Kamis, 29 Oktober 2026
01:31 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Pertempuran Selat Denmark

Pertempuran Selat Denmark

Bagikan:
Pertempuran Selat Denmark
Bagian dari Perang Dunia II
330px-Bundesarchiv_Bild_146-1984-055-13%2C_Schlachtschiff_Bismarck%2C_Seegefecht.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bismarck menembaki HMS Prince of Wales pada 24 Mei 1941
Tanggal24 May 1941
Lokasi
Hasil Kemenangan taktis Jerman, Kemenangan taktis Britania Raya
Pihak yang terlibat
 Jerman  United Kingdom
Pemimpin atau tokoh terkemuka
Jerman Nazi Günther Lütjens
Jerman Nazi Ernst Lindemann
Jerman Nazi Helmuth Brinkmann
Britania Raya Lancelot Holland †
Britania Raya John Leach
Britania Raya Ralph Kerr †
Britania Raya Frederic Wake-Walker
Kekuatan
1 kapal tempur
1 kapal penjelajah berat
1 kapal tempur
1 kapal penjelajah tempur
2 kapal penjelajah berat
Tidak terlibat pertempuran:
6 kapal perusak (sedang menuju ke lokasi)
Korban jiwa dan kerugian
1 kapal tempur rusak
5 terluka
1 kapal penjelajah tempur rusak
1 kapal tempur rusak
1.428 tewas
9 terluka

Pertempuran Selat Denmark adalah pertempuran laut pada Perang Dunia II antara Angkatan Laut Britania Raya dengan Kriegsmarine Jerman. Pertempuran ini terjadi di Selat Denmark pada tanggal 24 Mei 1941 sewaktu kapal perang Britania Raya, HMS Prince of Wales dan HMS Hood, menghadang kapal perang KMS Bismarck dan penjelajah berat KMS Prinz Eugen yang berupaya menuju Atlantik Utara untuk menghancurkan armada kapal dagang sekutu dalam Operasi Rheinübung.

Pertempuran diawali pada pukul 05.52 oleh tembakan meriam Hood yang ditujukan kepada kapal terdepan, Prinz Eugen, yang dikira Bismarck. Sementara itu, Prince of Wales membuka tembakan terhadap kapal yang di belakang (Bismarck yang sebenarnya). Kedua kapal membidik kapal yang berbeda hingga komandan Hood beralih ke Bismarck setelah mendapat konfirmasi dari Prince of Wales. Laksamana Holland yang memimpin armada Britania sadar akan kelemahan Hood pada perlindungan horizontalnya, dan segera mengurangi jarak antar kedua kubu agar peluru dari Bismarck mengenai pelapis sisi lambung yang lebih kuat daripada deknya. Pihak Royal Navy segera bermanuver ke kanan dan menaikkan kecepatan, sehingga meriam belakang tiap kapal Holland tidak bisa menembak. Hal ini mengurangi kekuatan serang Britania Raya yang diperparah oleh malafungsi Turret B di Prince of Wales.

Pihak Jerman tidak melawan hingga pukul 05.55 ketika Bismarck membalas serangan setelah diterjang bertubi-tubi. Tiga peluru, diantaranya dari Prince of Wales, berhasil mengenainya. Prinz Eugen juga menembak dan melambat sehingga memberi kesempatan agar Bismarck dapat mengambil posisi depan.

Kurang dari sepuluh menit setelah pihak Britania memulai serangan, peluru dari Bismarck menerjang Hood di dekat tempat penyimpanan amunisi. Hood meledak dan tenggelam 3 menit kemudian beserta hampir seluruh awaknya. Prince of Wales melanjutkan pertempuran, tetapi menderita kerusakan serius pada persenjataan utamanya. Hal ini, ditambah dengan kerusakan lain yang dideritanya, menyebabkan hampir seluruh persenjataannya tak dapat digunakan karena malafungsi dan akhirnya memaksa Prince of Wales meninggalkan medan pertempuran.

Bismarck, yang juga menderita kerusakan berat akibat tembakan prince of wales yang mengenai bagian tangki minyak sehingga bocor dan meninggalkan jejak tetapi masih dapat beroperasi, tidak berupaya mengejar Prince of Wales melainkan terus melaju menuju Atlantik bersama Prinz Eugen. Pertempuran Selat Denmark berakhir dengan kemenangan berada pada pihak Jerman. Meski begitu, bocornya tangki Bismarck memaksa Lütjens membatalkan misinya dan menuju Saint-Nazaire, Prancis untuk perbaikan, meninggalkan Prinz Eugen yang tetap melanjutkan perjalanan. Dalam perjalanan ke Saint-Nazaire inilah, Bismarck akan dihancurkan oleh armada Laksamana John Tovey.

Daftar pustaka

  • Adams, Simon. World War II. London: Dorling Kindersley Publishing, 2000. ISBN 0-7894-6990-1
  • Barnett, Correlli. Engage the enemy more closely: the Royal Navy in the Second World War. New York: W.W. Norton, 1991. ISBN 0-393-02918-2
  • Bercuson, David J and Holger H. Herwig. The Destruction of the Bismarck. Woodstock and New York: The Overlook Press, 2001. ISBN 1-58567-192-4.
  • Bennett, Geoffrey. Naval Battles of WW2. Barnsley, South Yorkshire UK: Pen and Sword Books, 2003. ISBN 978-0-85052-989-0.
  • Bonomi, Antonio. "The Battle of the Denmark Strait", 2008.
  • Boyne, Walter J.. Clash of Titans: World War II at Sea. New York: Simon & Schuster, 1995. ISBN
  • Chesneau, Roger. Hood: Life and Death of a Battlecruiser. London: Cassell Publishing, 2002. ISBN 0-304-35980-7.
  • Dewar, A.D. Admiralty report BR 1736: The Chase and Sinking of the "Bismarck". Naval Staff History (Second World War) Battle Summary No. 5, March 1950. Reproduced in facsimile in Grove, Eric (ed.), German Capital Ships and Raiders in World War II. Volume I: From "Graf Spee" to "Bismarck", 1939–1941. London: Frank Cass Publishers 2002. ISBN 0-7146-5208-3.
  • Garzke, William H and Dulin, Robert O. Allied Battleships in World War II. United States Naval Institute, 1980. ISBN 0-87021-100-5.
  • Garzke, William; John Dulin (1990). Battleships: Axis and Neutral Battleships in World War II. Annapolis: Naval Institute Press. ISBN 978-0-87021-101-0.
  • Grützner, Jens (2010) (in German). Kapitän zur See Ernst Lindemann: Der Bismarck-Kommandant – Eine Biographie. VDM Heinz Nickel. ISBN 978-3-86619-047-4.
  • Kennedy, Ludovic. Pursuit: The Chase and Sinking of the Bismarck. New York: The Viking Press, 1974. ISBN 0-670-58314-6.
  • Kennedy, Ludovic. Pursuit: The Chase and Sinking of the "Bismarck". London: Cassell Military Paperbacks, 2004. ISBN 0-304-35526-7.
  • Roskill, Stephen. The War at Sea 1939–1945. Vol. I. (1954) ISBN (none)
  • Storia Militare, La battaglia dello Stretto di Danimarca, 2005.
  • Schofield, B.B. Loss of the Bismarck (Sea Battles in Close-Up). London: Ian Allan Ltd. 1972.
  • Tarrant, V E. King George V Class Battleships. London: Arms and Armour Press, 1991. ISBN 1-85409-524-2.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan