Jumat, 23 Oktober 2026
17:30 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada
Perdamaian Amasya

Perdamaian Amasya

Perjanjian diantara Dinasti Safawi Iran dan Kesultanan Utsmaniyah

Bagikan:
250px-OttomanEmpireIn1683.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Penaklukan Suleiman yang Agung pada Perang Utsmaniyah-Safawiyah (1532–1555) memberikan ia akses terhadap Teluk Persia.

Perdamaian Amasya (Persia:پیمان آماسیه) adalah suatu perjanjian yang disetujui pada 29 Mei 1555 antara Tahmasp I dari Iran Safawiyah dan Sultan Suleiman yang Agung dari Kesultanan Utsmaniyah di kota Amasya, mengikuti setelah Perang Utsmaniyah Safawiyah pada 1532–1555.

Perjanjian tersebut menjelaskan tentang perbatasan antara Iran dan Kesultanan Utsmaniyah dan diikuti oleh dua belas tahun damai. Dalam perjanjian ini, Armenia dan Georgia dibagi menjadi dua, Kesultanan Utsmaniyah mendapat sebagian besar Ira, termasuk Baghdad, yang memberi dia akses terhadap Teluk Persia, sementara pihak Persia kembali mendapat ulang ibu kota Tabriz dan barat laut perbatasan sebelum mereka berperang. Wilayah terdepan dibuat melintasi pegunungan membagi timur dan barat Georgia (di bawah vasal kepangeranan pribumi), melalui Armenia, dan lewat lereng barat Zagros menuju Teluk Persia. Selanjutnya, Utsmaniyah, memberika izin terhadap jamaah haji Persia ke tempat-tempat suci Mekkah dan Madinah yang merupakan situs jemaah haji Syi'ah di Iraq.[1]

Referensi

  1. ↑ Shaw, Stanford J. (1976), History of the Ottoman Empire and modern Turkey, 1, hal. 109. Percetakan Universitas Cambridge, ISBN 0-521-29163-1


Ikon rintisan

Artikel bertopik sejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Iran

Artikel bertopik Iran ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan