Minggu, 25 Oktober 2026
08:46 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung

Penyakit I-cell

Bagikan:

Penyakit I-cell adalah salah satu jenis penyakit gangguan metabolisme yang diwariskan dari orang tua sehingga disebut sebagai Mukolipidosis II . Mukolipidosis untuk tipe penyakit I-cell desease adalah ML 22. Dalam penyakit ini, enzim fosfotransferase tidak bisa mengirim gugus fosfat menuju ke gula mannose 6-fosfat.[1] Gula tersebut dijadikan sebagai tanda bagi gula tersebut untuk ditargetkan ke lisosom. Malafungsi enzim fosfotransferase menyebbabkan protein diekskresikan ke luar dari sel. Protein ini bergerak melintasi aparat golgi. Dengan keluarnya protein ini, maka lisosom tidak akan bisa bekerja karena protein ini berfungsi sebagai aktivator utama enzim lisosom. Selain itu, dengan keluarnya protein ini maka protein ini akan merusak aktivitas metabolik di seluruh tubuh. Kondisi ini mengganggu komponen di dalam substansi jaringan ikat seperti pada substansi amorf, protein ini akan merusak mengganggu aktivitas metabolik dari protein glikossaminoglikans, glikoprotein, lipid, dan lain-lain. Kemudian, protein ini akan menumpuk akibat lisosom yang tidak aktif. Protein akan menumpuk pada fibrioblas. Kelainan pada fibrioblas ini akan menghasilkan sel mutasi membentuk sel sickle atau sel I.

Patofisiologi

Penyakit I-cell merupakan penyakit genetik yang dimana ditularkan dari orang tua ke anak namun ini bersifat resesif autosomal artinya gen bersifat resesif dan terjadi pada kromosom autosomal tubuh. Ini disebabkan kekurangan maupun kerusakan enzim fosfotransferase. Enzim ini berfungsi sebagai katalis dalam reaksi transfer gugus fosfat (sehingga disebut juga fosforilasi) ke gula mannose untuk membentuk mannose menjadi mannose 6 fosfat pada glikoprotein di sisi sisterna pada badan golgi. Mannose 6-fosfat ini menargetkan dirinya ke lisosom tetapi karena gangguan, fungsi ini tidak bisa dilaksanakan sehingga enzim dikirim menuju ke ruang ekstraseluler menyebabkan penumpukan sel sehingga berbentuk sel I. Sel I ini hanya bisa dihancurkan oleh lisosom namun karena protein penandanya tidak ada, maka lisosom akan inaktif. Enzim Hidrolase kemudian mengalami gangguan sehingga sel darah menjadi abnormal.

Glikossaminoglikans pada jaringan ikat jika protein bertumpuk didalamnya maka akan menyebabkan sel I disebagian substansi jaringan ikat. Glikossaminoglikans, lipid, dan karbohidrat yang akan menjadi pembeda dari sel I dengan sindrom Hurlers[2]

Diagnosis Penyakit

Diagnosis penyakit pada saat di dalam uterus atau belum lahir yaitu

  • Karena residu mannose rendah, maka aktivitas enzim UDP-N-asetilglukoseamine-1-fosfodiester akan berkurang dalam uterus[3]
  • Aktivitas enzim lisosom pada sel rendah sehingga terbentuk sel inklusi (kepanjangan dari sel I) pada fibrioblas.[3]
  • Enzim lisosomal pada plasma meningkat.[3]
  • Aktivitas hidrolase pada jaringan ikat cair (jaringan darah) berkurang.[3]

Kemudian setelah lahir, anak yang merupakan penderita penyakit I-cell memiliki organ yang membengkak seperti hati, limpa, komponen sistem limfa, dan lain-lain. Anak ini juga dapat mengalami kegagalan dalam bertumbuh dan berkembang. Keterlambatan berkembangnya keterampilan motorik maupun keterampilan kognitif juga dapat dirasakan oleh anak yang menderita penyakit ini. Keterlambatan pertumbuhan dan perkembangan motorik anak penderita penyakit I-cell menyebabkan dwarfisme. Karena pH darah yang tidak menentu juga menyebabkan kelainan pada sistem imunologis mereka. Kelainan tersebut diantaranya pneumonia, otitis media, bronkitis, infeksi berulang layaknya penyakit HIV dan penyakit gagal jantung kongestif.

Penanganan penyakit

Biasanya pada penderita I-cell, diberi suplemen berupa zat besi dan suplemen Methylcobalamin pada tubuh karena tidak ada obat yang dapat menyembuhkan penyakit ini. Penyakit I-cell juga merupakan penyakit lanjutan dari Mukolipidosis I / ML I . I-cell yang menyerang sistem sirkulasi terutama darah yang menyebabkan pH darah menjadi terganggu sehingga langkahnya yang tepat adalah memberikan konsumsi herbal. Selain itu, kornea juga mengabur akibat penumpukan sel inklusi. Kemudian untuk mengobati gejala neurologis, biasanya akan terjadi pada transplantasi sumsum tulang belakang.

Referensi

  1. ↑ Plante M, Claveau S, Lepage P, et al. (Maret 2008) "Mucolipidosis II: mutasi kausal tunggal dalam gen N-acetylglucosamine-1-phosphotransferase (GNPTAB) dalam populasi pendiri Prancis Kanada" . Clin. Genet. 73 (3): 236–44. doi: 10.1111 / j.1399-0004.2007.00954.x . PMID 18190596 .
  2. ↑ Champe, Pamela (2004). Lippincott's Illustrated Reviews: Biochemistry. Richard A Harvey, Denise R Ferrier (Edisi 3rd). Philadelphia, Pa.: Lippincott-Raven. hlm. 167. ISBN 0-7817-2265-9.
  3. 1 2 3 4 "I Cell Disease - NORD (National Organization for Rare Disorders)". NORD (National Organization for Rare Disorders) (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2017-11-02.
40px-Wiki_letter_w.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini tidak memiliki konten kategori. Bantulah dengan menambah kategori yang sesuai sehingga artikel ini terkategori dengan artikel lain yang sejenis.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan