Kamis, 22 Oktober 2026
07:04 WIB
TERKINI
Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama

Perang pisang

Bagikan:
40px-Wiki_letter_w.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini. Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan. (Februari 2023)

Perang pisang disebut juga mesabatan biu adalah upacara yang dilakukan dalam rangka memilih ketua dan wakil ketua kelompok pemuda di Desa Tenganan Daud Tukad, Manggis, Kabupaten Karangasem, Bali.[1] Prosesi upacara Perang Pisang dilaksanakan bersama dengan ritual lainnya pada bulan ketiga penganggalan Desa Tenganan atau disebut juga Aci Katiga.[2] Perang pisang dilaksanakan saat upacara aci katiga sekitar akhir bulan Maret dan awal April.[3] Warga Desa Tenganan meyakini bahwa generasi penerus desa memiliki peranan sangat vital terkait masa depan Desa Tenganan.[2]

Pelaksanaan

Sebelum perang pisang dilakukan, para pemuda mencari pisang dan kelapa.[3] Pisang-pisang tersebut digunakan sebagai senjata dalam perang.[3] Perang pisang dilaksanakan di pelataran pura Bale Agung dan diikuti oleh 16 pemuda desa yang dipilih kelian adat untuk dilawankan dengan dua orang (calon ketua dan wakil).[3] Di ujung jalan yang berlawanan, calon ketua dan wakil ketua pemuda desa berdiri berhadapan.[1] Warga desa yang berada berjajar di sepanjang jalan yang nantinya akn dilalui oleh kedua pemuda tersebut.[1] Ke-16 pemuda yang akan mengikuti perang pisang mengenakan kamben, udeng (penutup kepala), dan tanpa baju.[3] Para tetua laki-laki duduk di jeroan Bale Agung, dan para ibu-ibu menyiapkan makanan untuk megibung (ritual makan bersama).[3] Upacara dilaksanakan ketika kulkul (kentongan khas Bali) dibunyikan beberapa kali.[1] Setelah Kelian adat memberi aba-aba, para pemuda yang tadi berdiri hadapan di ujung jalan bergegas berjalan dengan langkah setengah berlari menuju Pura Bale Agung.[1] Dalam setengah perjalan, Perang Pisang terjadi.[1] Ketua dan wakil ketua kelompok pemuda menjadi sasaran utama perang pisang.[1] Walaupun diserang, mereka harus berjalan sampai di pura.[2] Jika kedua pemuda tersebut gagal mencapai pura, maka mereka dianggap tidak cocok untuk menjadi pemimpin.[2] Upacara perang pisang baru berakhir apabila calon ketua dan wakil ketuanya sampai di pintu gerbang Pura Bale Agung.[2] Jika mereka berhasil melewati pintu gerbang Pura Bale Agung, maka akan langsung dinyatakan lulus dan berhak atas pengukuhan ketua dan wakil ketua desa Tenganan.[2] Pelaksanaan upacara perang pisang diakhiri dengan makan bersama (Megibung) di Pura Bale Agung yang diikuti oleh seluruh warga desa.[1]

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 6 7 8 "Upacara Perang Pisang". wisatadewata.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2014-06-26. Diakses tanggal 11 Juni 2014.18.30.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |access-date=
  2. 1 2 3 4 5 6 "Upacara Perang Pisang". jalan2.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2014-04-02. Diakses tanggal 11 Juni 2014.17.00.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |access-date=
  3. 1 2 3 4 5 6 "'Upacara perang pisang–mesabatan biu di Tenganan". wisata.balitoursclub.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2014-07-10. Diakses tanggal 11 Juni 2014.17.00.{{cite web}}: Parameter tidak dikenal |dead-url= diabaikan (|url-status= disarankan); Periksa nilai tanggal dalam: |accessdate=
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan