Rabu, 04 November 2026
04:24 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare

Pinisi Edutainment Park

Bagikan:
Pinisi Edutainment Park
Tokoh kunci
Abdul Latief
ProdukTheme Park Indoor
IndukALatief Corporation

Pinisi Edutainment Park adalah taman bermain yang berkonsep pendidikan (education) dan hiburan (entertainment) atau edutainment dibuka pada November 2012, yang dirancang menyerupai kota pelabuhan dengan mercu tanda sebuah kapal kayu tradisonal Pinisi. Pinisi Edutainment Park terletak di dalam area gedung Pasaraya lantai 8, 9, dan 10 yang berlokasi di Jalan Iskandarsyah II Nomor 2 Jakarta Selatan.[1]

Dirancang sebagai salah satu tujuan taman edutainment bagi anak usia 2-16 tahun, Pinisi Edutainment Park bukan hanya mengedepankan konsep pendidikan dan hiburan, tetapi keberadaan seni dan budayanya, bertujuan untuk menumbuhkembangkan kecintaan anak-anak pada kesenian dan kebudayaan Indonesia melalui kelas-kelas seni dan budaya seperti kelas membatik, pedalangan, tari, vokal, drama, angklung dan gamelan.[1]

Kelas Seni dan Budaya

Di dalam area Pinisi terdapat beberapa kelas yang mengenalkan seni dan budaya Indonesia seperti Kelas Vokal dan Drama, Kelas Angklung, Kelas Gamelan, Kelas Batik, Kelas Pedalangan, Kelas Tari serta Kelas Dekorasi Layang-layang. Kreativitas dan jiwa seni yang dimiliki anak-anak akan terstimulasi dan terpupuk sejak dini serta menanamkan kepercayaan diri serta keberanian anak-anak untuk tampil.[2][3]

Wahana Permainan

Wahana permainan yang dipadukan dengan permainan klasik anak-anak diantaranya permainan anak-anak yang ditunggangi (riding games) seperti; Carousel, Bumper Boat, Choo-choo Train, dan permainan yang menantang dan penuh petualangan (adventure) seperti flying fox, wall climbing, 4D Simulator, serta Kids Indoor Playground. Berbagai tantangan di wahana ini dirancang agar dapat menstimulasi anak untuk mengambil keputusan secara cepat serta kemampuan kerja sama dan interaksi terhadap sesama.[4]

Planetarium

Konsep planetarium layar datar dapat dinikmati di Teater Pinisi dengan durasi selama +/- 30 menit. Pengunjung dapat menyaksikan planetarium yang menampilkan pengenalan benda langit melalui stelarium dan film dokumenter "Dawn of The Space Age" yang didukung dengan tata suara dan cahaya. Anak-anak juga dapat menonton planetarium dan berfoto menggunakan kostum astronaut asli.[5]

Teater Cerita Rakyat

Salah satu cerita yang dihadirkan adalah cerita Lutung Kasarung yang diangkat dari legenda rakyat Sunda dipertunjukkan di area teater Pinisi. Lutung kasarung menceritakan tentang kehidupan sosial yang sarat dengan pengajaran mengenai saling tolong-menolong dan memaafkan. Di sini, anak-anak diperkenalkan tentang perbedaan antara bermain peran di dalam film dengan bermain drama di atas teater. Mereka pun diperkenalkan unsur-unsur yang dibutuhkan dalam sebuah pementasan drama atau teater, seperti dialog, ekspresi wajah, hingga gerak tubuh (gesture). Pertunjukkan Lutung Kasarung ini dapat dinikmati setiap hari.

Lihat pula

Referensi

  1. 1 2 "pinisi edutainment park diluncurkan". Diarsipkan dari asli tanggal 2014-02-24. Diakses tanggal 2013-12-04.
  2. ↑ "Kampanye cinta batik". Diarsipkan dari asli tanggal 2014-02-12. Diakses tanggal 2013-12-04.
  3. ↑ Kelas membatik
  4. ↑ Apa saja di pinisi edu?
  5. ↑ "Planetarium pinisi". Diarsipkan dari asli tanggal 2013-12-07. Diakses tanggal 2013-12-03.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan