Kamis, 05 November 2026
17:48 WIB
TERKINI
Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan
Perang bunga

Perang bunga

Bagikan:
Perang bunga
330px-Flower_War_Collage.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tanggal1454 – 1519
Lokasi
Meksiko Tengah
Hasil Cholula dan Atlixco menjadi wilayah Aztek, Tlaxcala dan Huejotzingo kehilangan jalur dagang
Pihak yang terlibat
Aztek Tlaxcala Cholula Huejotzingo Atlixco

Perang bunga atau perang berbunga (bahasa Nahuatl:xōchiyāōyōtl, bahasa Spanyol:guerra florida) adalah perang ritual yang berlangsung antara Aliansi Tiga Aztek melawan musuh-musuhnya dari "pertengahan tahun 1450-an hingga kedatangan bangsa Spanyol pada tahun 1519."[1] Musuh-musuh Aztek adalah Tlaxcala, Huejotzingo, dan Cholula di Meksiko tengah.[1] Perang ini tidak sama dengan perang pada umumnya karena pasukan yang bermusuhan akan bertemu di suatu tempat pada tanggal yang telah ditentukan. Tempat-tempat itu menjadi tempat suci yang disebut cuauhtlalli atau yaotlalli. Taktik yang digunakan juga berbeda. Dalam perang bunga, Aztek tidak menggunakan senjata jarak jauh dan yang mereka gunakan adalah senjata jarak dekat macuahuitl.[2] Tujuannya adalah untuk menunjukkan kemampuan tempur seseorang.[3] Bangsa Aztek juga merasa bahwa gugur dalam perang bunga lebih mulia daripada mati dalam medan perang biasa. Hal ini ditunjukkan oleh kata xochimiquiztli yang berarti "kematian berbunga, kematian bahagia, kematian yang beruntung."[4] Ditambah lagi mereka berkeyakinan bahwa mereka yang gugur dalam perang bunga akan dibawa ke surga tempat Huitzilopochtli (dewa matahari, api dan perang)[5] berada.[6]

Terdapat beberapa alasan mengapa bangsa Aztek mengobarkan perang bunga. Sejarawan menduga bahwa perang bunga dilakukan untuk melatih pasukan dan mencari tumbal untuk dikorbankan kepada para dewa.[4] Salah satu kapten Hernán Cortés yang bernama Andres de Tapia pernah bertanya kepada Raja Moctezuma II mengapa bangsa Aztek yang kuat masih belum menaklukkan negara Tlaxcala yang kecil.[7] Sang raja menjawab bahwa mereka dapat melakukannya jika mereka mau, tetapi mereka membiarkan Tlaxcala merdeka agar bisa memperoleh tumbal dan melatih pasukan.[7] Namun, beberapa ahli (seperti Frederic Hicks) mempertanyakan motif pencarian tumbal.[8] Sejarawan Tlaxcala Munoz Camargo mencatat bahwa bangsa Aztek sering kali mengepung Tlaxcala dan memotong jalur dagang, dan ini bukan merupakan praktik perang bunga pada umumnya.[8]

Catatan kaki

  1. 1 2 Isaac, Barry L. (1983). "The Aztec "Flowery War": A Geopolitical Explanation". Journal of Anthropological Research. 39 (4): 415. JSTOR 3629865.
  2. ↑ Hassig, Ross (1988). Aztec Warfare: Imperial Expansion and Political Control. Norman: University of Oklahoma Press. hlm. 97. ISBN0-8061-2773-2.
  3. ↑ Hassig, Ross (1988). Aztec Warfare: Imperial Expansion and Political Control. Norman: University of Oklahoma Press. hlm. 130. ISBN0-8061-2773-2.
  4. 1 2 Hassig, Ross (1988). Aztec Warfare: Imperial Expansion and Political Control. Norman: University of Oklahoma Press. hlm. 10. ISBN 0-8061-2773-2.
  5. ↑ Aguilar-Moreno, Manuel (2006). Handbook to Life in the Aztec World. New York: Facts on File, Inc. hlm. 148. ISBN 0-8160-5673-0.
  6. ↑ Aguilar-Moreno, Manuel (2006). Handbook to Life in the Aztec World. New York: Facts on File, Inc. hlm. 46. ISBN0-8160-5673-0.
  7. 1 2 Hicks, Frederic. "Flowery War" in Aztec History" American Ethnology Vol 6 No 1 (1979), hlm. 88
  8. 1 2 Hicks, Frederic. "Flowery War" in Aztec History" American Ethnology Vol 6 No 1 (1979), hlm. 89


Ikon rintisan

Artikel bertopik sejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan