Kamis, 29 Oktober 2026
05:46 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK

Peter Plogojowitz

Bagikan:

Peter Plogojowitz (bahasa Serbia: Petar Blagojević/Петар Благојевић; meninggal 1725) adalah petani Serbia yang dipercaya menjadi vampir setelah kematiannya dan membunuh sembilan warga desa. Kasus ini adalah salah satu kasus vampir terawal, termahsyur, dan terdokumentasikan. Kasus ini dicatat oleh Imperial Provisor Frombald, sebuah lembaga administrasi Austria yang menyaksikan penusukan Plogojowitz.

Kisahnya

Peter Plogojowitz tinggal di desa Kisilova (kemungkinan Kisiljevo modern). Plogojowitz meninggal pada tahun 1725, dan kematiannya diikuti oleh beberapa kematian mendadak warga lain (dilaporkan bahwa masing-masing terjadi setelah 24 jam). Dalam delapan hari, sembilan orang meninggal. Para korban diduga diserang oleh Plogojowitz pada malem hari. Istri Plogojowitz menyatakan bahwa Plogojowitz mendatanginya dan meminta sepatunya; setelah kejadian itu sang istri langsung pindah ke desa lain. Dalam legenda lainnya, dikatakan bahwa Plogojowitz kembali ke rumahnya dan meminta makanan pada putranya. Ketika putranya menolak, Plogojowitz pun membunuhnya. Penduduk desa akhirnya memutuskan untuk menggali kuburannya dan memeriksa apakah ada tanda-tanda vampirisme, seperti hilangnya tanda pembusukan atau rambut, gigi, dan kuku yang masih tumbuh.

Para penduduk Kisilova meminta Kameralprovisor Frombald, bersama pendeta lokal, untuk hadir pada saat prosesi penggalian. Frombald mencoba meyakinkan penduduk bahwa harus izin dari otoritas Belgrade. Namun para penduduk takut ketika izin itu keluar, seluruh desa mungkin sudah dimangsa oleh vampir. Mereka meminta Frombald untuk memberi izin, jika tidak, semua penduduk akan meninggalkan desa itu. Frombald akhirnya terpaksa setuju.

Bersama pendeta Veliko Gradište, Frombald menyaksikan penggalian jenazah Peter Plogojowitz dan sangat takjub ketika melihat bahwa mayat itu menampakkan tanda-tanda vampir. Mayat itu tidak membusuk, rambutnya tumbuh, ada "kulit dan kuku baru" (karena bagian luarnya sudah terkelupas), dan di mulutnya ada darah. Para penduduk menjadi marah dan menusuk jantung mayat itu, yang menyebabkan darah mengalir dari telinga dan mulut mayat. Kemudian mayat itu dibakar. Frombald menyimpulkan dalam laporannya bahwa, jika suatu hari nanti diketahui bahwa tindakan itu salah, maka dia tak boleh disalahkan, karena para penduduk pada saat itu merasa sangat takut. Pihak berwenang sendiri merasa tak perlu melakukan langkah lanjutan.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan