Senin, 26 Oktober 2026
18:54 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung

Pertarungan Iblis Merah

Bagikan:
Topik artikel ini mungkin tidak memenuhi kriteria kelayakan Film. Harap penuhi kelayakan artikel dengan: menyertakan sumber-sumber tepercaya yang independen terhadap subjek dan sebaiknya hindari sumber-sumber trivial. Jika tidak dipenuhi, artikel ini harus digabungkan, dialihkan ke cakupan yang lebih luas, atau dihapus.
Cari sumber: "Pertarungan Iblis Merah" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
(September 2025) (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)
Pertarungan Iblis Merah
SutradaraRusli
Denny HW
ProduserDatu Rafee B. Dat
Handy Muljono
SkenarioDenny HW
CeritaArshad Riman
PemeranAznah Hamid
Barry Prima
Baharuddin Hj. Omar
Advent Bangun
Nanang
Joseph Hungan
Eddy Bule
Belkiez Rachman
Perusahaan
produksi
Cipta Tuah SDN. BHD
PT Kanta Indah Film
Tanggal rilis
29 Juni 1988
Durasi1 j 25 m
NegaraIndonesia
Malaysia
BahasaBahasa Indonesia

Pertarungan Iblis Merah merupakan sebuah film Indonesia yang dirilis tahun 1988.

Sinopsis

Markoni (Barry Prima) alias Iblis Merah tinggal bersama istrinya Ningrum (Aznah Hamid) di sebuah lembah arum di pinggir kali bersama Iyem. Tempat Terpencil yang susah untuk dikunjungi, hingga akhirnya suatu hari datanglah Karto (Baharuddin bin Haji Omar) teman lama Markoni. Markoni yang ternyata adalah bekas penjahat tersebut bertemu dengan Karto. Karto datang tidak lain adalah ingin mengajak kembali Markoni untuk bekerjasama seperti dulu dalam kejahatan di samping juga menanyakan hasil kejahatan terakhirnya yang ada kitab Gembul Slawi, sebuah kitab berilmu hitam. Namun niatan Karto ditolak oleh Markoni. Meski Markoni mengetahui ada kitab tersebut, akan tetapi ia berusaha menutupinya.

Markoni pun gelisah setelah kedatangan Karto. Melihat kegelisahan suaminya, Ningrum pun menanyakan tentan apa yang terjadi dengan sikap suaminya. Akhirnya Markoni membuka jatidirinya yang adalah mantan seorang perampok. Markoni insaf setelah merampok sebuah keluarga dan membunuh anak perempuannya. Kelompok Markoni dikenal dengan Iblis bermuka Merah.

Sementara itu Karto yang merasa usahanya gagal untuk membujuk Markoni, akhirnya menyuruh anak buahnya Donggala (Advent Bangun) dan Setan Kembar serta anak buah lainnya untuk menyatroni rumah Markoni. Tujuannya adalah unguk menghabisi Markoni dan Istrinya. Istrinya Ningrum dan Iyem dibunuh dan diperkosa ketika Markoni sedang tidak berada di rumah. Peta harta kekayaan hasil rampokan Markoni berhasil di rebut dari tangan Ningrum. Markoni pun meraba siapa yang telah melakukannya ketika mendapati harta yang di simpannya sudah tidak ada.

Untuk menuntut balas akan kematian istrinya, Markoni akhirnya pergi mengembara untuk mencari pelaku yang telah memperkosa dan membunuh istrinya. Di dalam pengembaraanya ia bertemu dengan Mawi Payung (Krisno Wijaya) yang sedang menolong seorang pedagang yang tengah dirampok. Ketika pedagang itu menemukan gelang dan diserahkan pada Mawi Payung. Melihat gelang yang sedang di pegang oleh Mawi Payung, Markoni yang tengah bersembunyi akhirnya keluar dan menyerang mawi Payung karena menganggap Mawi Payung adalah pelaku kejahatan terhadap istrinya. Maka terjadilah duel antara keduanya. Hingga akhirnya setelah melihat gelang yang berbeda, Markoni membatalkan untuk membunuh Mawi Payung. Akhirnya keduanya pun yang hanya salah paham, menjadi teman. Karena ternyata Mawi juga mempunyai nasib yang sama dengan Markoni, Istrinya dibunuh dan anaknya diculik untuk dijadikan selir oleh Raden Arya Geni. Akhirnya keduanya pun sepakat untuk mencari Aria Geni untuk membuat perhitungan.

Dalam perjalanannya Mawi Payung berhasil membunuh Maguwo alias si mata satu yang telah menculik anaknya sekaligus sebagai salah satu pelaku pemerkosa Iyem pembantu Markoni. Satu persatu pemerkosa dan pembunuh istrinya berhasil di tumpas oleh Markoni. Dan Akhirnya Markoni bertemu dengan Donggala. Donggala membeberkan bahwa bukan dialah dalang pembunuhan keluarga Iblis merah, akan tetapi Raden Arya Geni. Donggalapun mengajak Markoni untuk bersama-sama menghadapi Arya Geni dan hartanya untuk Markoni. Akan tetapi Markoni menolak dan bertekad akan membunuh siapapun orang yang telah mempunyai andil untuk membunuh istrinya. Akhirnya keduanya terlibah perkelahian yang sengit. Donggala akhirnya tewas ditangan Markoni.

Markoni bertanya-tanya siapakah Arya Geni sebenarnya, karena selama ini ia merasa belum pernah mengenal siapa Arya Geni. Sementara Mawi Payung yang terlebih dahulu bertemu dengan Arya Geni akhirnya harus menemui ajalnya akibat dibunuh oleh Arya Geni. Markoni pada akhirnya bertemu dengan Raden Arya Geni yang tidak lain adalah Karto. Akhirnya keduanya pun terlibat perkelahian. Kemampuan ilmu keduanya pun imbang. Namun Markoni yang berhati bersih akhirnya lebih unggul dan berhasil membunuh Raden Arya Geni.

Kru Produksi

Peran Pelaksana
Produser Datu Rafee B. Dat
Produser Eksekutif Lim Pui Ling
Herman Dial
Pimpinan Unit
Asisten Unit 1 Masrul Ilhar
Asisten Unit 2 Muchlis Hasibuan
Pembantu Umum Wido
Budi
Sutradara Rusli
Denny HW
Penulis Skenario Denny HW
Cerita Arshad Riman
Script & Lakun Layar Denny HW
Juru Gambar Berthy RPM
Penata Lampu Jeffry
Heru
Adam Rago
Copot Iing
Penata Seni Hassan Soni
Penata Set Aries Rusli Tanahmas
Properti Dasri Abdullah
Ahli Suara M. Rajoli
Normah Damanhuri
Hussin Abu Hassan
Raisuddin Hamzah
Wan Chik Osman
Kuswadinata
M. Shahdan
Nasir Rahman
Johari Zain
Saleh Sahon
Unit Rekam Suara Anuar Yusof
Johan Abdullah
Zulkifli Fakar
Mohd. Azmi Amit
Studio Rekam Sabah Film
Pereka Pakaian Barnas W
Juru Solek Emy Irabi
Penyunting Benny MS
Penyelia Dubbing Rohani Mat Saman
Pengarah Dubbing M. Rajoli
Penyelaras Hamzah Hussin
Penata Suara Hartanto

Pemeran

Pemeran Utama

Nama Peran
Aznah Hamid Ningrum
Barry Prima Markoni
Baharudin HJ. Omar Karto/Arya Geni
Advent Bangun Donggala
Nanang
Joseph Hungan Ciprut Kambyor
Eddy Bule
Belkiez Rachman
Sutrisno Wijaya
Yulli Martha
Monalisa Rifky
Septia Idawat
Krissno Bossa Mawi

Pemeran Pembantu

Nama Peran
Benteng Toga
Baron Achmadi
Hasan Merion
Panji Dharma
Rajab Rachman
Bachtiar Gomba
Januar Ulung
Ferry Hitulessy
Iskandar S
Buadi
Alvet
Acung
Yusuf Sopeng
Dindon WS
Fuad
Luisye Pantouw
Sumarno K
Syaeful Amri
Bambang Harmoni
Monica Idayanti

Pranala luar

40px-Wiki_letter_w.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini tidak memiliki konten kategori. Bantulah dengan menambah kategori yang sesuai sehingga artikel ini terkategori dengan artikel lain yang sejenis.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan