Rabu, 04 November 2026
13:26 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare
Sinema Jerman

Sinema Jerman

Bagikan:
Sinema Jerman
250px-Bundesarchiv_Bild_146-1988-035-15%2C_Berlin%2C_Wintergarten.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bioskop Wintergarten Berlin adalah tempat dari sinema pertama, dengan sebuah film pendek yang dipersembahkan oleh Skladanowsky bersaudara pada 1 November 1895
Jumlah layar4,637 (2014)[1]
 • Per kapita6.2 per 100,000 (2011)[2]
Distributor utamaWarner 19.5%
Walt Disney 11.5%
Sony Pictures 11.1%[3]
Film fitur yang diproduksi (2011)[4]
Fiksi128 (60.4%)
Animasi5 (2.4%)
Dokumenter79 (37.3%)
Jumlah admisi (2014)[1]
Total121,740,690
 • Per kapita1.50 (2014)
Film nasional32,100,000 (26,7%)
Keuntungan Box Office (2014)[1]
Total€980 juta

Sinema Jerman merujuk kepada industri film yang berbasis di Jerman dan telah diperdagangkan pada akhir abad ke-19. Sinema Jerman membuat kontribusi artistik dan teknikan utama dalam bidang film pada 1918-1933.

Tidak seperti sinema nasional lainnya, yang dikembangkan dalam sistem politik yang stabil dan relatif berkelanjutan, sinema Jerman mengalami perubahan-perubahan besar dengan identitasnya pada abad ke-20. Perubahan-perubahan tersebut karena periodisasi sinema nasional sampai keberhasilan pada zaman dan gerakan yang berbeda.[5]

Bacaan tambahan

Budaya Jerman
  • Bergfelder, Tim, et al. eds. The German Cinema Book (2008)
  • Blaney, Martin. Symbiosis or Confrontation? (Bonn, 1992)
  • Brockman, Stephen. A Critical History of German Film (2011)
  • Garncarz, Joseph, and Annemone Ligensa, eds. The Cinema of Germany (Wallflower Press, distributed by Columbia University Press; 2012) 264 pages; analyses of 24 works from silent movies to such contemporary films as "Good Bye, Lenin!"
  • Hake, Sabine. German National Cinema (2002; 2nd ed. 2008)
  • Heiduschke, Sebastian. East German Cinema: DEFA and Film History (2013)
  • Hoffman, Kay 1990 Am Ende Video – Video am Ende? Berlin
  • Kapczynski, Jennifer M. and Michael D. Richardson, eds. (2012) A New History of German Cinema (Rochester Camden House, 2012) 673 pp. online review
  • Kracauer, Siegfried. (2004) From Caligari to Hitler: A Psychological History of the German Film. Princeton: Univ. of Princeton Press. ISBN 0-691-11519-2
  • Schneider, Irmela 1990 Film, Fernsehen & Co. Heidelberg.
  • Fay, Jennifer. 2008. Theaters of Occupation: Hollywood and the Reeducation of Postwar Germany. Minneapolis: Univ. of Minnesota Press. ISBN 978-0-8166-4745-3

Referensi

  1. 1 2 3 "Marktdaten - Kinoergebnisse". FFA - Filmförderungsanstalt. Diakses tanggal 25 Maret 2015.
  2. ↑ "Table 8: Cinema Infrastructure - Capacity". UNESCO Institute for Statistics. Diarsipkan dari asli tanggal 2018-12-25. Diakses tanggal 5 November 2013.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ "Table 6: Share of Top 3 distributors (Excel)". UNESCO Institute for Statistics. Diarsipkan dari asli tanggal 2018-12-24. Diakses tanggal 5 November 2013.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ "Table 1: Feature Film Production - Genre/Method of Shooting". UNESCO Institute for Statistics. Diarsipkan dari asli tanggal 2018-12-24. Diakses tanggal 5 November 2013.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ Pam Cook (2007). The Cinema Book. London: British Film Institute. hlm. 207. ISBN 978-1-84457-192-5.

Pranala luar

Templat:Kotak navigasi sinema dunia

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan