Senin, 26 Oktober 2026
06:42 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung
Pitjantjatjara

Pitjantjatjara

Bagikan:
Pitjantjatjara
250px-Anangu_ranger_at_Uluru.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Seorang Pitjantjatjara di Uluru
Daerah dengan populasi signifikan
Australia Tengah:Sekitar 4.000
Bahasa
Pitjantjatjara
Agama
Tradisional dan Kekristenan
Kelompok etnik terkait
Ngaanyatjarra, Yankunytjatjara

Pitjantjatjara (pelafalan Aborigin: [ˈpɪɟanɟaɟaɾa] atau [ˈpɪɟanɟaɾa]) adalah suku Aborigin yang menetap di kawasan gurun Australia Tengah. Mereka berkerabat dekat dengan suku-suku penutur bahasa Yankunytjatjara dan Ngaanyatjarra, dan mereka dapat memahami bahasa satu sama lain. Saat ini terdapat sekitar 4.000 orang Pitjantjatjara yang masih tersisa.

Mereka menyebut diri mereka Anangu (orang-orang). Wilayah tradisional suku Pitjantjatjara terletak di wilayah yang disebut "Tanah Aṉangu Pitjantjatjara Yankunytjatjara" di Australia Selatan bagian barat laut serta wilayah Teritori Utara di sebelah selatan Danau Amadeus. Komunitas Pitjantjatjara juga dapat ditemui tidak jauh dari perbatasan dengan Australia Barat. Wilayah-wilayah ini merupakan bagian yang tak terpisahkan dari identitas, kebudayaan dan kepercayaan tradisional Anangu.[1] Terdapat pula tempat-tempat yang dianggap suci oleh mereka, seperti Uluru dan Kata Tjuta.

Dalam sejarahnya, suku Pitjantjatara merupakan suku nomaden yang terdiri dari kelompok keluarga kecil. Mereka berpindah-pindah untuk mencari makanan dan air. Pada pertengahan abad ke-20, sebagian besar keluarga Pitjantjatara sudah meninggalkan gaya hidup lama mereka dan menetap di rumah-rumah baru yang mereka dirikan bersama. Meskipun begitu, mereka masih dapat mempertahankan budaya dan identitas mereka.

Catatan kaki

  1. ↑ Kimber, R. G., Man from Arltunga, Hesperian Press, Carlisle, Western Australia, 1986, esp. bab 12

Daftar pustaka


Ikon rintisan

Artikel bertopik kelompok etnik ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan