Selasa, 27 Oktober 2026
18:51 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung
Persetujuan Jenewa

Persetujuan Jenewa

Bagikan:
250px-1954_Geneva_Conference.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Amerika Serikat mengirimkan perwakilan dalam persetujuan ini, teapi tidak ikut menandatangani

Persetujuan Jenewa (Inggris: Geneva Accord) adalah persetujuan yang dilakukan pada Mei 1954 untuk mengehentikan peperangan di Indocina, Laos, Kamboja dan Vietnam.[1] Persetujuan ini dihadiri oleh Cina, Inggris, Prancis, Laos, Kamboja, Vietnam Utara dan Vietnam Selatan.[1] Sidang-sidang konferensi dipimpin bergantian oleh menteri-menteri luar negeri Inggris dan Uni Soviet.[1]

Setelah melakukan negosiasi yang intensif sejak 8 Mei 1954, sehari setelah jatuhnya pasukan Prancis di Dien Bien Phu, kesepakatan akhirnya ditandatangani pada tanggal 21 Juli oleh perwakilan Prancis Vietnam, Laos dan Kamboja.[2] Ketentuan utama dalam kesepakatn tersebut adalah adanya garis gencatan senjata (membagi vietnam menjadi dua) dan penarikan pasukan di daerah tersebut.[2] Selain itu, Komite Pengawas Internasional yang terdiri dari Kanada, India, dan Polandia dibentuk untuk melaksanakan perdamaian.[1] Pasukan Laos dan Kamboja juga dievakuasi karena pada tahun 1955 akan diadakan pemilihan umum yang bebas di Vietnam.[2] Pemilihan umum tersebut diselenggarakan di bawah pengawasan komite.[2] Tentara Prancis pun dapat ditempatkan jika pemerintah Laos atau Kamboja memintanya.[2]

Referensi

  1. 1 2 3 4 Ichtiar Baru Van Hoeve; Hassan Shadily. Ensiklopedia Indonesia, Jilid 7 (edisi khusus). Jakarta: PT Ichtiar Baru van Hoeve.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Lokasi penerbit (link)
  2. 1 2 3 4 5 "Geneva Accords". Diakses tanggal 24 Juni 2014.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan