Jumat, 16 Oktober 2026
22:34 WIB
TERKINI
Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super
Perang Laplandia

Perang Laplandia

perang tahun 1944–1945 antara Finlandia dan Jerman

Bagikan:
Perang Laplandia
Bagian dari Perang Dunia II
330px-German_withdrawal_from_Finland_1944_and_1945.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Jerman mundur dari Finlandia
Tanggal1 Oktober 1944 – 25 April 1945
Lokasi
Hasil Jerman mundur
Pihak yang terlibat
Jerman Jerman Finlandia Finlandia
Pemimpin atau tokoh terkemuka

Jerman Lothar Rendulic Jerman Matthias Krautler

Jerman August Krakau

Finlandia Hjalmar Siilasvuo Finlandia Aaro Pajari

Finlandia Ruben Lagus
Kekuatan
214.000[1] 75.000[2]
Korban jiwa dan kerugian
4.300–4.500 tewas[1]
2.300 terluka
1,300 ditangkap
2.872 tewas atau hilang[2]
3.000 terluka

Perang Laplandia (Finlandia: Lapin sota) adalah pertempuran antara Finlandia dan Jerman Nazi antara September 1944 hingga April 1945 di provinsi paling utara Finlandia, Provinsi Laplandia. Finlandia menganggap konflik ini sebagai konflik terpisah seperti Perang Kontinuasi, sementara Jerman menganggap perang ini sebagai bagian dari Front Timur Perang Dunia II. Tentara Jerman mundur ke Norwegia dan Finlandia tetap dapat menegakkan janjinya kepada Uni Soviet.

Referensi

  1. 1 2 Elfvengren, Eero (2005). "Lapin sota ja sen tuhot". Dalam Leskinen, Jari; Juutilainen, Antti (ed.). Jatkosodan pikkujättiläinen (dalam bahasa Finnish) (Edisi 1st). Werner Söderström Osakeyhtiö. hlm. 1124–1149. ISBN 951-0-28690-7.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  2. 1 2 Kurenmaa, Pekka; Lentilä, Riitta (2005). "Sodan tappiot". Dalam Leskinen, Jari; Juutilainen, Antti (ed.). Jatkosodan pikkujättiläinen (dalam bahasa Finnish) (Edisi 1st). Werner Söderström Osakeyhtiö. hlm. 1150–1162. ISBN 951-0-28690-7.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
Ikon rintisan

Artikel bertopik militer ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan