Jumat, 23 Oktober 2026
20:42 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada
Petit suisse

Petit suisse

Bagikan:
Petit suisse
250px-Petit-suisse_assiette.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Negara asalPrancis
Sumber susuSapi
DipasteurisasiYa
TeksturLembut
Kadar lemak40%
SertifikasiTidak[1]

Petit suisse adalah keju segar dari Prancis yang menggunakan susu sapi yang dipasteurisasi.[1] Keju ini pertama kali ditemukan oleh Charles Gervais, seorang pekerja di pabrik keju di Normandy yang berasal dari Swiss, pada abad ke-19.[1][2] Ia memutuskan untuk membuat sebuah variasi dari keju Neufchâtel.[1][2] Ia mencampurkan krim ke dalam dadih segar dan kemudian menjualnya sebelum bagian kulit yang berwarna putih dan lembut sempat terbentuk.[1] Keju Petit-Suisse umumnya memiliki bentuk yang bundar dan memiliki rasa yang manis sekaligus asam.[2] Keju ini cocok untuk dimakan bersama dengan selai, buah-buahan, madu, dan kacang.[2] Keju tersebut juga digunakan untuk membuat beberapa hidangan penutup tradisional dari Prancis.[2]

Lihat pula

Rujukan

  1. 1 2 3 4 5 (Inggris) Harbutt, Juliet (2006). The World Encyclopedia of Cheese. Anness Publishing Ltd. ISBN 978-1-84309-960-4. Page 38.
  2. 1 2 3 4 5 (Inggris) Petit -Suisse, Cheese.com. Diakses pada 7 Juni 2010.

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Petit-suisse.


Ikon rintisan

Artikel bertopik keju ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan