Sabtu, 31 Oktober 2026
02:36 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Pertempuran Seonghwan

Pertempuran Seonghwan

Bagikan:
Pertempuran Seonghwan
Bagian dari Perang Tiongkok-Jepang Pertama
330px-16126.d.1%2846%29-Long_live_the_Great_Japanese_Empire%21_Our_army%27s_victorious_attack_on_Seonghwan.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Ukiyo-e karya Mizuno Toshikata, Agustus 1894
Tanggal28–29 Juli 1894
Lokasi
dekat Cheonan, Korea
Hasil Kemenangan Jepang
Pihak yang terlibat
Kekaisaran Jepang Kekaisaran Jepang Dinasti Qing Dinasti Qing
Pemimpin atau tokoh terkemuka
Mayor Jenderal Ōshima Yoshimasa Jenderal Ye Zhichao
Kekuatan
4.000 3.880 (Tentara Beiyang)
Korban jiwa dan kerugian
34 tewas, 54 luka-luka[1] 500 tewas atau luka-luka[1]

Pertempuran Seonghwan (成歓の戦い), kadang disebut juga (dalam bahasa Jepang: 牙山作戦) adalah pertempuran darat besar pertama dari Perang Sino-Jepang Pertama yang terjadi pada 29 Juli 1894 di Seonghwan, di luar Cheonan, Chungcheongnam-do Korea antara pasukan Meiji Jepang dan Dinasti Qing, Tiongkok.

Referensi

Bacaan lebih lanjut

  • Chamberlin, William Henry. Japan Over Asia, 1937, Little, Brown, and Company, Boston, 395 pp.
  • Kodansha Japan An Illustrated Encyclopedia, 1993, Kodansha Press, Tokyo ISBN4-06-205938-X
  • Lone, Stewart. Japan's First Modern War: Army and Society in the Conflict with China, 1894-1895, 1994, St. Martin's Press, New York, 222 pp.
  • Warner, Dennis and Peggy. The Tide at Sunrise, 1974, Charterhouse, New York, 659 pp.

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai First Sino-Japanese War.
  1. 1 2 Jowett 2013, hlm. 30.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan