Minggu, 18 Oktober 2026
22:46 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten

Petis ayam

Bagikan:
Infotaula de menjarPetis ayam
Asal
Nama lain nomsPetis ayam
WilayahPurwareja Klampok
Mandiraja
Banjarnegara
Negara asalIndonesia
Rincian
PiringMenu utama
Suhu penyajianhangat
Bahan utamaayam, kelapa sangrai, santan, bumbu dll
VariasiBeragam varian di seluruh Indonesia.

Petis ayam adalah makanan khas kabupaten banjarnegara, bahan utamanya adalah daging ayam yang dimasak dengan bumbu kaya rempah dan menggunakan "petis kelapa", bukan petis udang. Petis kelapa ini terbuat dari kelapa sangrai yang dihaluskan dan memiliki rasa manis, legit, serta gurih. Makanan ini biasanya disajikan dengan ketupat atau lontong dan sayur pepaya muda atau sayur lodeh. Bahan dan proses pembuatan Bahan utama: Ayam, kelapa sangrai, dan santan. Bumbu: Bawang putih, bawang merah, jahe, kunyit, gula jawa, kemiri, daun salam, serai, dan ketumbar.

Proses Kelapa parut disangrai hingga kering lalu dihaluskan menjadi bumbu petis. Bumbu-bumbu halus ditumis bersama santan, potongan daging ayam, dan bumbu pelengkap lainnya seperti daun salam dan serai. Masakan dimasak hingga bumbu meresap dan kuah menyusut.[1]

Ciri khas Perbedaan dengan petis Jawa Timur Tidak menggunakan petis udang, melainkan "petis kelapa" atau "petis koya". Rasa: Manis, legit, dan gurih dengan aroma rempah yang kaya. Penyajian: Umumnya disajikan dengan ketupat atau dan sayur pendamping seperti sayur pepaya muda atau sayur lodeh.[2]

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ name=Resep petis ayam khas Banjarnegara radar banyumas.disway.id diakses tanggal 15 Oktober 2025.
  2. ↑ name=Rahasia dapur nenek petis ayam khas banjarnegara kaya rempah www.transtv.co.id diakses tanggal 15 Oktober 2025.
Ikon rintisan

Artikel bertopik makanan atau minuman Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan