Minggu, 04 Oktober 2026
22:38 WIB
TERKINI
Lampung Musim Hujan Lampung 2026/2027: BMKG Prediksi Puncak Januari, Awalnya Mundur Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 4 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan Ringan Hukum Pakar Hukum Unila: Objektivitas Fakta Krusial dalam Kasus Diksar Mahepel Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Lampung Musim Hujan Lampung 2026/2027: BMKG Prediksi Puncak Januari, Awalnya Mundur Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 4 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan Ringan Hukum Pakar Hukum Unila: Objektivitas Fakta Krusial dalam Kasus Diksar Mahepel Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya
Perangkat pembakar

Perangkat pembakar

Bagikan:
250px-Fire-ball_Veste-Coburg.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bola api atau bola cahaya abad ke-17 dari Veste Coburg, Jerman.
250px-Southend_ww1_incendiary_bomb.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bom pembakar yang dijatuhkan di Southend-on-Sea tahun 1916.

Perangkat pembakar, senjata pembakar, amunisi pembakar, atau bom pembakar adalah senjata yang dirancang untuk menyalakan api atau menghancurkan peralatan sensitif dengan api (dan kadang-kadang digunakan sebagai senjata anti-personel), yang menggunakan bahan-bahan seperti napalm, termit, bubuk magnesium, klorin trifluorida, atau fosfor putih. Meskipun dalam bahasa sehari-hari sering dikenal sebagai bom, pembakar-pembakar tersebut bukanlah bahan peledak tetapi pada kenyataannya dirancang untuk memperlambat proses reaksi kimia dan menggunakan pengapian daripada peledakan untuk memulai dan atau mempertahankan reaksinya. Napalm misalnya, adalah minyak bumi yang dipertebal dengan bahan kimia tertentu menjadi 'gel' untuk memperlambat, bukan untuk menghentikan sama sekali, pembakaran, melepaskan energi lebih lama daripada alat peledak. Dalam kasus napalm, gel menempel pada permukaan dan menahan penekanan.

Perangkat pembakar pertama yang dijatuhkan selama Perang Dunia I jatuh di kota-kota pesisir di barat daya Inggris pada malam 18-19 Januari 1915. Sejumlah kecil bom api Jerman, yaitu wadah bersirip berisi kerosene dan minyak yang dibungkus dengan tali yang dilapisi tar, lalu dijatuhkan dari Zeppelin. Pada 8 September 1915, Zeppelin L-13 menjatuhkan sejumlah besar bom api, tetapi meskipun begitu hasilnya buruk dan umumnya tidak efektif dalam hal kerusakan yang ditimbulkan, walaupun memiliki pengaruh yang besar terhadap moral penduduk sipil Inggris.[1]

Referensi

  1. ↑ penulis | Wilbur Cross, "Zeppelin Perang Dunia I" halaman 35, diterbitkan 1991 Paragon House ISBN I -56619-390-7
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan