Minggu, 25 Oktober 2026
05:31 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung
Perang Aceh II

Perang Aceh II

artikel daftar Wikimedia

Bagikan:
Perang Aceh II
Bagian dari Perang Aceh
330px-Militairen_van_het_KNIL_op_de_Kraton.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Petugas KNIL berjaga di Kraton pada tahun 1874
Tanggal1873–1875
Lokasi
Pihak yang terlibat
Hindia Belanda Kesultanan Aceh
Pemimpin atau tokoh terkemuka
Tidak diketahui Alauddin Mahmud Syah II #
Alauddin Daud Syah II
Kekuatan
10.000+ Tidak diketahui
Korban jiwa dan kerugian
1.400 tewas (termasuk karena Kolera) Tidak diketahui
250px-12_cm_battery_during_Second_Aceh_Expedition_AKL082845.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pada Ekspedisi Aceh Kedua KNIL menerjunkan senjata modern kaliber 12 cm.

Belanda mengirimkan ekspedisi kedua di Aceh pada akhir tahun 1873 selama Perang Aceh menyusul kegagalan Ekspedisi Aceh Pertama dari Tentara Kerajaan Hindia Belanda ke Aceh.

Saat itu ekspedisi ini merupakan salah satu ekspedisi Belanda terbesar yang pernah dilancarkan di kepulauan Indonesia, ekspedisi tersebut terdiri dari 8.500 tentara, 4.500 abdi dan kuli, dan kemudian ditambah cadangan 1.500 tentara. Baik orang Belanda maupun Aceh menderita penyakit (kebanyakan kolera) selama masa ini. 1.400 tentara kolonial tewas antara bulan November 1873 dan April 1874. Setelah rakyat Aceh meninggalkan ibu kota mereka, Banda Aceh, Belanda pindah ke ibu kota pada bulan Januari 1874 karena mengira orang Aceh telah menyerah dan mereka telah memenangkan perang. Mereka mengumumkan bahwa Kesultanan Aceh dibubarkan dan Aceh dianeksasi.

Oleh karena itu, pihak asing tidak mau ikut campur, tetapi perlawanan dari masyarakat Aceh tetap ada. Sultan Mahmud Syah dan para pengikutnya menyingkir ke perbukitan dan hutan wilayah Aceh, di mana Sultan Mahmud akhirnya meninggal karena kolera. Rakyat Aceh mencanangkan cucu muda Tuanku Ibrahim yang bernama Tuanku Muhammad Da'ud sebagai Alauddin Muhammad Da'ud Syah II (memerintah 1875-1903) dan melanjutkan perjuangannya di wilayah perbukitan dan hutan sebagai gerilyawan.

Referensi

  • Ricklefs, M. C. (1981). A History of Modern Indonesia since c.1300, Second Edition. MacMillan. ISBN 0-8047-2194-7.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan