Rabu, 21 Oktober 2026
08:47 WIB
TERKINI
Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari
Perang Inggris–Belanda

Perang Inggris–Belanda

serangkaian perang sepanjang abad ke-17 dan ke-18

Bagikan:
Peperangan Inggris-Belanda
330px-Dutch_Attack_on_the_Medway%2C_June_1667_van_Soest_RMG_BHC0295.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Serangan Belanda ke Medway semasa Perang Belanda-Inggris Kedua oleh Pieter Cornelisz van Soest sekitar tahun 1667. Kapal Inggris yang ditawan Royal Charles berada di tengah-kanan.
Tanggal1652–1654
1665–1667
1672–1674
1781–1784
Lokasi
Hasil Belanda menguasai perdagangan dunia hingga tahun 1713, Inggris menguasainya setelah itu.
Pihak yang terlibat
 Republik Belanda
Denmark Denmark–Norwegia
 Inggris
 Prancis
Pemimpin atau tokoh terkemuka
Republik BelandaMichiel de Ruyter
Republik BelandaMaarten Tromp
InggrisAdipati York
Republik BelandaRobert Blake
Kerajaan PrancisLouis XIV
Kerajaan PrancisJean II d'Estrées
Kekuatan
Republik Belanda
600 kapal perang
1.500 marinir
50 tentara
Denmark–Norwegia
Benteng, 250 tentara
England
650 kapal perang
300 tentara
Prancis
60 kapal
Korban jiwa dan kerugian
Republik Belanda
56 kapal perang musnah
20 kapal perang ditawan
10.150 tewas
20.000 luka
2.500 ditawan
Denmark–Norwegia
8 mati
10 warga tewas
Inggris
40 kapal perang musnah
18 kapal perang ditawan
13.310 tewas
25.000 luka
2.000 ditawan
Prancis
400 tewas

Peperangan Inggris-Belanda (bahasa Belanda: [Engels–Nederlandse Oorlogen atau Engelse Zeeoorlogen] Galat: {{Lang}}: text has italic markup (bantuan)) merujuk pada beberapa perang yang meletus antara Inggris (nantinya Britania Raya) dengan Republik Belanda pada abad ke-17 dan ke-18. Peperangan ini memperebutkan kekuasaan atas laut dan jalur perdagangan. Perang pertama berlangsung selama periode Interregnum Inggris antara Persemakmuran Inggris dengan Republik Belanda. Perang kedua dan ketiga meletus setelah Restorasi di Inggris, dan berlangsung antara Kerajaan Inggris melawan Republik Belanda. Perang keempat berlangsung setelah Undang-Undang Penyatuan 1707 dan berlangsung antara Kerajaan Britania Raya dengan Republik Belanda.

Perang kedua dan ketiga memastikan posisi Belanda sebagai negara maritim utama pada abad ke-17. Namun, setelah kemenangan Britania Raya pada perang keempat, posisi ini diambil alih oleh Britania Raya.

Bacaan lanjut

  • Boxer, Charles Ralph. The Anglo-Dutch Wars of the 17th Century (1974)
  • Hainsworth, D. R., et al. The Anglo-Dutch Naval Wars 1652-1674 (1998)
  • Jones, James Rees. The Anglo-Dutch wars of the seventeenth century (1996) online
  • Konstam, Angus, and Tony Bryan. Warships of the Anglo-Dutch Wars 1652-74 (2011) excerpt and text search
  • Levy, Jack S., and Salvatore Ali. "From commercial competition to strategic rivalry to war: The evolution of the Anglo-Dutch rivalry, 1609-52." in The dynamics of enduring rivalries (1998) pp: 29-63.
  • Ogg, David. England in the Reign of Charles II (2nd ed. 1936), pp 283–321 (Second War); 357-88 (Third War
  • Rommelse, Gijs "Prizes and Profits: Dutch Maritime Trade during the Second Anglo-Dutch War," International Journal of Maritime History (2007) 19#2 pp 139–159.

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Anglo-Dutch wars.


Ikon rintisan

Artikel bertopik sejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan