Sabtu, 03 Oktober 2026
19:34 WIB
TERKINI
Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan
Pijat prostat

Pijat prostat

Bagikan:
250px-Digital_rectal_exam_nci-vol-7136-300.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Stimulasi prostat melalui rektum

Pijat prostat adalah tindakan pijat atau stimulasi kelenjar prostat pria untuk keperluan medis atau stimulasi seksual.

Prostat berperan dalam siklus respons seksual dan penting dalam produksi semen. Karena letaknya berdekatan dengan dinding anterior rektum, prostat dapat distimulasi melalui dinding anterior rektum atau dari luar melalui perineum.

Kegunaan medis

Pemeriksaan rektal digital

Pijat prostat merupakan bagian dari pemeriksaan rektal digital (DRE) yang secara rutin dilakukan oleh urolog pada pria untuk mendeteksi nodul kanker prostat serta memperoleh sampel sekresi prostat yang diekspresikan (EPS) untuk mikroskopi dan kultur mikrobiologi dalam rangka mendeteksi prostatitis.

Terapi untuk prostatitis

Artikel utama: Prostatitis

Pada akhir 1990-an, sejumlah kecil dokter mencoba pijat prostat yang dikombinasikan dengan antibiotik untuk mengobati prostatitis bakterial kronis, dengan hasil yang belum pasti.[1][2] Namun, dalam uji klinis yang lebih baru, pijat prostat tidak terbukti memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan penggunaan antibiotik saja.[3] Berdasarkan temuan tersebut, pijat prostat tidak secara resmi diakui dalam kedokteran sebagai pengobatan untuk gangguan medis apa pun. Pijat prostat tidak boleh dilakukan pada pasien dengan prostatitis akut, karena infeksi dapat menyebar ke bagian tubuh lain apabila pijat dilakukan.[4]

Sebagai praktik seksual

Umum

250px-Damm-Massage_%28Massage_des_Perineums%29.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pijat perineum dapat memicu gairah seksual atau meningkatkannya.
250px-Prostatamassage.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Prostat, organ kecil berbentuk agak bulat, dapat dipijat bersamaan dengan penis

Pijat prostat juga digunakan sebagai pijat erotis untuk stimulasi seksual, sering kali untuk mencapai orgasme. Prostat terkadang disebut sebagai "G-spot pria"[5] atau "P-spot".[6] Sebagian pria dapat mencapai orgasme melalui stimulasi kelenjar prostat, seperti pijat prostat atau hubungan seksual anal reseptif, dan pria yang melaporkan sensasi stimulasi prostat sering memberikan gambaran yang serupa dengan pengalaman perempuan mengenai stimulasi G-spot.[7][8] Stimulasi prostat terkadang dapat menghasilkan orgasme yang kuat dan intens.[7] Namun, semua orgasme pada pria, termasuk yang dihasilkan melalui stimulasi penis, melibatkan kontraksi otot pada kelenjar prostat.[9] Sebagian pria dapat mencapai orgasme hanya melalui stimulasi prostat.[7][10]

Terdapat sejumlah aspek keselamatan yang perlu diperhatikan terkait stimulasi prostat dan penetrasi anal. Penggunaan pelumas dalam jumlah yang cukup pada alat pemijat prostat dianjurkan untuk mencegah kerusakan pada lapisan rektum. Bakteri yang terdapat di dalam rektum juga menimbulkan risiko terkait kebersihan. Menerima stimulasi anal dapat menimbulkan sensasi ingin buang air besar; stimulasi prostat khususnya dapat menimbulkan sensasi ingin buang air kecil.[11][12]

Peralatan

250px-Prostate_vibrator_with_bottle_of_anal_lubricant.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Vibrator untuk stimulasi prostat

Pemijat prostat, atau stimulator prostat, adalah alat untuk memijat kelenjar prostat.[13]

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ Nickel JC, Downey J, Feliciano AE, Hennenfent B (1999). "Repetitive prostatic massage therapy for chronic refractory prostatitis: the Philippine experience". Techniques in Urology. 5 (3): 146–51. PMID 10527258.
  2. ↑ Shoskes DA, Zeitlin SI (1999). "Use of prostatic massage in combination with antibiotics in the treatment of chronic prostatitis". Prostate Cancer and Prostatic Diseases. 2 (3): 159–162. doi:10.1038/sj.pcan.4500308. PMID 12496826.
  3. ↑ Ateya A, Fayez A, Hani R, Zohdy W, Gabbar MA, Shamloul R (2006). "Evaluation of prostatic massage in treatment of chronic prostatitis". Urology. 67 (4): 674–8. doi:10.1016/j.urology.2005.10.021. PMID 16566972.
  4. ↑ Nickel JC (November 1999). "Prostatitis: evolving management strategies". The Urologic Clinics of North America. 26 (4): 737–51. doi:10.1016/S0094-0143(05)70215-9. PMID 10584615.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ Levin, R. J. (2018). "Prostate-induced orgasms: A concise review illustrated with a highly relevant case study". Clinical Anatomy. 31 (1): 81–85. doi:10.1002/ca.23006. PMID 29265651.
  6. ↑ Saleh, Naveed (3 Oktober 2014). "Hitting the P-Spot". The Red-Light District. Psychology Today.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  7. 1 2 3 Rosenthal, Martha (2012). Human Sexuality: From Cells to Society. Cengage Learning. hlm. 133–135. ISBN 978-0-618-75571-4.
  8. ↑ Ladas, Alice Kahn; Whipple, Beverly; Perry, John D. (1982). The G spot and other recent discoveries about human sexuality (Edisi 1st). New York: Holt, Rinehart, and Winston. hlm. 55. ISBN 978-0-03-061831-4. Men report that the orgasm they experience as a result of stimulation of the prostate gland is more like the pushing-down feeling reported by women in connection with the stimulation of the G spot.
  9. ↑ Blesi, Michelle (15 Juni 2021). Medical Assisting: Administrative & Clinical Competencies (dalam bahasa Inggris). Cengage Learning. hlm. 390. ISBN 978-0-357-50294-5. Diakses tanggal 13 September 2021.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  10. ↑ Wibowo, Erik; Wassersug, Richard J. (2016). "Multiple Orgasms in Men—What We Know So Far". Sexual Medicine Reviews. 4 (2): 136–148. doi:10.1016/j.sxmr.2015.12.004. PMID 27872023 – via ResearchGate.
  11. ↑ Thompson, Zahra (2016-03-31). "How to Give a Mind-Blowingly Hot Prostate Massage". SELF (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-06-20.
  12. ↑ "The male hot spot: Massaging the prostate". Go Ask Alice!. Columbia University. Diakses tanggal 11 September 2021.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  13. ↑ "Prostate Massager Guide: 6 Tips for Using a Prostate Massager". MasterClass. Diakses tanggal 22 Juni 2024.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan