Jumat, 30 Oktober 2026
01:48 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Permasalahan Raja

Permasalahan Raja

Bagikan:
250px-Leopold_III_van_Belgi%C3%AB_%281934%29_%28cropped%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Raja Leopold III pada tahun 1934

Permasalahan Raja (bahasa Prancis:Question royale, bahasa Belanda:Koningskwestie) adalah krisis politik yang berlangsung di Belgia dari tahun 1945 hingga 1951. Yang menjadi "permasalahan" dalam hal ini adalah Raja Leopold III. Ia dituduh telah melanggar Konstitusi Belgia pada masa Perang Dunia II, dan pertanyaannya adalah apakah sebaiknya ia diperbolehkan untuk kembali ke Belgia dan menjadi raja. Krisis ini akhirnya diselesaikan dengan pengunduran diri sang raja dan ia lalu digantikan oleh anaknya, Baudouin, pada tahun 1951.

Krisis ini timbul akibat perpecahan antara Leopold dan pemerintahannya yang dipimpin oleh Hubert Pierlot pada saat Jerman menyerbu Belgia pada tahun 1940. Leopold telah mengambil alih tampuk kepemimpinan Angkatan Darat Belgia pada permulaan perang. Ia merasa bahwa perannya sebagai panglima tertinggi lebih utama daripada perannya sebagai kepala negara, sehingga ia menolak meninggalkan pasukannya dan ikut dengan pemerintahan Belgia di pengasingan di Prancis. Penolakan Leopold untuk mematuhi pemerintah Belgia mengakibatkan krisis konstitusional. Kemudian ia merundingkan syarat-syarat menyerah kepada Jerman pada tanggal 28 Mei 1940, dan tindakannya ini mengundang kecaman. Pada masa pendudukan Jerman, Leopold menjadi tahanan rumah di istananya. Tidak lama setelah Sekutu membebaskan Belgia pada tahun 1944, Nazi mendeportasi Leopold ke Jerman.

Belgia telah dibebaskan, tetapi sang raja masih ditawan. Maka dari itu, saudaranya, Pangeran Charles dari Belgia, terpilih sebagai wali raja. Sang raja dinyatakan tidak dapat berkuasa sesuai dengan Konstitusi Belgia. Politik Belgia pun memanas akibat perdebatan mengenai status rajanya. Akibat kuatnya politik sayap kiri pada saat itu, Leopold pergi ke pengasingan di Swiss. Pada tahun 1950, pemerintah tengah-kanan yang baru menggelar referendum untuk menentukan apakah Leopold boleh kembali. Meskipun rakyat mendukung kembalinya sang raja, hal ini memicu perpecahan antara Flandria yang mendukung raja dan Brussel dan Wallonia yang menentangnya. Leopold kembali ke Belgia pada Juli 1950 dan disambut oleh demonstrasi di Wallonia dan mogok kerja. Kemudian terjadi kerusuhan yang berujung pada tewasnya empat buruh di tangan polisi pada 31 Juli. Akibat situasi yang semakin memburuk, pada tanggal 1 Agustus 1950 Leopold menyatakan iktikadnya untuk mundur. Setelah melalui periode transisi, ia secara resmi turun takhta pada Juli 1951.

Daftar pustaka


Ikon rintisan

Artikel bertopik sejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan