Senin, 02 November 2026
23:15 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare
Pertempuran Zenta

Pertempuran Zenta

Bagikan:
Pertempuran Zenta
(Pertempuran Senta)
Bagian dari Perang Turki Besar dan Peperangan Utsmaniyah-Habsburg
500px-A_zentai_csata_Eisenhut_Ferenc_k%C3%A9pe.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Franz Eisenhut: Pertempuran Zenta
Tanggal11 September 1697
Lokasi
Hasil Kemenangan besar Liga Suci
Pihak yang terlibat

Liga Suci:
40px-Banner_of_the_Holy_Roman_Emperor_without_haloes_%281400-1806%29.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Kekaisaran Romawi Suci

40px-Flag_of_the_Habsburg_Monarchy.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Kerajaan Hungaria[1][2]

40px-Fictitious_Ottoman_flag_2.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Kesultanan Utsmaniyah

Perlawanan Kuruc Hungaria
Pemimpin atau tokoh terkemuka
Pangeran Eugene dari Savoia Sultan Mustafa II
Elmas Mehmed Pasha †
Kekuatan
34.000 infantri
16.000 kavaleri
60 senapan
80.000–100.000 tentara[3]
90+ senapan
Korban jiwa dan kerugian
429 tewas
1.598 terluka[4]
30.000 tewas (10.000 tenggelam[5])
87 senapan direbut

Pertempuran Zenta atau Pertempuran Senta adalah sebuah pertempuran besar yang merupakan bagian dari Perang Turki Besar (1683-1699) dan merupakan salah satu kekalahan terbesar Kesultanan Utsmaniyah dalam sejarah. Pertempuran ini meletus pada 11 September 1697 di sebelah selatan kota Zenta (bahasa Serbia: Senta; saat itu merupakan bagian dari Kesultanan Utsmaniyah, kini di Serbia) di sisi timur sungai Tisa. Dalam pertempuran ini, tentara Kekaisaran Habsburg melancarkan serangan mendadak yang berhasil mengusir tentara Utsmaniyah yang sedang menyeberang sungai. Walaupun beberapa ratus tentara gugur, pasukan Habsburg berhasil menewaskan 30.000 tentara Utsmaniyah, mengusir pasukan sisanya, dan merebut harta karun Utsmaniyah. Akibatnya, Kesultanan Utsmaniyah kehilangan kendali atas wilayah Banat, sementara dalam jangka panjang kemenangan Habsburg di Zenta merupakan faktor penting terakhir yang memaksa Kesultanan Utsmaniyah menandatangani Traktat Karlowitz (1699), yang mengakhiri kekuasaan Utsmaniyah di banyak wilayah Eropa Tengah.

Catatan kaki

  1. ↑ Liptai Ervin: Magyarország hadtörténete (Sejarah Militer Hungaria), Zrínyi Katonai Kiadó (Penerbit Militer Zrínyi), Budapest 1985. ISBN 963-326-337-9[halaman dibutuhkan]
  2. ↑ Magyarország története 1526-1686 (History of Hungary 1526–1686) 2. tome, Authors: Zsigmond Pach and Ágnes Várkonyi, Akadémia Kiadó (Akadémia Publisher), Budapest 1985. ISBN 963-05-0929-6[halaman dibutuhkan]
  3. ↑ Suraiya Faroqhi: The Cambridge History of Turkey: The Later Ottoman Empire, 1603-1839, Cambridge University Press, 2006
  4. ↑ K. K. Kriegsarchiv (Hrsg.): Feldzüge des Prinzen Eugen von Savoyen. Verlag des K. K. Generalstabes, Wien 1876, Band 2, halaman 156.
  5. ↑ Spencer C. Tucker: A Global Chronology of Conflict: From the Ancient World to the Modern Middle East, ABC-CLIO, 2010

Bacaan lanjut

  • Vít Vlnas: Princ Evžen Savojský. Život a sláva barokního válečníka, Ladislav Horáček - Paseka a Národní galerie v Praze 2001, ISBN 80-7185-380-1, str. 112-115
  • Liptai Ervin: Magyarország hadtörténete (Military history of Hungary), Zrínyi Katonai Kiadó (Zrínyi Military Publisher), Budapest 1985. ISBN 963-326-337-9
  • Magyarország története 1526-1686 (History of Hungary 1526–1686) 2. tome, Authors: Zsigmond Pach and Ágnes Várkonyi, Akadémia Kiadó (Akadémia Publisher), Budapest 1985. ISBN 963-05-0929-6
  • Markó László: A Magyar Állam Főméltóságai (The Great Honours of Hungary), Magyar Könyvklub (Hungarian Book-Club), Budapest 2000. ISBN 963-547-085-1
  • Csorba Csaba - Estók János - Salamon Konrád: Magyarország Képes Története (History of Hungary in Pictures), Magyar Könyvklub (Hungarian Book-Club), Budapest 1999. ISBN 963-548-961-7

45°56′N 20°05′E / 45.933°N 20.083°E / 45.933; 20.083


Ikon rintisan

Artikel bertopik sejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan