Jumat, 30 Oktober 2026
11:32 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Perang Chechnya I

Perang Chechnya I

artikel daftar Wikimedia

Bagikan:
Perang Chechnya I
Bagian dari Konflik Chechnya–Rusia, Perang di Kaukasus dan Konflik pasca-Soviet
330px-Evstafiev-helicopter-shot-down.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sebuah helikopter Mil Mi-8 Rusia ditembak jatuh oleh pejuang Chechnya di dekat ibu kota Chechnya, Grozny, pada tahun 1994.
Tanggal11 Desember 1994 – 31 Agustus 1996 (1 tahun, 8 bulan, 2 minggu dan 6 hari)
Lokasi
Hasil Kemenangan Chechnya
Pihak yang terlibat
Pemimpin atau tokoh terkemuka
Pasukan yang terlibat
Angkatan Bersenjata Chechnya Angkatan Bersenjata Rusia
Kekuatan
5.000–6.000 (akhir tahun 1995) Rusia 40.000 (serangan akhir tahun 1994)[1][2]
Rusia 70.000+ (1995)[3]
Serangan teroris dan pengeboman bunuh diri besar di Rusia
Tebal menandakan insiden yang menewaskan lebih dari 50 orang.
Semua insiden berupa pengeboman kecuali ditandai sesuatu.
1995
1996
1999
2002
2003
2004
2006
2008
2009
2010
2011
2012
2013

Perang Chechnya I, yang juga disebut sebagai Perang Rusia-Chechnya I, adalah konflik antara Republik Chechnya Ichkeria yang separatis dengan Federasi Rusia dari tahun 1994 hingga 1996. Konflik ini berakhir dengan perjanjian damai yang membuat pasukan Rusia menarik diri dari wilayah tersebut, namun tiga tahun kemudian mereka kembali melakukan invasi, yang memicu Perang Chechnya II pada tahun 1999–2009.

Latar belakang

Pecahnya Uni Soviet

Setelah jatuhnya Uni Soviet, Rusia menjadi negara berdiri sendiri pada Desember 1991. Walaupun Rusia dianggap sebagai penerus Uni Soviet, Rusia kehilangan kekuatan ekonomi dan militernya. Etnis Rusia adalah mayoritas, yaitu 70%, tetapi banyak perbedaan etnis dan agama yang mengancam kesatuan Rusia.

Pada era Soviet, sekitar 100 etnis diberikan daerah masing-masing yang memiliki beberapa hak-hak propinsi khusus. Dan setelah jatuhnya Uni Soviet, beberapa daerah ini menginginkan otonomi khusus, atau ingin berpisah dari Rusia.

Walaupun beberapa daerah yang sekarang menjadi Negara memisahkan diri dari Rusia, tetapi hanya 1 saja yang masih dianggap sebagai daerah nya Rusia, yaitu Chechnya sendiri

Perjanjian Federasi Rusia

Presiden Boris Yeltsin memasukkan masalah ini ke dalam kampanye pemilihan presiden 1990, dengan janji bahwa masalah ini akan segera diselesaikan. Dibutuhkan suatu hukum yang jelas untuk mengatur hak-hak subyek federal tersebut. Peraturan hukum baru ini dicanangkan oleh Yeltsin dan Ruslan Khasbulatov pada 31 Maret 1992, yaitu Perjanjian Federasi yang disetujui oleh 86 dari 88 subjek federal. Mayoritas subjek federal yang menyetujui perjanjian ini merelakan otonomi luas atau kemerdekaan, dengan digantikan otonomi daerah dan hak-hak perpajakan khusus.

Dua subjek federal yang tidak menanda-tangani perjanjian ini adalah Chechnya dan Tatarstan. Namun, kemudian pada tahun 1994, Presiden Yeltsin dan presiden Tatarstan, Mintimer Şäymiev menanda-tangani perjanjian khusus yang memberikan Tatarstan otonomi luas.

Pada akhirnya tinggal Chechnya yang belum meyetujui sebuah perjanjian. Presiden Yeltsin dan pemerintahan lokal Chechnya juga tidak menghasilkan negosiasi yang bermanfaat, dan situasi ini mulai berubah menjadi konflik bersenjata.

Referensi

https://news.detik.com/berita/d-4819127/awal-serangan-darat-rusia-yang-tewaskan-ratusan-ribu-warga-chechnya/2

https://id.rbth.com/discover_russia/2015/01/09/mengenang_perang_chechnya_i_peristiwa_tragis_pasca-uni_soviet_26529

Lihat pula

  1. ↑ Samantha Jennings (April 2024). Study of Internal Conflict (SOIC) – Chechnya 1991–2000 (PDF) (Laporan). Strategic Studies Institute, US Army War College.{{cite report}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ Edward G. Lengel (13 Maret 2017). "Taming Chechnya". HistoryNet.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ Collective authors (2001). Krivosheev, G. F. (ed.). Russia and the USSR in the wars of the 20th century: Losses of the Armed Forces. Archive. Moscow: OLMA-PRESS. hlm. 582. ISBN 5-224-01515-4.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan