Artikel ini membutuhkan lebih banyak pranala ke artikel lain untuk meningkatkan kualitasnya. Silakan mengembangkan artikel ini dengan menambahkan pranala yang relevan ke konteks pada teks yang sudah ada. (November 2025) (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini) |
Artikel ini membutuhkan lebih banyak rujukan. Mohon bantu kami mengembangkan artikel ini dengan cara menambahkan rujukan ke sumber tepercaya. Pernyataan tak bersumber bisa saja dipertentangkan dan dihapus. Cari sumber: "Perantaian balik" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR (November 2025) |
Perantaian balik adalah metode pelacakan ke belakang yang memulai penalaran dari kesimpulan. Biasa digunakan pada sistem pembuktian teori otomatis, atau pada kecerdasan buatan.[1] Caranya dengan mencari sekumpulan hipotesis-hipotesis menuju fakta-fakta yang mendukung sekumpulan hipotesis-hipotesis tersebut.
Perantaian balik merupakan kebalikan dari perantaian maju. Suatu hipotesis pada sebuah objek diperlukan bersama dengan informasi untuk memilikih keputusan antara meyakinkan atau mengabaikannya. Perantaian balik memiliki mesin inferensi yang disebut objek yang didorong atau sasaran yang didorong. Dalam perantaian balik, mesin infrensi dapat dikategorikan menjadi deterministik dan probabilistik.
Penerapan
Pada sistem pakar, perantaian balik dilakukan melalui tiga tahap. Tahapan pertama ialah menyediakan basis pengetahuan dari sesuatu yang akan dianalisis datanya. Tahapan kedua adalah menentukan aturan yang digunakan dalam memperoleh kesimpulan melalui penalaran dari hipotesa. Penalaran ini bertujuan untuk memperoleh fakta. Tahapan ketiga ialah menghasilkan suatu solusi melalui penalaran.[butuh rujukan]
Referensi
- ↑ Feigenbaum, Edward (1988). The Rise of the Expert Company. Times Books. hlm. 317. ISBN 0-8129-1731-6.