Senin, 28 September 2026
17:43 WIB
TERKINI
Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Internasional Profesor Biao Xiang: Idola Gen Z China yang Berani Bahas Kecemasan Hidup Berita Pelaku Injak Al-Qur'an di Lebak Divonis Penjara, Wajib Minta Maaf Publik Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Internasional Profesor Biao Xiang: Idola Gen Z China yang Berani Bahas Kecemasan Hidup Berita Pelaku Injak Al-Qur'an di Lebak Divonis Penjara, Wajib Minta Maaf Publik Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto
Peradaban Badari

Peradaban Badari

250px-112307-BritishMuseum-Badari.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Figur perempuan Badari Kuno.

Peradaban Badari memberikan bukti langsung pertanian di Mesir Hulu pada masa Pradinasti. Peradaban ini berkembang antara tahun 4400 hingga 4000 SM,[1] dan mungkin telah ada semenjak tahun 5000 SM.[2] Peradaban ini pertama kali diidentifikasi di El-Badari, Asyut.

Sekitar empat puluh permukiman dan enam ratus makam telah ditemukan. Stratifikasi sosial disimpulkan dari makam anggota komunitas yang lebih sejahtera di beberapa bagian pemakaman yang terpisah. Ekonomi Badari bergantung pada pertanian, perikanan, dan peternakan. Peralatan yang telah digunakan meliputi pengikis batu, pelubang, kapal, arit bifasial, dan mata panah. Sisa-sisa ternak, anjing, dan domba ditemukan di pemakaman. Gandum, jelai, miju-miju dan umbi dikonsumsi peradaban ini.

Referensi

  1. ↑ Shaw, Ian, ed. (2000). The Oxford History of Ancient Egypt. Oxford University Press. hlm. 479. ISBN 0-19-815034-2.
  2. ↑ Watterson, Barbara (1998). The Egyptians. Wiley-Blackwell. hlm. 31. ISBN 0-6312-1195-0.
  • Guy Brunton and Gertrude Caton-Thompson: The Badarian civilisation and predynastic remains near Badari, British School of Archaeology in Egypt, London, 1928.

Pranala luar

27°00′N 31°25′E / 27.000°N 31.417°E / 27.000; 31.417

Asia-Afrika
(Peradaban sungai)
Eropa
(Peradaban Barat)
Amerika


Ikon rintisan

Artikel bertopik sejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan