Jumat, 30 Oktober 2026
13:50 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Petrus Chanel

Petrus Chanel

Bagikan:
Santo Petrus Chanel
Peter_Chanel.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
Lahir(1803-07-12)12 Juli 1803
Cuet, dekat Belley, Prancis
Meninggal28 April 1841(1841-04-28) (umur 37)
Pulau Futuna
Dihormati diGereja Katolik Roma
Beatifikasi17 November 1889, Roma oleh Paus Leo XIII
Kanonisasi12 Juni 1954, Roma oleh Paus Pius XII
Tempat ziarahFutuna
Pesta28 April

Petrus Chanel (12 Juli 1803 – 28 April 1841) adalah seorang misionaris di pulau Futuna (Lautan Teduh).[1] Pada umur tujuh tahun, Petrus bekerja sebagai penggembala.[2] Seorang pastor melihat potensi Petrus sehingga meminta izin kepada orang tuanya supaya Petrus diperbolehkan bersekolah.[2] Setelah itu, Petrus masuk ke seminari dan akhirnya menjadi imam.[2] Petrus meminta supaya ia dipekerjakan di daerah pekabaran Injil.[2] Bersama dengan beberapa misionaris, ia berangkat ke Pulau Futuna, di Kepulauan Pasifik.[1][2] Pada awalnya, ia dan misionaris lainnya diterima dengan baik oleh penduduk setempat.[1][2] Akan tetapi, raja menjadi iri karena Petrus disegani oleh rakyatnya.[1][2] Raja kemudian memerintahkan bawahannya untuk memukuli Petrus hingga tewas.[1][2] Petrus menjadi martir pertama di Kepulauan Pasifik.[1]

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 6 A. Heuken. 1985. Ensiklopedi Orang Kudus. Jakarta: Yayasan Cipta Loka Caraka. Hal. 249.
  2. 1 2 3 4 5 6 7 8 (Indonesia) Bernadette McCarver Snyder. 2001. 115 Kisah Santo-Santa yang Mengasyikkan. Yogyakarta: Kanisius. Hal. 109-110.


Ikon rintisan

Artikel bertopik Santo dan Santa ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan