Jumat, 02 Oktober 2026
13:25 WIB
TERKINI
Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Regional Penyaluran Bantuan Logistik Mendesak untuk Korban Banjir di Kalimantan Selatan Regional Antusiasme Warga Banjarmasin Tinggi, Sentra Vaksinasi Covid-19 Ramai Berita Tangki Motor Bocor Picu Kebakaran Hebat Bengkel di Cilincing, Kerugian Capai Rp 75 Juta Berita DPR Tugaskan Komisi III Uji Kelayakan Komjen Suyudi Ario Seto Sebagai Calon Kapolri Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri Berita Jalan Mulus Komjen Suyudi: Komisi III DPR Setujui Pimpin Polri Berita DPR RI Resmi Lantik Komjen Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri Baru Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 1 Oktober 2026: Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Regional Penyaluran Bantuan Logistik Mendesak untuk Korban Banjir di Kalimantan Selatan Regional Antusiasme Warga Banjarmasin Tinggi, Sentra Vaksinasi Covid-19 Ramai Berita Tangki Motor Bocor Picu Kebakaran Hebat Bengkel di Cilincing, Kerugian Capai Rp 75 Juta Berita DPR Tugaskan Komisi III Uji Kelayakan Komjen Suyudi Ario Seto Sebagai Calon Kapolri Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri Berita Jalan Mulus Komjen Suyudi: Komisi III DPR Setujui Pimpin Polri Berita DPR RI Resmi Lantik Komjen Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri Baru Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 1 Oktober 2026: Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang

Permata Bunda

film Indonesia tahun 1974

Bagikan:
Permata Bunda
SutradaraWisjnu Mouradhy
ProduserMalidar
Ditulis olehWisjnu Mouradhy
PemeranTitiek Sandhora
Muchsin Alatas
Erwin Gutawa
Noviati Nusril
Us Us
Ratmi B29
Arman Effendy
Etty Sumiati
NegaraIndonesia

Permata Bunda adalah film Indonesia yang dirilis pada tahun 1974 yang disutradarai oleh Wisjnu Mouradhy dan dibintangi oleh Titiek Sandhora dan Muchsin Alatas.

Sinopsis

Untuk mencapai cita-citanya jadi penyanyi terkenal, Maya (Titiek Sandhora) dan Deddy (Muchsin), menitipkan bayi hasil hubungan mereka di luar nikah pada seorang petani, dengan alasan anak akan menghambat karier penyanyi. Bayi ini diberi nama Buang (Erwin Gutawa) oleh petani itu. Sepuluh tahun berlalu. Cita-cita Maya dan Deddy tercapai sudah, tetapi Maya masih teringat akan anaknya, meski sekarang sudah punya anak lagi, Rini (Noviati Nusril). Saat mengadakan pertunjukan di desa yang kena banjir tempat ia menitipkan anaknya, Maya sempat pingsan. Ia makin rindu pada anaknya. Di carinya anaknya itu pada petani yang dulu jadi tempat penitipan anaknya. Ternyata anak itu sudah ikut adik petani itu, tukang komedi monyet, tanpa diketahui tepat alamatnya. Suatu hari Rini berkenalan dengan Buang dan bersahabat dengannya. Setelah melewati peristiwa banjir lagi, akhirnya Maya dan Buang bisa bertemu.[1]

Referensi

Pranala luar


Ikon rintisan

Artikel bertopik film Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan