Rabu, 28 Oktober 2026
15:18 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK

Philip E. Nelson

Bagikan:

Philip E. Nelson (kelahiran 1934[1]) adalah ilmuwan pangan Amerika Serikat yang dikenal dalam pengembangannya mengenai pemrosesan dan pengemasan pangan menggunakan gas klorin dioksida dan cairan hidrogen peroksida untuk sterilisasi produk pangan. Ia merupakan profesor bidang Pengolahan Pangan di Departemen Ilmu Pangan Universitas Purdue. Ia menerima Penghargaan Pangan Dunia pada tahun 2007 untuk karyanya mengenai penyimpanan pangan secara aseptik.[2][3]

Nelson merupakan presiden Institute of Food Technologists pada tahun 2001-2002. Ia menerima penghargaan dari IFT berupa Food Technology Industrial Achievement Award pada tahun 1976 dan 1980, Nicholas Appert Award tahun 1995, dan Carl R. Fellers Award tahun 2005.

Ia pensiun dari aktivitas mengajar di Purdue pada tahun 2010. Sebuah aula di Gedung Ilmu Pangan di Purdue dinamai Philip E. Nelson Hall of Food Science untuk menghargai jasanya.[4]

Referensi

  1. ↑ "The Word Food Prize" (PDF). Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2007-10-26. Diakses tanggal 2014-07-12.
  2. ↑ "World Food Prize – 2007 World Food Prize Laureate Revolutionized Post-Harvest Technology". Diarsipkan dari asli tanggal 2007-09-27. Diakses tanggal 2014-07-12.
  3. ↑ "Happynews.com, June 18, 2007, reproducing an Associated Press article, "Indiana Scientist Awarded World Food Prize"". Diarsipkan dari asli tanggal 2013-12-20. Diakses tanggal 2014-07-12.
  4. ↑ "Purdue honors Nelson". Food Technology. October 2010. p. 94.

Pranala luar


Ikon rintisan

Artikel bertopik biografi mengenai ilmuwan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan