Kota Solo. Mobil tersebut melaju dengan lancar sampai Tawangmangu, tetapi kemudian mengalami kendala ketika jalan mulai menurun menuju Sarangan. Mobil tersebut melaju kencang dan tidak dapat direm sehingga menabrak tebing di tepi jalan. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.[16]

Referensi

  1. ↑ Sukoco, Andi Hartik (2024-11-18). "Menikmati Sate Kelinci di Pinggir Telaga Sarangan". KOMPAS.
  2. ↑ Savira Oktavia (2023-09-18). "10 Wisata Alam di Lereng Gunung Lawu Magetan". DETIK JATIM.
  3. ↑ Moh Eko Suprayitno (2025-11-15). "Jalur Tembus Sarangan-Tawangmangu Tertutup Longsor, Pengguna Jalan Disarankan Pilih Jalur Lain, Tapi". magetan.pikiran-rakyat.com - PORTAL MAGETAN.
  4. ↑ Sugeng Harianto (2021-05-02). "Jelang Mudik Dilarang, Plat AD-AE Dominasi Perbatasan Jatim-Jateng Cemoro Sewu". DETIK.
  5. ↑ Raja Syeh Anugrah (2022-11-09). "'Tektok' Gunung Lawu via Cemoro Sewu". TELUSURI.id.
  6. ↑ Louis Rika Stevani (2025-10-06). "Khofifah sebut Pasar Plaosan Magetan jadi pusat agrobisnis Madiun Raya". ANTARA.
  7. ↑ Yoga Adhitama (2024-02-09). "Mengenal Tawing, Durian Khas Magetan yang Punya Rasa Manis & Pahit". ESPOS REGIONAL.
  8. ↑ Anton Suroso (2022-12-29). "Singolangu, Kampung Susu Sekaligus Jalur Pendakian Lawu yang Eksotis". LENSA MAGETAN.
  9. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 Kabupaten Magetan Dalam Angka 2025. BPS Kabupaten Magetan. 2025-02-28.
  10. ↑ "Kelurahan Plaosan : Total Dusun". magetan.go.id - Pemerintah Kabupaten Magetan. Diakses tanggal 2026-04-28.
  11. ↑ "Kelurahan Sarangan : Total Dusun". magetan.go.id - Pemerintah Kabupaten Magetan. Diakses tanggal 2026-04-28.
  12. ↑ M. Nur Wathoni A., Rojil Nugroho Bayu Aji (2022). "TELAGA SARANGAN: PARIWISATA ERA KOLONIAL (1938-1940)". Avatara: Jurnal Pendidikan Sejarah. 13 (1). Universitas Negeri Surabaya.
  13. ↑ Louis Rika Stevani (2026-03-01). [www.antaranews.com/berita/5444838/menjaga-labuhan-sarangan-menjadi-tradisi-dan-ikon-pariwisata-magetan "Menjaga Labuhan Sarangan menjadi tradisi dan ikon pariwisata Magetan"]. ANTARA.{{cite web}}: Periksa nilai |url=
  14. ↑ "Labuhan Sarangan Resmi Ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia". SEPUTAR JATIM. 2026-02-22.
  15. ↑ Mira Rachmalia (2025-10-16). "Kampung Batik Sidomukti, Sentra Batik Pring Sedapur dari Lereng Lawu". DETIK JATIM.
  16. ↑ Angga Aliya ZRF (2013-01-05). "Kronologi Kecelakaan 'Ferrari' Tabrak Tebing Menurut Dahlan Iskan". DETIK.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan