Jumat, 30 Oktober 2026
16:05 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Pertempuran Awa

Pertempuran Awa

Bagikan:
Pertempuran Awa
Bagian dari Perang Boshin
330px-AwaBattle.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bentrokan antara Kasuga dari angkatan laut Satsuma (depan) melawan kapal angkatan laut keshogunan Kaiyō (belakang) dalam pertempuran di lepas pantai Awa.
Tanggal28 January 1868
Lokasi
Hasil Kemenangan keshogunan
Pihak yang terlibat
Istana kekaisaran, Domain Satsuma Keshogunan Tokugawa
Pemimpin atau tokoh terkemuka
Akatsuka Genroku Enomoto Takeaki
Kekuatan
1 kapal perang
2 kapal angkut
3 kapal perang
Korban jiwa dan kerugian
1 kapal angkut dihancurkan

Pertempuran Awa (阿波沖海戦, Awa oki kaisen) adalah pertempuran laut yang terjadi 28 Januari 1868 di lepas pantai Provinsi Awa yang berdekatan dengan Osaka. Pertempuran ini merupakan bagian dari Perang Boshin di Jepang, melibatkan kapal-kapal Keshogunan Tokugawa melawan kapal-kapal Domain Satsuma yang setia kepada istana kekaisaran di Kyoto.

Dalam sejarah Jepang, Pertempuran Awa adalah pertempuran laut kedua yang melibatkan dua angkatan laut modern setelah Pertempuran Selat Shimonoseki tahun 1863. Armada keshogunan di bawah pimpinan Enomoto Takeaki memenangi Pertempuran Awa, sekaligus salah satu dari sedikit pertempuran yang pernah dimenangi keshogunan dalam Perang Boshin. Pertempuran ini terjadi sehari setelah pecahnya Pertempuran Toba-Fushimi di Toba dan Fushimi, dekat kota Kyoto, yang dimenangi oleh pihak kekaisaan.

Jalannya pertempuran

Di pelabuhan Hyōgo, pasukan Domain Satsuma sedang bersiap untuk dipulangkan ke Kagoshima dengan menaiki dua kapal transpor Hoho (翔凰) dan {nihongo|Heiun|平運}} yang dikawal kapal perang Satsume bernama Kasuga. Enomoto Takeaki di atas kapal tempur Kaiyō Maru berada tidak jauh dari tempat armada Satsuma berlabuh. Kaiyō Maru adalah kapal bendera keshogunan baru selesai mendukung Pertempuran Toba-Fushimi dari laut. Enomoto memerintahkan armadanya untuk memblokade kapal-kapal Satsuma yang sedang dalam perjalanan pulang ke Kagoshima.

Pada dini hari 28 Januari, kapal-kapal Satsuma diberangkatkan dari pelabuhan Hyōgo. Heiun mengambil rute Selat Akashi, sementara Kasuga dan Hoho mengambil rute selatan melalui Selat Kien (紀淡). Kaiyō Maru mengejar Kasuga dan Hoho dan siap tempur. Dari jarak 1.200 hingga 2.500 meter, Kaiyō Maru menembak kira-kira 25 kali ke arah dua kapal Satsuma. Kasuga membalas dengan 18 tembakan, tetapi kedua belah pihak tidak menderita kerusakan berarti.

Setelah tiba lebih banyak lagi kapal-kapal angkatan laut keshogunan (Banryū dan Hazuru), Kasuga melarikan diri dari pertempuran, dan berlayar lebih cepat dari Kaiyō Maru sehingga lolos hingga ke Kagoshima. Hoho yang tidak berhasil melarikan diri, kandas di Yūzaki (由崎) hingga dihancurkan sendiri oleh awaknya. Sambil menatap Hoho yang sedang terbakar, Enomoto mengucapkan kekagumannya atas daya juang para musuhnya: "Meski mereka musuh, luar biasa" (敵ながらあっぱれ, Teki nagara appare).

Togo Heihachiro yang nantinya menjadi laksamana armada Angkatan Laut Kekaisaran Jepang berada di atas kapal Kasuga selama pertempuran berlangsung sebagai penembak meriam.

Referensi

  • Schencking, J. Charles (2005). Making Waves: Politics, Propaganda, And The Emergence Of The Imperial Japanese Navy, 1868–1922. Stanford University Press. ISBN 0-8047-4977-9.
  • Takahashi, Akio (1991). Yoake no senkan: Kaiyo Maru monogatari. Hokkaido Shimbunsha. ISBN 4-89363-607-3.
Jepang

Artikel bertopik Jepang ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan