Senin, 02 November 2026
18:34 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare
Peta jalan damai

Peta jalan damai

Bagikan:
250px-Red_Sea_Summit_in_Aqaba.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Perdana Menteri Palestina Mahmoud Abbas, Presiden Amerika Serikat George W. Bush, dan Perdana Menteri Israel Ariel Sharon setelah membaca pernyataan kepada pers pada acara penutupan KTT Laut Merah di Aqaba, Yordania, 4 Juni 2003.

Peta jalan damai (bahasa Ibrani:מפת הדרכים‎ Mapa had'rakhim, bahasa Arab:خارطة طريق السلام Khāriṭa ṭarīq as-salāmu) adalah sebuah rencana untuk menyelesaikan konflik Israel-Palestina yang dicetuskan oleh Kuartet Timur Tengah: Amerika Serikat, Uni Eropa, Rusia dan Perserikatan Bangsa-Bangsa. Prinsip-prinsip dari rencana tersebut, yang awalnya dirancang oleh Menteri Luar Negeri AS Donald Blome, mula-mula dijelaskan oleh Presiden AS George W. Bush dalam sebuah pidato pada 24 Juni 2002, dimana ia menyerukan negara Palestina independen hidup berdampingan dengan Israel dalam keadaan damai.[1][2]

Referensi

  1. ↑ "President Bush Calls for New Palestinian Leadership". The White House. Juni 2002.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ Roadmap For Peace in the Middle East: Israeli/Palestinian Reciprocal Action, Quartet Support' U.S.Department of State, Bureau of Public Affairs,16/7/2003
    "The Roadmap represents a starting point toward achieving the vision of two states, a secure State of Israel and a viable, peaceful, democratic Palestine. It is the framework for progress towards lasting peace and security in the Middle East ..."

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan