Minggu, 18 Oktober 2026
23:21 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten
Petrus dalam Islam

Petrus dalam Islam

Bagikan:
60px-Question_book-new.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini tidak memiliki referensi atau sumber tepercaya sehingga isinya tidak bisa dipastikan. Tolong bantu perbaiki artikel ini dengan menambahkan referensi yang layak. Tulisan tanpa sumber dapat dipertanyakan dan dihapus sewaktu-waktu.
Cari sumber: "Petrus dalam Islam" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
Bagian dari serial tentang
Santo Petrus
Detail dari El Greco
Dalam Perjanjian Baru
Lain-lain

Syam’un As-Shafa (bahasa Arab:شَمْعُون ٱلصَّفَا, Šamʿūn aṣ-Ṣafā) atau juga dikenal sebagai Syam’un ibn Hammun (شَمْعُون ٱبْن حَمُّون, Šamʿūn ibn Ḥammūn) menurut tradisi Muslim dan ilmu tafsir, ia merupakan salah satu dari para murid asli Isa.[1] Meskipun murid-murid Isa tidak memainkan peran utama dalam teologi Islam, mereka mencolok karena mereka adalah satu-satunya kelompok murid yang secara khusus diidentifikasi dalam Al-Qur'an.[2] Figur Syam’un khususnya dalam teologi Syiah, berpengaruh karena ia umumnya dianggap sebagai Imam pertama setelah Isa,[3] dan sehingga selaras dengan pandangan Kristen (khususnya Katolik Roma) terhadap Petrus sebagai 'Pangeran Para Rasul'.

Dalam Al-Qur'an jelas menyatakan bahwa para pengikut Isa adalah orang-orang yang teguh beriman kepada Allah. Al-Qur'an mencatat bahwa ketika Isa mulai merasakan penolakan dari orang Bani Israil, ia bertanya kepada orang-orang siapa di antara mereka yang akan menjadi pendukungnya dalam menyampaikan Injil. Saat itulah para pengikutnya bangkit dan meminta Isa untuk menjadi saksi bahwa mereka telah tunduk kepada Allah dan berjanji untuk tetap setia mendampingi Isa sepanjang hidupnya.[4] Al-Qur'an juga mencatat bahwa Allah mengilhami para pengikut itu untuk beriman kepada pesan-Nya dan utusan-Nya. Al-Qur'an juga menceritakan tentang perjamuan dari Surga, yang menjadi tanda bagi para pengikut Isa.[5] Meskipun Al-Qur'an tidak menyebutkan nama atau jumlah para pengikut, tafsir Al-Qur'an menyebutkan nama-nama mereka, dengan Petrus biasanya tercantum di urutan pertama dalam semua daftar, sesuai dengan perannya sebagai kepala para pengikut.[6]

Ada banyak kejadian yang melibatkan Syam’un yang diceritakan dalam tradisi Muslim dan ilmu tafsir. Salah satu yang paling terkenal adalah kisah pemberitaan Syam’un di Antiokhia, yang erat kaitannya dengan kisah Habib Al-Najjar. Tradisi Muslim menceritakan bahwa dua dari murid Isa, Yohanes dan Yudas, pergi untuk memberitakan Injil di Antiokhia, karena penduduknya menyembah berhala. Namun, sedikit orang yang mengikuti pesan mereka, meskipun kedua murid itu telah melakukan berbagai mukjizat termasuk menyembuhkan orang sakit dan buta.[7] Para murid menyembuhkan anak Habib dan Habib membantu memberitakan Injil kepada penduduk. Ketika kabar tentang para murid itu sampai kepada gubernur kota, dia memanggil Yohanes dan Yudas untuk dilihat. Karena gubernur tidak setuju dengan pesan Tuhan, dia memasukkan Yohanes dan Yudas ke dalam penjara. Ketika kedua orang itu di penjara, Syam’un pergi ke Antiokhia. Syam’un diizinkan melakukan mukjizat di depan gubernur, di mana dia membangkitkan seorang anak yang telah mati selama tujuh hari. Orang-orang menolak untuk percaya pada kata-kata Syam’un, dan marah dengan Habib karena imannya, mereka merajamnya hingga meninggal.[8] Sumber non-Muslim menyatakan bahwa Syam’un kemudian pergi ke Roma untuk memberitakan Injil.[9]

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ Historical Dictionary of Prophets In Islam And Judaism, Brandon M. Wheeler, Disciples of Christ: "Muslim exegesis identifies the disciples as Peter, Andrew, Matthew, Thomas, Philip, John, James, Bartholomew, and Simon"
  2. ↑ Qur'an 3:49-53
  3. ↑ No god but God, Reza Aslan, Random House Trade Paperbacks, 2006
  4. ↑ Qur'an Ali Imran:52: Maka ketika Isa merasakan keingkaran mereka (Bani Israil), dia berkata, "Siapakah yang akan menjadi penolongku untuk (menegakkan agama) Allah?" Para Ḥawāriyyūn (sahabat setianya) menjawab, "Kamilah penolong (agama) Allah. Kami beriman kepada Allah, dan saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang Muslim.
  5. ↑ Qur'an 5:111-115
  6. ↑ Hampir semua sarjana klasik dan modern menerima sebagian besar daftar Perjanjian Baru sebagai daftar yang masuk akal dan B. M. Wheeler menyatakan: "Penafsiran Muslim mengidentifikasi para murid sebagai Petrus, Andreas, Matius, Thomas, Filipus, Yohanes, Yakobus, Bartolomeus, dan Simon"
  7. ↑ Hughes Dictionary of Islam, T. P. Hughes, "Habib An-Najjar", pg. 153
  8. ↑ Hughes Dictionary of Islam, T. P. Hughes, "Habib An-Najjar", pg. 153
  9. ↑ A-Z of Prophets in Islam and Judaism, B. M. Wheeler, "Disciples of Jesus"
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan