Senin, 28 September 2026
06:56 WIB
TERKINI
Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda
Pierre Charron

Pierre Charron

CharronDet.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
Pierre Charron
250px-De_la_sagesse_-_1607.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
De la sagesse : trois livres / par Pierre Charron. – 3me ed. rev. et augm.– Paris : David Deuceur Libraire Iuré, 1607.

Pierre Charron adalah filsuf dan sekaligus teolog dari Prancis pada abad 16.[1] Dia dilahirkan pada tahun 1541 dan meninggal pada tahun 1603.[1] Pada awalnya Charron belajar bidang hukum, tetapi merasa tidak puas dengan profesi ini, kemudian dia bating setir ke dunia teologi dan akhirnya menjadi seorang imam.[1] Dia adalah orang yang menjalani hidup dengan pengasingan dan kedamaian, itulah tempramen yang dia mainkan di dalam konflik.[1] Barangkali sebagai hasil dari perilaku ini, seorang manusia dapat memiliki karakter ganda.[1] Penggunaan karakter ketika bertemu dengan situasi di sekitar dan menggunakan bantuan instrumen lain untuk menghadapinya, atau yang kedua adalah menjadi manusia yang asing, dan tidak terpengaruh oleh dunia sekitarnya.[1] Di sini, dia membela Gereja dan orang-orang beriman di dalamnya, dan tidak menjadi skeptis untuk diketahui oleh dunia.[1] Inilah isi dari kebijaksanaannya yang terdapat dalam karyanya berjudul De la Sagesse pada tahun 1601.[1] Setiap manusia harus mengetahui dirinya sendiri, kemudian hidup menurut alam, dan mengikuti kebajikan dari Kardinal dalam keadilan,m kekuasaan dan kesederhanaan.[1] Sifat manusia pada dasarnya sombong, lemah, tidak konsisten dan perlu dikasihani.[1] Manusia sama dengan binatang, hanya berbeda tingkatannya, dan dia harus mengusahakan secara khusus hukuman dari perbedaan itu.[1] Hanya "kehendak" yang mampu membuatnya tetap dalam kebebasan dari jiwa dan penghakiman.[1] Hal yang dia maksudkan adalah jiwa keilahian yang ada pada manusia, yang memberikannya nilai kebenaran.[1]

Sumbangan Chorran cukup berharga demi perdamaian di masyarakat.[2] Masyarakat yang sering berkonflik dalam hal agama dan dogma membuat Chorran mencari jalan lain, yaitu filsafat.[2] Dengan sumbangan filsafat Stoa yang memikirkan kebahagiaan dalam jiwa, maka secara psikologi, teori Chorran dapat diterima dan ternyata cukup memperbaiki keadaan.[2] Perang di masyarakat setidaknya melihat pentingnya perdamaian.[2] Ajaran gereja menjadi berkorelasi dengan praktik yang seharusnya.[2] Wajah ganda yang dimainkan gereja maupun masyarakat haruslah di atas dengan nilai-nilai kemanusiaan.[2]

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 (Inggris) Albert E. Avey., Handbook in The History of Philosophy, New York: Barnes & Noble, Inc, 1954
  2. 1 2 3 4 5 6 Renée Kogel., Pierre Charron, Jenewa: Librairie Drozz, S.A, 1972


Flag of PrancisBiography icon

Artikel bertopik biografi Prancis ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan