Kamis, 22 Oktober 2026
22:06 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal

Perkawinan Shinto

Bagikan:

Perkawinan Shinto, Shinzen kekkon(神前結婚, "Perkawinan sebelum kami"), dimulai di Jepang pada awal abad ke-20, dipopulerisasikan setelah perkawinan Putra Mahkota Yoshihito dan mempelainya, Putri Kujo Sadako. Upacara tersebut sangat bertemakan kemurnian Shinto, dan melibatkan upacara minum sake tiga cangkir sebanyak tiga kali, nan-nan-san-ku-do. Perkawinan Shinto makin menurun. Sangat sedikit orang Jepang yang menikah, dan orang-orang yang melakukannya sering kali memilih upacara kapel gaya Barat.

Upacara

250px-Wedding_of_shinto_Minatogawa-jinja_%E6%B9%8A%E5%B7%9D%E7%A5%9E%E7%A4%BE_5050526a.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sebuah upacara perkawinan Shinto.

Sebuah upacara perkawinan Shinto biasanya bersifat kecil-kecilan, dibatasi di kalangan keluarga, sementara resepsi dibuka untuk sejumlah besar tema.[1]

Shinzen kekkon, yang secara harfiah artinya "perkawinan sebelum kami," adalah ritual pemurnian Shinto[2] yang meliputi saling bertukar sake antar pasangan sebelum mereka menikah.[1] Upacara tersebut biasanya berjalan selama 20 sampai 30 menit.[3]

Referensi

  1. 1 2 Ambros, Barbara (2015). Women in Japanese Religions (Edisi 1). New York: New York University Press. hlm. 127–128. ISBN 9781479884063.
  2. ↑ Picken, Stuart D.B. (1994). Essentials of Shinto : an analytical guide to principal teachings. Westport, Conn. [u.a.]: Greenwood Press. ISBN 9780313264313.
  3. ↑ De Mente, Boyé Lafayette (2009). Etiquette guide to Japan know the rules that make the difference (Edisi Updated and expanded). North Clarendon, Vt.: Tuttle Pub. ISBN 9781462902460.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan