Sabtu, 31 Oktober 2026
01:10 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Piagam Sumpah

Piagam Sumpah

Bagikan:
250px-5jo1.gif?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Piagam Sumpah yang dicetak resmi.

Piagam Sumpah (五箇条の御誓文, Gokajō no Goseimon, atau secara lebih harafiah, Sumpah dalam Lima Pasal) diperundang-undangkan pada masa pengukuhan tahta Kaisar Meiji di Jepang pada tanggal 7 April 1868.[1] Sumpah ini merangkum tujuan-tujuan utama dan arah tindakan yang harus diikuti selama pemerintahan Kaisar Meiji, memberi jalan untuk modernisasi Jepang dari sisi legal. Tulisan ini tetap berpengaruh pada masa pemerintahan Meiji, lebih kepada tulisan pemberi inspirasi hingga memasuki abad ke-duapuluh, dan bisa dibilang bertindak sebagai konstitusi pertama dari Jepang modern.[2]

Isi Teks

Seperti yang tertera di judulnya, isi teks dari sumpah tersebut terdiri dari lima pasal:

Dengan sumpah ini, kita dirikan tujuan dari pembentukan kemakmuran nasional dengan dasar yang luas dan dalam rangka konstitusi serta hukum.

  1. Pembentukan dewan secara luas di berbagai daerah, semua persoalan penting dimusyawarahkan bersama
  2. Semua kalangan, atas dan bawah, harus bersatu dalam menjalankan urusan negara.
  3. Rakyat biasa, begitu pula pejabat pusat dan militer, harus diperbolehkan untuk melakukan hal-hal yang diingini sehingga tidak mereka tidak bosan.
  4. Kebijakan lama yang buruk ditinggalkan, dan semuanya dibiarkan berdasarkan hukum alam.
  5. Pengetahuan harus dicari hingga ke seluruh dunia demi memperkuat fondasi kekuasaan kekaisaran

[3]

Lihat Juga

Catatan Kaki

  1. ↑ Keene, p. 137. Other translations are seen in the literature, such as Five-Article Oath or Charter Oath in Five Articles.
  2. ↑ Keene, p. 340, notes that one might "describe the Oath in Five Articles as a constitution for all ages."
  3. ↑ McLaren, p. 8, quoted in De Bary et al., p. 672.

Referensi

Bacaan lebih lanjut

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan