Rabu, 28 Oktober 2026
23:40 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Perang Kongo I

Perang Kongo I

artikel daftar Wikimedia

Bagikan:
Perang Kongo I
330px-First_Congo_War_map_en.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tanggal24 Oktober 1996–16 Mei 1997
Lokasi
Hasil Mobutu Sese Seko digulingkan, Laurent-Désiré Kabila menjadi presiden
Pihak yang terlibat
 Republik Demokratik Kongo
 Uganda
 Rwanda
 Burundi
 Angola
 Eritrea
 Sudan Selatan
 Zaire
 Sudan
 Chad
Pemimpin atau tokoh terkemuka
Laurent-Désiré Kabila
André Kisase Ngandu
Mobutu Sésé Seko
Donatien Mahele Lieko Bokungu
Korban jiwa dan kerugian
3,000–5,000 Tewas 10,000–15,000 Tewas
Warga Sipil terbunuh: 200,000+

Perang Kongo I adalah konflik yang terjadi antara akhir 1996 sampai 1997 di mana presiden Zaire, Mobutu Sésé Seko digulingkan oleh pasukan pemberontak yang didukung oleh kekuatan asing seperti negara Uganda dan Rwanda. Pemimpin pemberontak, Laurent-Désiré Kabila menyatakan dirinya presiden dan mengganti nama negara kembali dari Zaire menjadi Republik Demokratik Kongo. Perang Kongo pertama ini kemudian berlanjut ke Perang Kongo II yang melibatkan lebih banyak negara, yang dimulai pada tanggal 2 Agustus 1998.

Ikon rintisan

Artikel bertopik perang ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan