Kamis, 15 Oktober 2026
20:49 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M

Pertanian seluler

Bagikan:

Pertanian seluler adalah bidang pertanian yang berfokus pada produksi pertanian dari kultur sel. Pertanian ini memanfaatkan kombinasi bioteknologi, rekayasa jaringan, biologi molekuler, dan biologi sintetik untuk membuat dan merancang metode baru dalam memproduksi protein, lemak, dan jaringan yang biasanya berasal dari pertanian tradisional.[1] Sebagian besar industri difokuskan pada produk hewani seperti daging, susu, dan telur, yang diproduksi dalam kultur sel, alih-alih memelihara dan menyembelih hewan ternak seperti dalam pertanian tradisional.[2] Konsep pertanian seluler yang paling terkenal adalah daging kultur. Meskipun pertanian seluler adalah disiplin ilmiah yang relatif baru, produk pertanian seluler sebenarnya telah dikomersialkan sejak awal abad ke-20 melaui produksi insulin dan rennet.[3]

Referensi

  1. ↑ "A Closer Look at Cellular Agriculture and the Processes Defining It - AgFunderNews" (dalam bahasa American English). 2016-07-05. Diakses tanggal 2016-08-05.
  2. ↑ Mattick, CS (Januari 2018). "Cellular agriculture: The coming revolution in food production". Bulletin of the Atomic Scientists. 74 (1): 32–35. doi:10.1080/00963402.2017.1413059.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ "About". Diakses tanggal 2016-08-08.

Pranala luar

Bacaan lanjutan

Ikon rintisan

Artikel bertopik pertanian atau perkebunan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan