Rabu, 28 Oktober 2026
15:59 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Pierre-Auguste Renoir

Pierre-Auguste Renoir

Bagikan:
250px-Pierre_Auguste_Renoir%2C_uncropped_image.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pierre-Auguste Renoir (1841-1919), Ia adalah serorang pelukis Peranis yang terkenal dengan gerakan impresionisnya

Pierre-Auguste Renoir (lahir, 25 Februari 1841 di Limoges, Prancis - meninggal, 3 Desember 1919 di Cagnes) adalah seorang pelukis Prancis yang terkenal dengan gerakan impresionis dalam lukisannya.[1] Karya-karya awalnya yang biasanya snapshot impresionis kehidupan nyata, penuh warna berkilau dan cahaya.[1]

Renoir berasal dari keluarga sederhana, Ia merupakan putra seorang penjahit, Pierre-Auguste Renoir adalah anak keenam dari kedua orang tuanya, tetapi dua dari kakak-kakaknya meninggal sebagai bayi.[2] Keluarganya beremigrasi ke Paris antara 1844 dan 1846, dan tinggal di dekat Louvre, museum seni terkenal di dunia.[2] Renior menempuh pendidikan sekolah Katolik di daerah setempat dekat kawasan rumahnya.[2]

Sebagai seorang remaja, Renoir belajar bekerja sebagai seorang pelukis porselen.[2] Renoir belajar untuk menyalin desain untuk menghias piring dan piring lainnya.[2] Tak lama kemudian, Renoir mulai melakukan jenis lain lukisan dekoratif untuk mencari nafkah.[2] Renior juga mengambil kelas menggambar bebas di sekolah seni kota yang disponsori, yang dijalankan oleh pematung Louis-Denis Caillouette.[2] Akhirnya beberapa tahun Ia belajar melukis dengan meniru beberapa karya besar yang tergantung di Louver.[2] Setelah itu Renoir masuk ke École des Beaux-Arts, sekolah seni terkenal, pada tahun 1862.[2] Renoir juga menjadi mahasiswa Charles Gleyre.[2] Di studio Gleyre itu, Renoir berteman dengan tiga seniman muda lainnya: Frederic Bazille, Claude Monet, Alfred Sisley dan.[2] kemudian Ia bertemu bakatnya dan mulai berkembang seperti Camille Pissarro dan Paul Cezanne.[2]

Rujukan

  1. 1 2 "Encyclopedia Britannica". Diakses tanggal 26 Juni 2014.
  2. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 "Biography Pierre-Auguste Renior". Diakses tanggal 26 Juni 2014.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan