Minggu, 25 Oktober 2026
08:26 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung

Perang saudara Wa

artikel daftar Wikimedia

Bagikan:

Perang saudara Wa atau Pemberontakan Besar Wa (倭国大乱, wakoku tairan) adalah zaman dimana kekacauan dan peperangan di Jepang kuno (Wa) selama akhir zaman Yayoi (Abad ke-2 M). Ini merupakan perang tertua di Jepang yang telah didokumentasikan secara tertulis. Perdamaian mulai dipulihkan sekitar tahun 180, ketika ratu cenayang Himiko (Pimiko) dari Yamataikoku menguasai wilayah tersebut.[1][2]

Sumber tertulis Tiongkok

Perang jatuh ke zaman protosejarah. Sementara awal dari sejarah nasionalisme Jepang yang tertulis dibuku Kojiki dan Nihon Shoki dimulai dari Zaman Dewa, sebagian besar dari mereka adalah tokoh mitologi, dan tulisan di Nihon Shoki mulai dipercaya sebagai sejarah sekitar akhir abad ke-6.[3] Sejarah Dinasti Tiongkok merupakan sumber tertulis penting dalam sejarah Jepang sebelum abad ke-6 dan berisikan catatan tertulis perang abad ke-2. Sejarah Jepang diceritakan di bagian "barbarian" Tiongkok di akhir setiap sejarah dinasti dalam bentuk catatan kaki ketimbang ditulis di bab utama. Akibatnya, informasi mengenai konflik tersebut sangatlah terbatas. Konflik awal yang tertulis adalah Wei Zhi (sekitar tahun 297), yang merupakan bagian dari buku Catatan Sejarah Tiga Negara. Sejarah selanjutnya menyebutkan konflik seperti pada Buku setelah Dinasti Han (sekitar tahun 445), Buku Dinasti Liang (tahun 635), Buku Dinasti Sui (tahun 636) dan Sejarah Dinasti Utara (pertengahan abad ke-7) yang menarik banyak dari karya-karya sebelumnya.[4]

Bukti arkeologi

Tidak ada bukti arkeologi secara langsung pada saat perang saudara. Namun, ditemukan arkeologi batu atau logam senjata dan desa pertahanan, terutama dari Timur Laut Pedalaman sampai Kinki yang diduga adanya bekas pertempuran selama zaman Yayoi.[5]

Bahasan

Meskipun sumber dasar peristiwa rata-rata sama dalam setiap sejarah, keduanya berbeda dalam rincian informasi dan bahasa. Karena informasi terbatas yang disediakan dalam berbagai teori yang telah diajukan oleh para sejarawan.

Penyebab

Pemicu timbulnya perang tidak diketahui. Situasi politik membara sekitar pertengahan abad ke-2 atau perebutan kekuasaan antara kerajaan Wa yang telah dinobatkan sebagai asal mereka.[6][7]

Referensi

  1. ↑ Brown & Hall 1993, hlm. 287–288
  2. ↑ Brown & Hall 1993, hlm. xxi
  3. ↑ Dykstra 2001, hlm. 3
  4. ↑ Dykstra 2001, hlm. 5
  5. ↑ Brown & Hall 1993, hlm. 91–92
  6. ↑ Metevelis 2002, hlm. 19
  7. ↑ Kidder 2007, hlm. 23

Bibliografi

Bacaan lanjutan

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan