Minggu, 27 September 2026
05:35 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG
Persegi Latin

Persegi Latin

250px-Fisher-stainedglass-gonville-caius.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Jendela kaca patri yang menampilkan persegi Latin berukuran 7×7.[1]

Dalam kombinatorika dan rancangan percobaan, persegi Latin adalah persegi berukuran n × n yang berisi n simbol berbeda, masing-masing hanya muncul sekali pada setiap kolom dan pada setiap baris. Contoh dari persegi Latin 3×3 adalah

A B C
C A B
B C A

Istilah "persegi Latin" terinspirasi oleh makalah matematika oleh Leonhard Euler (1707–1783), yang menggunakan alfabet Latin sebagai simbol.[2] Sembarang himpunan simbol dapat digunakan untuk membuat persegi ini: pada contoh di atas, alfabet A, B, C dapat diganti dengan barisan bilangan bulat 1, 2, 3.

Sejarah

Matematikawan Korea Choi Seok-jeong pertama kali menerbitkan sebuah contoh persegi Latin berukuran 9×9, dalam upayanya membuat persegi ajaib pada tahun 1700; lebih awal 67 daripada Leonhard Euler.[3]

Bentuk tereduksi

Persegi Latin dikatakan tereduksi (juga ternormalkan atau dalam bentuk standar) jika urutan simbol pada baris pertama dan kolom pertama sama dengan urutan aslinya.[4] Sebagai contoh, persegi Latin pada contoh di atas tidak tereduksi karena kolom pertamanya adalah A, C, B, bukan A, B, C.

Semua persegi Latin dapat direduksi dengan mempermutasi (yakni, menyusun ulang) urutan kolom dan baris. Pada persegi di atas, menukar baris kedua dengan baris ketiga akan menghasilkan persegi Latin:

A B C
B C A
C A B

Persegi Latin ini tereduksi; urutan simbol pada baris pertama dan kolom pertamanya sama dengan urutan alfabet A, B, C.

Sifat

Representasi larik ortogonal

Persegi Latin dapat disajikan dalam bentuk himpunan, disebut dengan larik ortogonal, dengan membuat tripel ( r , c , s ) {\displaystyle (r,\,c,\,s)} {\displaystyle (r,\,c,\,s)} untuk setiap elemen di persegi Latin. Pada tripel ini, r {\displaystyle r} {\displaystyle r} menyatakan urutan baris, c {\displaystyle c} {\displaystyle c} menyatakan urutan kolom, dan s {\displaystyle s} {\displaystyle s} menyatakan simbol pada baris ke- r {\displaystyle r} {\displaystyle r} dan kolom ke- c {\displaystyle c} {\displaystyle c}. Sebagai contoh, representasi larik ortogonal dari persegi Latin

1 2 3
2 3 1
3 1 2

adalah {(1, 1, 1), (1, 2, 2), (1, 3, 3), (2, 1, 2), (2, 2, 3), (2, 3, 1), (3, 1, 3), (3, 2, 1), (3, 3, 2) }. Larik ortogonal umumnya ditulis dalam bentuk tabel, dengan setiap baris berisi nilai-nilai tripel, sebagai contoh:

r c s
1 1 1
1 2 2
1 3 3
2 1 2
2 2 3
2 3 1
3 1 3
3 2 1
3 3 2

Persegi Latin dapat didefinisikan dengan menggunakan larik ortogonal:

persegi Latin adalah himpunan dari n 2 {\displaystyle n^{2}} {\displaystyle n^{2}} tripel ( r , c , s ) {\displaystyle (r,\,c,\,s)} {\displaystyle (r,\,c,\,s)}, dengan 1 ≤ ( r , c , s ) ≤ n {\displaystyle 1\leq (r,\,c,\,s)\leq n} {\displaystyle 1\leq (r,\,c,\,s)\leq n}, dan memenuhi: setiap pasangan berurut ( r , c ) {\displaystyle (r,c)} {\displaystyle (r,c)} bernilai unik, setiap pasangan ( r , s ) {\displaystyle (r,\,s)} {\displaystyle (r,\,s)} bernilai unik, dan setiap pasangan ( c , s ) {\displaystyle (c,\,s)} {\displaystyle (c,\,s)} bernilai unik.

Banyak persegi Latin

Tidak ada rumus sederhana untuk menghitung nilai L n {\displaystyle L_{n}} {\displaystyle L_{n}}, yakni banyaknya persegi Latin berukuran n × n {\displaystyle n\times n} {\displaystyle n\times n} berisi simbol-simbol 1 , 2 , … , n {\displaystyle 1,\,2,\,\dots ,\,n} {\displaystyle 1,\,2,\,\dots ,\,n}. Nilai batas atas dan batas bawah terbaik untuk L n {\displaystyle L_{n}} {\displaystyle L_{n}} memiliki jarak yang besar. Salah satu hasil[5] menyatakan bahwa ∏ k = 1 n ( k ! ) n / k ≥ L n ≥ ( n ! ) 2 n n n 2 . {\displaystyle \prod _{k=1}^{n}\left(k!\right)^{n/k}\geq L_{n}\geq {\frac {\left(n!\right)^{2n}}{n^{n^{2}}}}.} {\displaystyle \prod _{k=1}^{n}\left(k!\right)^{n/k}\geq L_{n}\geq {\frac {\left(n!\right)^{2n}}{n^{n^{2}}}}.}Sebuah rumus eksplisit dan sederhana untuk banyak persegi Latin diterbitkan pada tahun 1992, tetapi sulit untuk dihitung karena banyak suku yang bertambah secara eksponensial. Rumus ini menyatakan banyaknya persegi Latin berukuran n × n adalah L n = n ! ∑ A ∈ B n ( − 1 ) σ 0 ( A ) ( per ⁡ A n ) , {\displaystyle L_{n}=n!\sum _{\mathbf {A} \in B_{n}}^{}(-1)^{\sigma _{0}(\mathbf {A} )}{\binom {\operatorname {per} \mathbf {A} }{n}},} {\displaystyle L_{n}=n!\sum _{\mathbf {A} \in B_{n}}^{}(-1)^{\sigma _{0}(\mathbf {A} )}{\binom {\operatorname {per} \mathbf {A} }{n}},}dengan Bn menyatakan himpunan semua matriks binear berukuran n × n, σ 0 ( A ) {\displaystyle \sigma _{0}(\mathbf {A} )} {\displaystyle \sigma _{0}(\mathbf {A} )} menyatakan banyak elemen nol di matriks A {\displaystyle \mathbf {A} } {\displaystyle \mathbf {A} }, dan per ⁡ A {\displaystyle \operatorname {per} \mathbf {A} } {\displaystyle \operatorname {per} \mathbf {A} } adalah permanen dari matriks A {\displaystyle \mathbf {A} } {\displaystyle \mathbf {A} }.[6]

Catatan kaki

  1. ↑ Busby, Mattha (27 Juni 2020). "Cambridge college to remove window commemorating eugenicist". The Guardian. Diakses tanggal 2020-06-28.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ Wallis, W. D.; George, J. C. (2011), Introduction to Combinatorics, CRC Press, hlm. 212, ISBN 978-1-4398-0623-4
  3. ↑ Colbourn, Charles J.; Dinitz, Jeffrey H. (2 November 2006). Handbook of Combinatorial Designs (dalam bahasa Inggris) (Edisi 2nd). CRC Press. hlm. 12. ISBN 9781420010541. Diakses tanggal 28 Maret 2017.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ Dénes & Keedwell 1974, p. 128
  5. ↑ van Lint & Wilson 1992, pp. 161-162
  6. ↑ Jia-yu Shao; Wan-di Wei (1992). "A formula for the number of Latin squares". Discrete Mathematics. 110 (1–3): 293–296. doi:10.1016/0012-365x(92)90722-r.

Referensi

Bacaan lebih lanjut

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan