Minggu, 25 Oktober 2026
14:17 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung
Perebutan Chusan Pertama

Perebutan Chusan Pertama

Bagikan:
Perebutan Chusan Pertama
Bagian dari Perang Candu Pertama
330px-Chusan_conference_1840.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Para pejabat Inggris dan Tiongkok di dalam kapal HMS Wellesley (1815) pada 4 Juli 1840. Karl Gützlaff (tengah) bertugas sebagai penerjemah.
Tanggal5–6 Juli 1840
Lokasi30°0′24″N 122°6′24″E / 30.00667°N 122.10667°E / 30.00667; 122.10667
Hasil Britania Raya menang
Pihak yang terlibat

 Britania Raya

Dinasti Qing
Pemimpin atau tokoh terkemuka
James Gordon Bremer
George Burrell
Zhang Chaofa (gugur setelah dirawat)[1]
Kekuatan
1 kapal perang utama
3 kapal korvet
2 kapal sloop
2 kapal uap
10 kapal perang dan transportasi brig
10 meriam
2 mortir (di darat)
21 kapal jung
1.540
20 meriam(di darat)
Korban jiwa dan kerugian
1 terluka 13 tewas
13 terluka
91 meriam disita

Perebutan Chusan Pertama oleh pasukan Inggris di Tiongkok terjadi pada 5-6 Juli 1840 selama Perang Candu Pertama. Inggris merebut Pulau Chusan (Zhoushan), pulau terbesar di kepulauan dengan nama itu.

Latar Belakang

Pada tahun 1684,Kaisar Kangxi mencabut kebijakan (haijin), larangan perdagangan maritim yang diberlakukan sejak masa Qing awal, dan ia menetapkan Ningbo sebagai pelabuhan perdagangan dengan pihak asing. Pada 1698, otoritas pelabuhan mendirikan "Kantor Rambut Merah" di Distrik Dinghai, untuk perdagangan dengan pihak Eropa termasuk pedagang Inggris.

Kaisar Qianlong melarang Inggris dari Ningbo pada 1757 dan Dinghai ditutup untuk perdagangan luar negeri. Inggris yang sudah telanjur akrab dengan sistem perdagangan sebelumnya yang menguntungkan, sekarang merasa dirugikan.[2]

Pada 4 Juli 1840, kapal-kapal perang Britania Raya: Wellesley, Conway, Alligator, dan Rattlesnake tiba di pelabuhan Chusan.[3] Pada sore hari, Kapten John Vernon Fletcher dari Wellesley, Lord Robert Jocelyn, dan penerjemah Karl Gützlaff dikirim ke kapal jung Tiongkok untuk bertemu dengan laksamana Tiongkok sekaligus gubernur kepulauan Chusan.[4][5] Mereka menyampaikan pesan tertulis dari Laksamana James Bremer, Panglima Angkatan Laut dan Brigadir George Burrell, Panglima Angkatan Darat Inggris, yang isinya meminta penyerahan Pulau Chusan kepada pihak Inggris.[6] Bremer dan Burrell mengklaim pendudukan itu diperlukan setelah "perilaku menghina dan tidak dapat dibenarkan" dari perwira tinggi Kanton, Lin Zexu dan Deng Tingzhen tahun lalu terhadap Kepala Inspektur Charles Elliot dan warga Inggris lainnya.[7] Sebagian dari pesan itu berbunyi:

Jika penduduk pulau-pulau tersebut tidak menentang dan melawan pasukan kami, bukan niat Pemerintah Inggris untuk melukai orang dan harta benda mereka ... Hal ini diperlukan untuk keselamatan kapal-kapal Inggris dan Pasukan yang Mulia harus segera menyerahkan pulau Tinghae, termasuk ketergantungan serta bentengnya, dan oleh karena itu kami meminta Yang Mulia untuk menyerahkannya secara damai, guna menghindari penumpahan darah. Namun, jika Anda tidak menyerah, kami, Laksamana dan Komandan, wajib melakukan tindakan perang untuk mendapatkan hak kepemilikan.[7]

Referensi

  1. ↑ The Chinese Repository, vol. 9, p. 408
  2. ↑ Mao 2016, p. 132
  3. ↑ The Annual Register 1841, p. 573
  4. ↑ The Annual Register 1841, p. 576
  5. ↑ Jocelyn 1841, p. 49
  6. ↑ Ouchterlony 1841, p. vi
  7. 1 2 Ouchterlony 1841, p. vii
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan