Selasa, 20 Oktober 2026
01:52 WIB
TERKINI
Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global
Perbukitan Naga

Perbukitan Naga

Bagikan:
Perbukitan Naga
330px-Naga_hills_kohima_nagaland.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Perbukitan Naga dekat Kohima
Titik tertinggi
PuncakGunung Saramati
Ketinggian3.826 m (12.552 ft)[1][2]
Koordinat25°44′24″N 95°2′15″E / 25.74000°N 95.03750°E / 25.74000; 95.03750[2]
Geografi
osm-intl,10,a,a,250x200.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Perbukitan_Naga&revid=29300025&groups=_0934282510ca6031e3af244bad7a9b655a927ca2&parser=parsoid
Negara
  • India
  • Burma
Rentang koordinat26°N 95°E / 26°N 95°E / 26; 95
PegununganPegunungan Arakan
250px-Angami_1723b.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Perbukitan Naga adalah tanah leluhur tradisional suku Naga.

Perbukitan Naga, yang mencapai ketinggian sekitar 3.826 meter (12.552 ft), terletak menonjol di perbatasan India dan Myanmar. Pegunungan ini merupakan bagian dari sistem pegunungan yang kompleks, dan bagian-bagian dari rangkaian pegunungan tersebut yang berada di dalam negara bagian India Nagaland, Manipur, dan Zona Otonom Naga Burma disebut Pegunungan Naga. Titik tertinggi Perbukitan Naga adalah Gunung Saramati (3.826 m (12.552 ft)).

Etimologi

Istilah "Naga" mengacu pada suku Naga, suku asli kawasan perbukitan ini. Dalam bahasa Myanmar, istilah Naga atau Naka bermakna "orang yang menindik telinga."[3]

Sejarah

Pada masa pemerintahan India Britania, sebagian wilayah ini merupakan bagian dari Distrik Perbukitan Naga yang dibentuk pada tahun 1866.[4] Perbatasan Distrik Perbukitan Naga secara bertahap diperluas melalui aneksasi suku-suku Naga, seperti Ao (1889), Sema (1904) dan Konyak (1910). Pada tahun 1912, distrik itu digabungkan ke provinsi Assam. Setelah Pemisahan India, distrik itu digabung dengan Divisi Tuensang, membentuk negara bagian Nagaland pada tahun 1963.[5]

Geologi

Situs ofiolit Nagahill yang terletak di distrik Kiphire, Nagaland telah dinyatakan sebagai Monumen Geologi Nasional India oleh Survei Geologis India (GSI), sebagai upaya perlindungan, pemeliharaan, promosi, dan pemasaran geoturisme.[6][7][8] Perbukitan Naga adalah batas alami negara India dan Myanmar. Perbukitan Naga juga merupakan kelanjutan dari Pegunungan Arakan.

Catatan kaki

  1. ↑ "World Ribus – Southeast Asia". World Ribus. Diakses tanggal 2025-10-18.
  2. 1 2 "Saramati, Myanmar/India". Peakbagger.com.
  3. ↑ Shimray, R. R. (1985), Origin and Culture of Nagas, Pamleiphi Shimray, New Delhi, page 41, OCLC14819323
  4. ↑ Inato Yekheto Shikhu (2007). A Re-discovery and Re-building of Naga Cultural Values. Daya Books. hlm. 53–55. ISBN 978-81-89233-55-6.
  5. ↑ B. Datta-Ray, S. P. Agrawal (1996). Reorganization of North-East India since 1947. Concept. hlm. 6. ISBN 978-81-7022-577-5.
  6. ↑ "National Geological Monument, from Geological Survey of India website". Diarsipkan dari asli tanggal 12 Juli 2017.
  7. ↑ "Geo-Heritage Sites". pib.nic.in. Press Information Bureau. 2016-03-09.
  8. ↑ national geo-heritage of India Diarsipkan 2017-01-11 di Wayback Machine, INTACH
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan