Rabu, 21 Oktober 2026
17:03 WIB
TERKINI
Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama

Penyelenggara jasa internet

orang atau badan usaha yang menyediakan jasa sambungan Internet dan jasa lainnya yang berhubungan.

Bagikan:

Penyelenggara jasa internet (PJI, bahasa Inggris: Internet service provider disingkat ISP) adalah badan usaha yang menyediakan jasa sambungan Internet dan jasa lainnya yang berhubungan. Suatu ISP dapat berupa perusahaan komersial (baik swasta, pemerintah, atau koperasi), perkumpulan komunitas, atau yayasan nirlaba. Pada umumnya, PJI menyediakan jasa seperti hubungan ke Internet, colocation data centre, pendaftaran nama domain, dan hosting.

Tanpa adanya ISP, perangkat internet (misalnya modem, Smart TV, router, switch) tidak dapat terhubung ke internet. PJI lazimnya mempunyai jaringan baik secara domestik maupun internasional, sehingga pelanggan atau pengguna dari sambungan yang disediakan oleh ISP dapat terhubung ke jaringan Internet global. Jaringan di sini berupa media transmisi yang dapat mengalirkan data yang dapat berupa kabel (modem, sewa kabel, dan jalur lebar), radio, maupun VSAT. Kebanyakan perusahaan telepon merupakan penyelenggara jasa internet.

Sejarah Penyedia Jasa Internet di Indonesia

Meskipun Internet sudah eksis sejak tahun 1960-an di Amerika Serikat, tapi kehadirannya di Indonesia baru mulai dirasakan beberapa dekade setelahnya. Perintis internet di Indonesia dimulai dengan protokol UI-NETLAB (192.41.206/24),[1] yang dipelopori oleh Universitas Indonesia pada 24 Juni 1988. Perkembangan teknologi ini tak lepas dari kontribusi penting sejumlah tokoh, antara lain RMS Ibrahim, Suryono Adisoemarta, Muhammad Ihsan, Robby Soebiakto, Putu, Firman Siregar, Adi Indrayanto, dan Onno W. Purbo.[2]

Dengan berdirinya IndoNet pada tahun 1994, ISP pertama hadir di tanah air. Pendirinya adalah Sanjaya, yang tak lain adalah putra seorang dosen UI. Dari kantornya di kompleks dosen UI, Rawamangun, IndoNet menghubungkan pelanggan dengan koneksi dial-up. Tonggak penting terjadi pada 1995, ketika akses penuh ke internet (HTTP) akhirnya terwujud berkat teknologi Telnet yang mengarahkan pengguna ke browser Lynx di AS.

Kemudian pada tahun 1996 organisasi Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) didirikan sebagai tindak lanjut Musyawarah Nasional Pertama Tanggal 15 Mei 1996.[3] APJII berfungsi sebagai asosiasi yang memfasilitasi, melindungi, dan mengembangkan industri internet di Indonesia melalui layanan teknis, advokasi kebijakan, serta peningkatan kapasitas anggotanya, dengan tujuan akhir memasyarakatkan internet yang berkualitas dan merata untuk mendukung pembangunan sumber daya manusia dan perekonomian nasional.

Pada saat APJII didirikan, bisnis warung internet (warnet) sedang menjamur dan menandai sentuhan masyarakat Indonesia pada layanan internet.[4]

Pranala luar

  1. ↑ Komdigi, Bakti (2019-03-19). "6 Fakta Mengejutkan Sejarah Internet di Indonesia yang Wajib Disimak". Bakti Komdigi. Diakses tanggal 22 Januari 2026.
  2. ↑ Networks Wiki, Computer. "The Beginning of the Internet in Indonesia". Computer Networks Wiki. Diakses tanggal 22 Januari 2026.
  3. ↑ Penyelenggara Jasa Internet Indonesia, Asosiasi. "Latar Belakang". APJII. Diakses tanggal 22 Januari 2026.
  4. ↑ Pudyas Salim, Mabruri (2024-08-17). "Memahami Asal Usul Warnet, Gerbang Pertama di Indonesia untuk Mengakses Dunia Digital". Liputan6.com. Diakses tanggal 22 Januari 2026.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan